BERIBADAH BERSAMA

Blog AFI

 

worship-together-largeApakah Anda tahu bahwa pasangan yang secara reguler mempraktekkan iman Kristen mereka lebih bahagia daripada mereka yang tidak?

Beberapa penelitian mengatakan bahwa tingkat perceraian di kalangan orang Kristen sama – atau kalau tidak lebih buruk – dari rata-rata kelompok umumnya. Tetapi sebuah gambaran lebih besar seringkali terabaikan dalam pembelajaran ini. Adalah satu hal untuk mengaku bahwa Anda seorang Kristen dan hal lainnya untuk sungguh mempraktekkan iman Anda.

Sebuah penelitian belakangan ini oleh Institut for Family Studies mengemukakan bahwa “hubungan keagamaan kurang pentingnya daripada kehadiran ibadah saat menyangkut memprediksikan perceraian.” Kalau Anda seorang nominal Protestan yang tidak menghadiri gereja, Anda lebih mungkin bercerai daripada rata-rata orang yang telah menikah yang lain di Amerika. Akan tetapi pada saat pasangan itu keduanya menghadiri gereja, 78 persen laporan menyatakan bahwa mereka sungguh berbahagia dalam hubungan mereka. Saat pasangan itu kedua-duanya tidak menghadiri gereja, angka itu langsung jatuh ke 67 persen.

Jadi jangan sampai kebudayaan yang populer mengajari Anda bahwa permasalah pernikahan itu tidak tersangkut paut dan tidak berhubungan! Selalu menjadi rencana Tuhan bagi seorang pria dan wanita untuk boleh dipersatukan dalam pernikahan (Kejadian 1:27,28). Ikatan suci ini dapat membawa kebahagiaan dan bahkan kekuatan pada rumah tangga. Raja Salomo menjelaskan “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan” (Pengkhotbah 4:12). Setan membenci rumah tangga Kristen yang penuh kasih dan akan mencoba untuk memisahkan pasangan yang berkomitmen kepada Tuhan. Hubungan pernikahan yang sejati menyediakan sebuah pertahanan kokoh terhadap penggodaan ini.

Tuhan tidak menginginkan rumah tangga yang terbagi secara rohani. “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Markus 10:9). Sudah barang tentu sebuah pernikahan yang terpisah tidak selalu disebabkan oleh satu pihak luar. Perpisahan akan terjadi saat seorang di antara pasangan tersebut tidak berpartisipasi dalam aktivitas kerohanian menyehatkan yang mengikat hati bersama. Jadi hadirilah gereja dan berdoalah bersama! Itu akan membawa sukacita dalam hubungan Anda.

 

Untuk belajar lebih dalam hubungan sebelum membina rumah tangga, klik di sini!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *