Dosa dalam Nama Kristus

Blog AFI


Blog_SinInNameDengan semua tanda-tanda kuasanya seorang pemimpin sekte, Victor Barnard, mantan ketua persekutuan River Road di Finlayson, Minessota, telah menyembunyikan diri. Dia didakwa dengan 59 tuduhan perilaku seksual kriminal terhadap anak di bawah umur. Saat beberapa peniup peluit mulai berbagi cerita tragis pelecehan mereka, polisi dihubungi dan Barnard melarikan diri.

Rasa malu, rasa bersalah, ancaman, dan banyak pemutarbalikkan teologi digunakan oleh kepala kultus rahasia ini sebagai alasan perilaku yang mengerikan itu. Pemimpin berkharisma itu bahkan mengatakan pada korbannya yang masih di bawah umur, yang dia sebut “gadis-gadis,” bahwa pelecehan itu adalah caranya menunjukkan kepada mereka kasih Tuhan.

Sungguh susah dipercaya banyak orang, termasuk para orang tua anak-anak tersebut, dapat dibawa tersesat begitu jauh dan mengabaikan tindakan kriminal ini. Banyak yang hidup dalam penyangkalan dan yang lainnya mengabaikan apa yang mereka tahu atau menuduh mereka yang melontarkan keluhan sebagai pembohong. Bahkan istri Barnard sendiri tampaknya tidak peduli atau menyetujui apa yang sedang terjadi.

Kisah-kisah seperti ini mungkin salah satu alasan mengapa Kristus memperingatkan kita di hari-hari akhir, “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Matius 24:4,5). Dia kemudian menambahkan, “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang” (Matius 24:11). Masalah penyesatan bukanlah masalah kecil.

Orang yang tertipu masuk sekte-sekte tertipu untuk mempercayai seorang pemimpin yang mengaku sempurna akan pemahamannya mengenai kitab suci. Mereka sering kali terpikat oleh hasrat untuk pengetahuan tersembunyi dan interpretasi-interpretasi yang baru. Alih-alih berbagi pemikiran atau melakukan pendalaman Alkitab pribadi, orang di kelompok-kelompok yang menekan ini membiarkan seseorang berpikir untuk mereka semua. Biasanya mereka tidak dizinkan untuk melihat literatur dari luar. Para anggotanya tidak dapat berdiri terhadap pemikiran-pemikiran yang datang dari orang elit ini atau kaum dalam tanpa dipermalukan atau dilecehkan.

Mengikuti dengan buta, mereka dibawa kepada kegelapan yang lebih mendalam.

Alkitab katakan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia” (1 Yohanes 4:1). Orang-orang Berea dipuji oleh Paulus. Perhatikan kenapa alasannya: “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian” (Kisah Para Rasul 17:11).

Orang Kristen yang benar tidak seharusnya membiarkan seseorang untuk mendikte kepercayaan mereka (Markus 7:7), mereka juga tidak akan mengizinkan tekanan mengalahkan mereka (Wahyu 22:17). Sekte-sekte menyangkal kebenaran kunci bahwa Yesus adalah Putra Tuhan yang ilahi (Efesus 2:8). Ini hal yang menyedihkan tetapi benar bahwa dalam nama Kristus banyak orang tertipu mengikuti sebuah jalan yang membawa menuju kematian dan kehancuran. Marilah kita tetapkan pandangan kita hanya pada Yesus di masa dimana penyesatan-penyesatan semakin merajalela (Yohanes 8:32).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *