renungan

ANAK-ANAK MENYUKAI PERSAHABATAN IBU

Renungan Harian

Persahabatan Keluarga

Anak-anaknya bangun, dan menyebutya berbahagia, pula suaminya mamuji dia. Amsal 31:28

Rumah tangga haruslah menjadi tempat yang paling menarik bagi anak-anak di dunia ini, dan kehadiran ibu haruslah yang paling menarik. Anak-anak memiliki sifat peka dan mengasihi. Mereka mudah dijadikan senang dan mudah pula dibuat susah. . . .

Anak-anakmu menyukai persahabatan, dan jarang sekali mereka itu bersenang-senang sendiri. Mereka mendambakan simpati dan kelemahlembutan. Apa saja yang mereka senangi, mereka rasa akan menyenangkan hati ibu mereka juga. . . .

Gantinya menyuruh anak-anaknya menjauh dari dia, agar la tidak terganggu oleh keributan atau digelisahkan oleh keperluan tetek bengek anak-anak itu, biarlah sang ibu merencanakan hiburan atau pekerjaan ringan untuk memanfaatkan pikiran dan tangan mereka yang aktif itu. Dengan usaha memahami perasaan anak-anak itu, dan menuntun hiburan dan pekerjaan rnereka, maka sang ibu akan memperoleh keyakinan anak-anaknya. . . . Melalui kesabaran, kasih yang waspada, ia dapat mengalihkan pikiran anak-anak itu pada arah yang tepat, memupuk sifat-sifat tabiat yang indah dan menarik dalam  diri mereka.

Para ibu haruslah berhati-hati mendidik anak-anak mereka supaya jangan menjadi orang yang bebas dan hanya memusatkan pikiran atas diri sendiri, Janganlah memimpin mereka untuk beranggapan bahwa merekalah pusat segalanya, dan segala sesuatu berkisar di sekeliling mereka. Banyak orang tua memberi waktu yang banyak dan perhatian untuk menyenangkan hati anak-anak mereka, tetapi sabaiknya anak-anak dilatih untuk menyenangkan diri meraka sendiri, melatih kecakapan dan keterampilan mereka sendiri. Demikianlah meraka akan belajar merasa puas dengan kesenangan yang paling sederhana.

Mereka harus diajar memikul dengan berani kakecewaan dan ujian-ujian kecil yang menimpa diri mereka. . . . Balaiarlah menganjurkan cara-cara oleh mana anak-anak dapat belajar menjadi orang yang suka memperhatikan orang-orang lain.

Dalam firman Allah kita menjumpai sebuah gambaran indah tentang sebuah rumah tangga yang berbahagia dan ibu rumah tangga yang mengetuainya: “Anak-anaknya bangun, dan  menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia.

Hidupku Kini, hal. 199

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *