Ditunda Kasus Persidangan Anda

Di Tunda – Kasus Anda Dalam Persidangan

Bank Pustaka

BK-PYCPerkenalan

 Di umur-Nya yang ketiga puluh, Yesus meninggalkan perbengkelan kayu-Nya di Nazaret dan menentukan jalan-Nya sendiri ke sungai Yordan dimana Yohanes Pembabtis berkhotbah dengan pesan yang tegas untuk pertobatan. Ini mungkin pertama kalinya kedua sepupu ini bertemu. Tetapi segera setelah Yesus berjalan ke kerumunan pendengar, Yohanes menunjuk Dia dan berkata: “Lihatlah Anak domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.” Yohanes 1:2

Apa yang nabi maksudkan dengan perkataan samar itu? Mengapa dia memanggil Yesus Anak domba, dan bagaimana Dia dapat mengangkut dosa dunia? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus meninggalkan tepi sungai Yordan dan kembali ratusan tahun dalam waktu ke tepian Laut Merah.

Anak-anak Israel baru saja lepas dari perbudakan di Mesir dan memulai  perjalanan lelah melalui padang gurun Sinai. Tuhan telah bekerja melalui mukjizat untuk membebaskan mereka dari pengawasnya yang kejam, dan kemudian Dia memanggil Musa ke atas gunung untuk beberapa instruksi yang sangat penting. Tuhan membuka di depan mata manusia untuk pertama kalinya misteri dari tempat Dia berdiam di surga. Musa telah diberikan cetak biru dari miniatur ruangan takhta besar. Inilah instruksi-Nya: “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci…” (Keluaran 25:8,9).

Ketika ia kembali dari gunung, Musa mempunyai rincian dari konstruksi sebuah bait suci padang gurun dimana Tuhan dapat berkomunikasi dengan umat-Nya selama kehidupan mereka di padang gurun. Dengan kebutuhan itu harus terbuat dari bahan ringan yang dapat dengan mudah dibongkar pasang kembali di mana pun pengembaraan itu berkemah dalam perjalanan mereka.

Untuk sebuah tugas penting Musa memanggil para pengrajin yang terampil dan seniman israel, dan mereka memulai proses membangun, berhati-hati mengikuti instruksi tepat yang mana telah disalin dari bentuk yang ditunjukkan kepada Musa di atas gunung. Enam bulan kemudian selesai dan Tuhan menunjukkan persetujuan-Nya dengan mengirim awan kemuliaan yang menyelimuti struktur yang kudus.

Kemah Suci yang mudah dibawa-bawa kira-kira lima puluh lima dengan delapan belas meter dalam ukuran dengan  dikelilingi halaman yang tertutup yang menghadap ke timur. Bangunan persegi itu terbagi dalam dua ruangan yang dipisahkan oleh tirai yang berat yang perpanjang dari dekat langit-langit sampai ke lantai. Ruangan besar yang pertama disebut bilik suci dan memiliki tiga perabot yang khusus-tujuh kaki dian di sebelah kiri, meja roti sajian di sebelah kanan. Dan mezbah pedupaan emas langsung di depan tirai.

Dalam ruangan yang kedua, yang disebut bilik yang maha kudus, hanya ada satu prabot – tabut perjanjian. Ini adalah peti yang dilapisi dengan emas dari kayu akasia (penaga) yang berisi loh sepuluh hukum. Dan diatas tabut adalah takhta pengampunan (tutup pendamaian), mewakili tempat yang sesuai di surga di mana hadirat Tuhan itu nyata. Sebuah titik terang kemuliaan yang disebut kediaman Shekinah dalam hal itu paling suci dari semua lokasi di bumi. Pada kedua ujung tabut diukir dua kerub dari emas. salah satu sayap dari masing-masing memayungi takhta pengampunan (tutup pendamaian) sementara mereka menatap hormat ke atas tabut dan isinya.

Mengapa persyaratan struktur sementara ini harus tepat. Mengapa Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat itu tepat seperti bentuk yang mana Musa lihat dalam surga itu sendiri? Jawabannya akan menjadi jelas saat kita mengerti simbolis dari ritual ibadah harian yang ditahbiskan secara ilahi untuk setiap orang Israel untuk dijalankan dalam kemah suci.

Melalui upacara yang ditentukan dan pengorbanan, pengampunan untuk dosa tersedia, dan penebusan dosa yang bisa dilakukan untuk kedua kesalahan pribadi dan nasional. Secara singkat, sistem pengakuan dosa bekerja dengan cara ini: jika laki-laki dan perempuan berdosa, mereka harus membawa anak domba tanpa noda atau cacat ke dalam pelataran bait suci. Di sana, melalui mezbah korban bakaran, mereka dituntut untuk mengakui dosa mereka di atas binatang dan kemudian menyembelihnya dengan tangannya sendiri. Domba yang sempurna, tentu saja mewakili Mesias yang akan datang. Melalui iman, mereka mentransfer dosa mereka kepada anak domba. Menerima pengganti kematian dari Juruslamat di tempat mereka. Dengan mencurahkan darah-Nya sendiri, mereka terus-menerus diingatkan bahwa dosa berarti kematian dan bahwa mereka hanya bisa diampuni melalui kematian pendamaian dari yang lainnya.

Kemudian imam menempatkan sebagian darah di atas tanduk dari mezbah di pelataran luar dan makan sepotong kecil dari dagingnya. Sehingga mengambil pada dirinya dosa jemaah perorangan. Setelahnya Imam membunuh korban penghapus dosa bagi dirinya sendiri, dan membawa darah ke dalam bilik suci yang lalu dipercikan di tirai. Dengan demikian semua dosa, baik secara langsung maupun tidak langsung, akhirnya menemukan jalan ke tempat kudus di mana ia tercatat melalui darah yang dipercikan … hari demi hari, selama setahun. Dosa di tumpuk di bait suci melalui pelayanan harian dari imam dalam bilik suci.

Kemudian datang hari raya pendamaian tahunan saat penempatan akhir dibuat dari catatan dosa mereka di dalam bait suci. Selalu jatuh pada hari kesepuluh bulan ketujuh dan biasa disebut “pembersihan bait suci”. Sampai hari ini, bahwa perayaan serius (Yom Kippur) itu dianggap oleh setiap orang yahudi sebagai hari penghakiman. secara simbolis adalah pengahapusan darah yang merekam catatan dosa di mana imam besar sendiri memasuki bilik yang maha kudus untuk memercikan darah seekor kambing.

Ini penting bahwa bagaimana kambing khusus yang tetpilih dua ekor itu dibawa ke pelataran pada hari pendamaian. Hanya seorang manusia, imam besar saja, terlibat dalam pelayanan perayaan tahunan ini. Dia membuang undi untuk menentukan hewan akan dibunuh sebagai “kambing Tuhan” dan yang akan dibuang sebagai kambing Azazel.

Selama imam besar membunuh binatang di mezbah pelataran, seluruh jemaat dalam puasa dan doa. Nasib mereka akan segera ditentukan dihadapan takhta pengampunan (tutup pendamaian)  dari tempat maha kudus. Jika seseorang mempunyai dosa yang tidak diakui dan tercatat di dalam bait suci, dosa-dosa tersebut tidak akan berada di bawah darah penebusan. Laki-laki atau wanita tersebut akan dibuang dari Israel dan diusir keluar perkemahan.

Imam besar sendiri lewat di hadapan tirai akan memercikkan darah di atas takhta pengampunan (tutup pendamaian) dan untuk membersihkan semua catatan dosa dari bait suci. Ketika dia muncul dari bilik yang maha kudus, pendamaian terakhir telah selesai dan sebuah penghakiman simbolis telah dibuat tentang dosa dan hukumannya.

Tindakan terakhir dari imam besar adalah meletakkan tangannya di atas kepala kambing Azazel di pelataran yang lalu akan dibawa ke padang gurun untuk binasa sendiri. Demikian jelas mewakili tugas akhir kesalahan dan hukuman kepada Iblis yang berbagi dalam dosa kepada setiap individu. Kambing Azazel tidak dapat mewakili Kristus,……… Setan, di sisi lain, akhirnya harus menderita hukuman untuk karena terlibat berpartisipasi dalam setiap dosa yang dilakukan. Dia tidak pernah bisa menanggung rasa bersalah dari orang-orang, karena kesalahan mereka telah dihapuskan oleh percikan darah penebusan. Dia akan menanggung rasa bersalah dan hukuman sendiri pada akhir seribu tahun “padang gurun” kehancuran. Semua ini dilambangkan oleh pembuangan kambing Azazel untuk mati di padang gurun.

Waktu tidak mengizinkan kita untuk memeriksa kekayaan perlambangan dalam kemah suci padang gurun yang menerangi hampir setiap aspek dari rencana besar keselamatan. Kristus, Anak Domba yang dikorban, telah tercermin di dalam roti, dupa, lampu, takhta pengampunan (tutup pendamaian). Tetapi kebanyakan dari semua, Dia diwakili oleh imam besar yang membawa darah ke hadirat Shekinah Tuhan. Kita akan segera menemukan, dari kitab Ibrani, bahwa semua bayangan pelayanan bait suci dunia dipenuhi oleh pelayanan Yesus di tempat kudus surgawi. Bagaimana dan kapan Yesus masuk dalam pekerjaan keimamatan adalah subjek yang mendebarkan dan penglihatan paling mengesankan dari Daniel. Saat kita menengok Daniel 8 dan 9, pentingnya tempat kudus akan menjadi lebih dan lebih jelas.

 

Penglihatan Daniel Tentang Pembersihan Bait Kudus 

Daniel 8 dibuka dengan sebuah pemandangan dari pelayanan nabi sebagai seorang tahanan perang di Babel, Yerusalem telah ditinggalkan dalam reruntuhan dan kebanyakan orang Israel diangkut ke penawanan Babel. Meskipun Daniel dipaksa untuk melayani sebagai budak fisik di istana Belsyazar, pikirannya kini tertuju terutama pada bait suci yang terbengkalai di Yerusalem. Dia menyadari waktu yang dinubuatkan tujuh puluh tahun pengasingan hampir berakhir, dan hatinya rindu untuk melihat pembangunan kembali bait suci yang indah dan pelayanannya.

Dalam cerita ini, Daniel melihat penglihatan di mana seekor domba jantan dan kambing jantan bertempur sampai mati. Domba jantan dengan dua tanduk keluar dahulu dan melakukan “sekehendak hatinya dan membesarkan diri..” Daniel 8:4. Kemudian kambing dengan tanduk yang menonjol diantara mata datang bergegas dari barat dan menyerang domba jantan itu. Dalam pertempuran kambing jantan itu menang dan menghancurkan tanduk domba jantan itu, sebagai hasilnya kambing jantan itu ” membesarkan dirinya” tetapi “tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh…” Daniel 8:8.

Penglihatan berikutnya Daniel melihat tanduk kecil muncul, dengan keheranan, tanduk kecil ini “menjadi besar” dan bahkan membuat dirinya sendiri melawan Tuhan, dan “kebenaran dihempaskan ke bumi.”

Akhirnya dalam penglihatan ini Daniel mendengar sebuah percakapan antara dua orang kudus. Yang satu menanyakan sebuah pertanyaan. Dan satu memberikan sebuah jawaban yang memberikan sensasi pengharapan kepada nabi yang tertawan. Pertanyaannya tampaknya menyangkut hal yang sangat Daniel perhatikan – pembangunan kembali bait suci Yerusalem “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini…..tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?”  Daniel 8:13. Jawabannya adalah “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.” Daniel 8:14.

Ketika penglihatan berakhir, Tuhan mengirimkan malaikat Gabriel untuk menjelaskan apa arti penglihatan Daniel. Tentang binatang itu ia berkata “Domba jantan yang kau lihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia. Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.” Daniel 8:20,21.

Penjelasan dari urutan kerajaan tidaklah baru bagi Daniel karena penglihatan sebelumnya berhubungan dengan sejarah dunia. Dia kenal baik dengan  Media-Persia dan kerajaan Alexander dari Yunani yang mengikuti Babel. Dia juga telah diberi tahu tentang kerajaan keempat Romawi, dan bagaimana tanduk kecil penghujat akan tampil setelahnya untuk menentang hukum dan pemerintahan Tuhan. Penjelasan Gabriel tentang perkembangan masa depan yang penting kepada Daniel, seorang negarawan. Tetapi perhatian terdalamnya adalah pembangunan kembali bait suci. Dia ingin mendengar lebih banyak tentang akhir kehancuran dan pembersihan bait suci. Dengan cemas dia menunggu malaikat untuk menjelaskan makna dari percakapan samar antara dua orang kudus tadi. Bayangkan kekecewaan ketika Gabriel menepis seluruh masalah dengan kata-kata ini: “Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.” Daniel 8:26.

Begitu besar harapan Daniel dan ia sangat terpukul dengan saran bahwa pembersihan ini di masa depan yang masih jauh dan menjadi “terdiam” atas pemahamannya. Dia menjelaskan tanggapannya: “Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.”  Daniel 8:27.

Perhatikan bahwa hanya bagian pertama dari penglihatan yang mana tidak dijelaskan adalah bagian yang terakhir berurusan dengan tempat kudus. Ini menyangkut jangka waktu 2.300 hari dan pelaksanaan ibadah bait suci yang membebani jiwanya. Jadi Daniel mulai berdoa kepada Tuhan guna memenuhi kerinduannya untuk memahami bagian dari penglihatan itu. Sebagai besar dari pasal 9 diambil dari doa nabi yang sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk mengampuni umat-Nya dari kemurtadan mereka serta pembangunan kembali kota yang tercinta dan bait suci: “sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu…..lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu.” Daniel 9:17,18.

Sementara ia berdoa, Gabriel, “yang telah dilihatnya dalam yang dahulu,” menyentuhnya dan berkata, “”Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti….Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu” Daneil 9:22,23. Penglihatan apa yang diminta kepada Daniel untuk diperhatikan, di mana Gabriel menampakkan diri kepadanya sebelumnya? Dan bagian dari penglihatan mana yang telah ditinggalkan yang belum dijelaskan? Jawaban atas pertanyaan ini jelas. Gabriel berbicara tentang elemen waktu dalam penglihatan dari Daniel 8. Kita sekarang dapat berharap dia untuk menyelesaikan penjelasan tentang 2300 hari, yang mana tempat kudus akan dibersihkan.

Daniel tidak kecewa saat ini. Gabriel segera mulai menjelaskan waktu nubuatan itu.”tujuh puluh minggu telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus” (Terjemahan Literal). Dua fakta penting yang terungkap dalam kata-kata malaikat itu. Kata “ditetapkan” sesungguhnya berarti “dipotong” dalam bahasa Ibrani asli. Tetapi 70 minggu dipotong dari apa? Ingat bahwa ini adalah penjelasan dari percakapan misterius tentang 2300 hari. Jadi 70 minggu dipotong dari permulaan tabel waktu dan diberikan kepada bangsanya Daniel, orang-orang yahudi, untuk tujuan tertentu. Perkataan berikutnya Gabriel mengungkapkan mengapa periode tertentu yang diberikan bagi mereka. “untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.” Daniel 9:24.

Kita segera melihat bahwa semua frase tersebut berhubungan dengan Mesias. Dia harus datang melalui umat pilihan. – bangsa Daniel – 70 minggu adalah masa percobaan pada bangsa Yahudi untuk melihat apa yang akan mereka lakukan dengan Mesias. Dalam rangka untuk memahami kapan masa percobaan ini akan dimulai dan diakhiri, kita harus mempertimbangkan prinsip penting penafsiran nubuatan. Dalam simbol nubuatan, satu hari selalu melambangkan setahun. Dalam Yehezkiel 4:6  Tuhan berkata “Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun” dan perinsip yang sama diulang kembali dalam Bilangan 14:34.

Ini berarti bahwa kita sungguh berurusan dengan jangka waktu 2300 tahun, bukan hari literal. Tidak heran malaikat mengatakan kepada Daniel bahwa hal ini adalah untuk “masa depan yang masih jauh”  Faktanya adalah bahwa penglihatan ini merupakan waktu nubuatan terpanjang di seluruh Alkitab.

Tapi sekarang kita perlu mengetahui kapan bentangan panjang tahun ini dimulai dan berakhir. Karena kita sudah siap apa yang terjadi diakhir – tempat kudus akan dipulihkan (dibersihkan) — dan juga bahwa 70 minggu pertama telah dipenggal untuk masa percobaan Yahudi. Perkataan selanjutnya dari Gabriel mulai menguraikan teka-teki, “Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh minggu; dan enam puluh dua minggu.” Daniel 9:25.

Sekarang kita mempunyai kejadian yang khusus yang menandai permulaan nubuatan. Gabriel menjelaskan bahwa enam puluh sembilan minggu akan berlalu dari pembangunan kembali Yerusalem sampai munculnya Mesias. Di sini permulaan nubuatan 2300 tahun sangatlah jelas. Titik awalnya terkait dengan perintah Artahsasta yang tercatat dalam Ezra 7:12,13: “olehku telah dikeluarkan perintah, bahwa setiap orang di dalam kerajaanku yang termasuk orang Israel awam, atau para imamnya atau orang-orang Lewi, dan yang rela pergi ke Yerusalem, boleh turut pergi dengan engkau.” Konteks penuh dari perintah ini diberikan untuk membangun kembali tembok kota dan bait suci di Yerusalem. Tahun di mana perintah itu secara sejarah dikeluarkan yaitu pada tahun 457 SM.

Dengan sedikit perhitungan sekarang akan terungkap tahun yang sebenarnya Yesus memulai pelayanan-Nya. Malaikat itu telah mengatakan Mesias akan muncul enam puluh sembilan minggu setelah tahun 457 SM. Dengan mengikuti aturan Alkitab satu hari sama dengan satu tahun, akan sampai di angka 483 tahun dan membawa kita ke tahun 27 Masehi. Apakah Mesias muncul pada waktu yang tepat? Kata Mesias artinya “yang diurapi,” dan itu terjadi tepat tahun 27 Masehi.  Yesus menerima pengurapan surga setelah Yohanes membaptis-Nya di sungai Yordan. Roh Tuhan turun keatas-Nya, Ia muncul untuk memulai pelayanan-Nya sebagai yang diurapi Tuhan. Dengan mempelajari nubuatan ini, orang Yahudi dapat mengetahui tahun tepatnya Juru Selamat mereka muncul.

Sekarang kita catat fakta yang sangat menarik ini. Tujuh puluh minggu (atau 490 tahun) telah diambil dari 2300 tahun (hari nubuatan) sebagai tugas khusus untuk orang yahudi, dan enam puluh sembilan minggu (atau 483 tahun) telah diperuntukkan untuk kedatangan Mesias. Dan enam puluh sembilan minggu berakhir di tahun 27 Masehi. Dan satu minggu kemudian (atau tujuh tahun) orang Yahudi diberikan waktu jatuh tempo pada 34 Masehi. Tepat pada tahun masa percobaan berakhir bagi bangsa Israel. Mereka menolak Mesias dan melempari Stevanus dengan batu sampai mati. Dari adegan kemartiran, Saulus bertobat dan diutus sebagai rasul untuk bangsa lain. Ia menyatakan, “kamu menolaknya….Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” Kisah Para Rasul 13:46.

Perhatian khusus sekarang harus difokuskan pada tujuh puluh minggu, rentang tujuh tahun dari baptisan Mesias sampai penolakan bangsa Yahudi. Sebuah peristiwa yang sangat signifikan untuk menandai fokus dari tujuh puluh minggu. Gabriel melanjutkan penjelasannya kepada Daniel dengan menggambarkan kapan Mesias akan disingkirkan. Ia berkata: “Pada pertengahan minggu itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan.” Daniel 9:27 (Terjemahan Literal).

Lewat semua ini kita mengetahui bahwa tirai bait suci robek dari atas ke bawah saat Yesus wafat (Matius 27:50,51), ini mengindikasikan berakhirnya sistem pengorbanan. Bayangan telah bertemu dengan penggenapannya. Anak domba yang sejati telah dikorbankan dan tidak ada lagi bayangan yang diperlukan. Yesus harus disingkirkan di tengah satu minggu terakhir untuk menghentikan sistem pengorbanan. Tidaklah sulit untuk mengetahui bahwa setengah dari tujuh tahun adalah tiga setengah tahun. Dengan kata lain itu persis pertengahan antara 27 Masehi dan 34 Masehi. Apakah Yesus wafat pada saat itu? Ini adalah fakta dalam sejarah bahwa Yesus hidup untuk melayani hanya tiga setengah tahun sesudah baptisan-Nya. Pada tahun 31Masehi Ia disalibkan. Salah satu nubuatan yang terakurat dalam kitab suci! Nubuatan di mana Yang diurapi muncul 483 tahun semenjak perintah untuk membangun kembali Yerusalem keluar.

Beberapa mencoba untuk memisahkan tujuh puluh minggu dari enam puluh sembilan minggu nubuatan sebelumnya. melemparnya ke masa depan dan menuntut kesenjangan 2000 tahun antara enam puluh sembilan minggu dan tujuh puluh minggu. Tidak hanya tidak ada dasar Alkitabiah untuk pesan tersebut. tetapi itu akan membuat hampir tidak berarti pekabaran Mesias yang indah dari nubuatan yang berpusat pada Kristus. Tujuh puluh minggu tidak ada hubungannya sama sekali dengan pengangkatan pra kedatangan Kristus atau pekerjaan antikristus. Sebagai bagian dari tujuh puluh minggu, itu ditandai periode ujian bagi bangsa israel yang menyangkut hubungan mereka dengan Mesias. Tahun ini telah digenapi. Juru Selamat kita disingkirkan di tengah tujuh puluh minggu, dan bangsa Yahudi ditolak sebagai umat pilihan.

 

Pembersihan Bait Suci di Tahun 1844 

Kita mencatat bahwa rentang sisa 1810 tahun membawa kita ke akhir nubuatan 2300. Berakhir pada tahun 1844 Masehi menurut nubuatan Daniel, yaitu waktu di mana bait suci akan dibersihkan. Daniel mengharapkan pelayanan hari raya pendamaian tahunan menandai akan pemulihan bait suci yang di Yerusalem. Tetapi sekarang kita melihat bahwa Gabriel sungguh menempatkan hal ini jauh kedepan. Nyatanya nubuatan itu ditambahkan ratusan tahun setelah kedatangan Mesias.

Tetapi dihadapan kita ada sebuah pertanyaan membingungkan. Bagaimana catatan dosa dibersihkan dari tempat yang maha kudus dari bait suci pada tahun 1844? Sejarah menjelaskan bahwa tidak ada bait suci duniawi yang ada pada waktu itu. Bait suci telah dihancurkan pada akhir tahun 70 Masehi. Memang benar, tetapi ada bait suci lain selain bait suci duniawi. Tentunya Musa meniru bait suci dunia dari gambaran yang ada di surga. Inilah kemah suci yang sebenarnya. Sama nyatanya dengan salinan dua ruangan yang telah dibuat bangsa Israel di padang gurun. Jadi bait suci surgawilah yang akan dibersihkan tahun 1844.  Menurut tipe atau bayangannya. Imam besar harus menyelesaikan pendamaian terakhir atau pekerjaan penghakiman selama kunjungan penuh khidmat ke dalam bilik maha suci. Dan penggenapannya membutuhkan imam besar yang sejati, Yesus, untuk melakukan hal yang sama dalam bait suci Surgawi.

kitab Ibrani menyakinkan kita bahwa semua yang membayangi bait suci duniawi harus dibawa ke dalam bait suci surgawi melalui imam besar surgawi. “Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.” Ibrani 8:1,2.

Di sini ada pertanyaan penting: Apakah layanan yang ditetapkan dalam tempat kudus dunia berhubungan dengan pekerjaan Yesus akan ditunjukan di bait suci sejati surga? Kitab Ibrani menjelaskan para imam lewi, bagaimana “pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: Ingatlah,…” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.” Ibrani 8:5.

Di sini penulis yang diinspirasikan menjelaskan mengapa Tuhan menyuruh Musa untuk berhati-hati menyalin gambaran yang dibukakan di atas gunung. Pelayanan bait suci duniawi adalah “contoh dan gambaran” dari pelayanan Kristus di hadapan Bapa. Dengan mengamati pekerjaan imam dalam dua ruangan bait suci di dunia, manusia dapat mengerti pekerjaan pengantaraan khusus dari Kristus setelah Dia terangkat kembali ke Surga. Dalam Ibrani 9:1-10 kita membaca banyak rincian bagaimana pelayanan harian dan pelayanan pembersihan setahun sekali yang dirasakan di bait suci dunia yang mana adalah model dan bayangan dari surga. Di sini setelah menjelaskan masuknya imam besar ke bilik maha suci pada hari pendamaian, Paulus menulis: “Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.” Ibrani 9:8.

Jelas ayat ini berbicara bahwa pelayanan Kristus di bait suci surgawi yang benar hanya dapat dimulai setelah bait suci duniawi digenapi, ini adalah peran khusus seperti contoh dan gambaran. Ketika Dia terangkat, Yesus masuk ke ruangan pertama dari bait suci surgawi sebagaimana dibuktikan oleh penjelasan Yohanes Dia berjalan di antara kaki dian (Wahyu 1:13). Inilah contoh penggenapan dari pelayanan di bilik suci yang di surga. Ketika Dia masuk ke dalam bilik suci surgawi, Ia tidak membawa darah anak domba atau kambing, “tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.” Ibrani 9:12.

Tapi persis seperti Dia memenuhi tipe pelayanan sehari-hari di tempat kudus, Kristus juga harus memenuhi contoh tempat perantaraan maha kudus. Paulus menulis: “Dan Ia bukan masuk berulang kali mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” Ibrani 9:25-28.

Jangan mengabaikan hubungan dari kata “penghakiman” dengan apa yang Yesus lakukan di bilik maha suci. Dia tidak perlu pergi setiap tahun tetapi hanya sekali “pada zaman akhir.” pekerjaan pembersihan tempat kudus surgawi dari catatan dosa adalah mutlak diperlukan untuk menggenapi bayangan dari bait suci duniawi – tipe Hari pendamaian. Pernyataan Alkitab mengenai hal ini tegas dan tak terbantahkan. “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda surgawi sendiri oleh persembahan yang lebih baik dari pada itu. Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Tuhan guna kepentingan kita.” Ibrani 9:22-24.

Apa yang perlu dilakukan? Bahwa pola di surga harus dibersihkan, seperti bait suci dunia itu dibersihkan. Tapi dibersihkan dari apa? Catatan dosa, tentu saja. Catatan yang dibuat dalam Kemah Suci duniawi melalui darah yang dipercikkan. Hal ini dibuat di tempat kudus surgawi melalui kitab-kitab yang dijelaskan dalam adegan penghakiman besar Wahyu 20:12, “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.”

Kapan catatan bait suci duniawi dibersihkan? Pada hari raya pendamaian tahunan, atau Yom Kippur, dan itu disebut sebagai hari raya besar penghakiman. Kapan bait suci surgawi dibersihkan? Ini mulai dibersihkan ketika Kristus imam besar kita berpindah dari bilik suci ke bilik yang maha suci di bait suci surga. Kapan nubuatan menunjukkan bahwa pembersihan ini akan terjadi? “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.” Daniel 8:14. Tanpa keraguan kita telah membuktikan bahwa 2300 hari / tahun nubuatan berakhir pada tahun 1844 M. Sejak tahun itu kita hidup pada waktu penghakiman. Yesus telah memasuki tempat pelayanan-Nya dibilik maha suci. Dan catatan hidup setiap orang harus datang untuk diperiksa selama waktu penghakiman.

Seseorang mungkin bertanya mengapa penghakiman pra-kedatangan tersebut diperlukan. Mengapa Paulus menyatakan bahwa. “Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di surga haruslah ditahirkan secara demikian?” Karena catatan dosa harus diperiksa untuk menentukan siapa yang akan diselamatkan. Ingat bahwa “Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” Pengadilan pemeriksaan ini harus dilakukan sebelum Dia datang untuk menjalankan kalimat tersebut. Pada kedatangan-Nya orang fasik mati terbunuh oleh terang kemulian-Nya. Sebuah pemisahan dibuat antara yang selamat dan hilang pada saat itu. Jelas, kitab-kitab harus diselidiki sebelum waktu itu untuk menentukan siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang hilang.

Ketika Yesus meninggalkan bilik maha kudus. Pendamaian terakhir telah dibuat. Pintu kasihan telah ditutup untuk dunia. Sama seperti itu tertutup untuk orang Yahudi pada hari raya Pendamaian setelah imam menyelesaikan pekerjaannya di bait suci dunia. Kemudian Kristus akan mengesampingkan pakaian imam-Nya dan mengenakan jubah raja-Nya. Kemudian keputusan itu dikeluarkan, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran……Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” Wahyu 22:11,12.

Kristus yang “hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang…..untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka.” Pada saat itu, Dia tidak akan membawa dosa kita. Pekerjaannya sebagai Pengantara akan berakhir, dan Dia akan datang “tanpa menanggung dosa” untuk membawa upah-Nya dan melaksanakan keputusan yang telah ditentukan.

Lalu apa yang menjadi pekerjaan Kristus sejak 1844? Daniel menggambarkan adegan dramatis itu dalam perkataan ini: “Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.” Daniel 7:9,10.

Anda dan aku tidak akan hadir secara pribadi sementara fase penyelidikan dari penghakiman berlangsung. Itu semua dilakukan dari kitab-kitab. Hal ini terjadi sekarang. Segera – sangat segera – kasus terakhir akan dipertimbangkan, catatan terakhir dari dosa dihapuskan dari kitab perbuatan. Kemudian, penyelidikan hanya dapat berfokus pada kitab kehidupan, “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” Wahyu 20:15. Daniel menyatakan, “Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.” Daniel 12:1.

Ada adegan yang lebih dramatis di seluruh Alkitab daripada ini tentang penjelasan ruang sidang di Daniel 7. Kemegahan luar biasa dari takhta  Bapa dan orang yang dimuliakan mengadakan pembukaan kitab-kitab dan penghakiman. Beribu-ribu malaikat yang berdiri sebagai saksi. Kemudian pada ayat 13, pembela dibawa untuk mewakili mereka yang catatannya akan diperiksa. “Aku terus melihat….seorang seperti anak manusia; datang… kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.” Daniel 7:13. Semua nama akan diperiksa. Semua yang telah melayani untuk Kristus dan namanya tertulis dalam kitab kehidupan. Paulus menulis tentang rekan kerja setia itu sebagai orang “yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.” Filipi 4:3. Yohanes membuatnya sangat jelas bahwa kitab-kitab lain juga disimak, “Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” Wahyu 20:12.

Di sini kitab-kitab dari catatan kehidupan semua orang yang mengakui keselamatan dari Kristus. Dari manusia pertama yang meninggal sampai yang hidup terakhir sebelum penutupan pintu kasihan, pengakuan kita dibandingkan dengan catatan kata-kata, pikiran, dan perbuatan. Guru Besar itu sendiri berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” Matius 7:21.

Sekarang kitab-kitab diungkapkan dengan ketepatan yang mengerikan apakah dosa telah diakui dan diampuni. Mereka yang telah menerima Kristus dalam seluruh kepenuhan-Nya keselamatan oleh iman dan pembersihan telah ditulis dalam kitab-kitab sebagai diampuni. Dalam pekerjaan penebusan akhir itu catatan dosa sekarang harus dihapuskan dan nama mereka dipertahankan dalam kitab kehidupan, atau nama mereka harus dihapuskan dari kitab kehidupan dan dosa-dosa mereka tertahan dalam kitab perbuatan. Yohanes menulis, “Barangsiapa menang….Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan.” Wahyu 3:5.

Mari kita membayangkan awal penghakiman berfokus pada Habel, orang setia pertama yang mati di antara manusia. Ketika namanya dinilai, catatan dosa-dosanya terpapar dalam kitab-kitab, tetapi masing-masing ditemukan kata “diampuni.” Habel memiliki iman dalam Penebus yang akan datang dan menunjukkan imannya dengan membawa seekor anak domba untuk korban penghapus dosa. Yesus Sang pembela, berdiri di hadapan Bapa, merentangkan tangan-Nya, dan menunjukkan darah-Nya atas nama Habel yang setia. Catatan atas dosa-dosanya dihapuskan dari kitab dan namanya dipertahankan dalam kitab kehidupan.

Nama berikutnya yang disebut mungkin saja Kain, yang juga membuat pengakuan iman kepada Juruselamat. Dosanya juga dicatat dalam kitab perbuatan, tetapi tidak ada catatan pengampunan dosa-dosa disampingnya. Kain tidak menunjukkan iman dalam penggantian ilahi. Alih-alih seekor anak domba, ia membawa buah dari kebunnya, dan “tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” pengantara rindu untuk melangkah maju atas nama Kain, tetapi Dia tidak bisa memohon darah-Nya bagi orang yang mencari penerimaan melalui cara lain selain kematian penebusan pengganti. Dengan sedih, nama Kain ini dihapuskan dari kitab kehidupan dan dosa-dosanya tetap ada dalam kitab perbuatan.

Pembersihan bait suci surgawi ini telah berlangsung sejak 1844 dan akan berlanjut sampai Imam besar berdiri dan memproklamasikan, “barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Pada saat itu nasib semua orang baik yang hidup maupun mati, akan ditutup dan menetap atas dasar penilaian tersebut.

Apa seharusnya sikap kita dalam waktu khusus ini ketika kasus kita sedang tertunda di pengadilan surgawi besar? Selama hari raya pendamaian di israel adalah waktu untuk perenungan jiwa, berdoa, berpuasa dan penyelidikan hati. Tentunya semangat ini harus menjadi ciri khas semua orang hari ini yang menyadari bahwa kita hidup di penggenapan hari Pendamaian. Korban penebusan sempurna telah dibuat oleh kematian Yesus. Sebuah pengampunan lengkap telah diberikan oleh Imam Besar kita yang setia sejak Ia naik kembali ke surga. Pelayanan itu berlanjut hingga saat ini. Namun sejak 1844 Pekerjaan penghakiman telah dialihkan dalam bilik maha kudus yang mempengaruhi setiap kita. Dalam pembersihan bait suci, hanya dosa-dosa yang diakui dan diampuni yang dapat dihapuskan. Iman dalam darah saja yang akan membawa pada pembenaran dan pembebasan. Pengacara kita tidak pernah kalah dalam sebuah kasus.

Dia berjanji untuk membersihkan catatan Anda dan saya di hadapan alam semesta, tetapi Dia hanya dapat menerima kasus bagi mereka yang memiliki iman dalam darah Anak Domba yang sejati. “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibrani 4:14-16.

Sungguh sebuah rasa aman dan penyemangat untuk mengetahui bahwa Sang Pengantara sungguh di pihak kita, melayani dalam pembelaan kita dan untuk pembenaran kita. Karena Dia pernah menjadi manusia di dunia ini, dengan sifat manusia kita, Dia mampu merasakan penggodaan dan tekanan kita. Marilah kita bersukacita dalam kebenaran mulia kita telah belajar tentang Pembela kita yang perkasa yang mana “hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara kita.” dan yang juga, pada saat ini, mungkin menyatakan manfaat darah penebusan-Nya untuk menghapuskan dosa-dosa Anda atau saya. Juruselamat, Pembela, dan Sahabat kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *