DARI MERAH KE PUTIH

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Untuk suku Aztec kuno, pewarna merah dianggap lebih berharga daripada emas. Itu karena untuk mendapatkan pewarna merah cerah ini diperlukan kerja keras ratusan orang untuk menyisir gurun guna mencari sumbernya yaitu kumbang cochineal betina kecil. Satu pon ekstrak langka ini dihasilkan oleh sekitar satu juta serangga (pada zaman Kekaisaran Romawi, satu pon pewarna ungu kerajaan, membutuhkan empat juta moluska).

Setelah kedatangan Cortez pada tahun 1500-an, orang-orang Spanyol membeli sisa-sisa kering ekstrak serangga ini sebagai pewarna untuk mewarnai barang-barang mereka hingga menjadi merah cerah. Pewarna cochineal merah ini lebih kuat dari apa pun yang pernah diketahui sebelumnya—dan menciptakan warna cemerlang yang tidak dapat ditiru.

Segera setelah penemuan itu, orang Eropa menggunakannya untuk kain, terutama wol, kerajinan tangan, permadani juga sebagai pewarna makanan. Pada tahun-tahun berikutnya, Michelangelo menggunakannya dalam lukisan, lalu Inggris dan Kanada menggunakannya untuk mantel merah mereka. Diperkirakan bahwa bendera AS pertama yang dibuat oleh Betsy Ross memiliki garis-garis merah cochineal.

Saat ini, pewarna sintetis yang lebih murah telah menggantikannya, namun ekstrak serangga ini masih digunakan sebagai pewarna alami yang disetujui FDA untuk makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Bahkan, beberapa merek jus buah menggunakan serangga merah ini sebagai pewarna. Kisah cochineal red semakin menarik. Para pedagang Spanyol tidak pernah memberi tahu orang Eropa tentang asal serangganya. Karena kumbang kecil ini sangat mirip dengan biji, mereka diperdagangkan sebagai biji-bijian. Selama hampir 300 tahun, orang Spanyol mengatakan proses untuk menghasilkan warna merah permanen yang tidak pernah pudar adalah bila “dicelup dalam biji-bijian”. Dan dari situlah kita mendapatkan istilah bahasa Inggris “ingrained/melekat”.

Tahukah Anda Alkitab mengajarkan bahwa Anda dapat mencuci noda merah dengan darah merah hingga menjadi putih? Tuhan ingin membasuh noda merah tua dari dosa-dosa kita dengan darah Yesus yang berharga dan membuat hati kita “seputih salju.” Firman-Nya berjanji, “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yohanes 1:7).

Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Yesaya 1:18.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *