Fantasi, Omong Kosong dan Kebenaran

Hidup Baru

 


Bill dibesarkan di sebuah keluarga Kristen baik-baik. Sejak kecil dia mengikuti gereja hari Minggu dan dibaptiskan sekitar umur 11 tahun. “Saya sangat serius dengan iman saya sampai umur 15 tahun”, katanya. “Dan saya suka bepergian dengan teman-teman saya di gereja.”

Seiring Bill menjauh dari gereja, orang tua nya malah mendekat kepada gereja. Pada umur 16 dia sama sekali tidak tertarik dengan gereja dan mengatakan kepada ayah nya bahwa dia tidak akan ke gereja lagi. Lalu dia dihukum berat namun tetap pada pendirian nya. “Saya menjauh dari gereja selama 40 tahun,” jelas nya. “Saya menyebutnya 40 tahun di padang belantara.”

 

 

Tepat setelah dia tamat SMA, dia bergabung dengan Angkatan Laut di umur 17 tahun. “Saya merokok, mabuk, dan segera mengenal perempuan. Kemurtadan nya berlanjut, menyebabkan pelebaran celah antara dirinya dan Tuhan. Dia mulai bereksperimen dengan ganja, kokain, amphetamin, dan apa pun yang ada disekitaran pesta.

Di umur 20-an, Bill menyimpulkan bahwa dirinya adalah seorang agnostik. “Saya menolak menyebut diri saya ateis.” Dia memutuskan untuk hidup tanpa rasa bersalah. “Saya percaya dengan evolusi dan mulai membaca tentang agama timur. Saya diyakinkan bahwa tidak ada baik dan jahat.” Dia percaya bahwa “perilaku belas kasihan” yang dilakukan orang-orang adalah ter motivasi dari diri sendiri dan kenikmatan dari perasaan positif datang dengan melakukan perbuatan baik.

Kemudian muncul peristiwa 9 September 2001. Perilaku terorisme itu meyakinkan Bill bahwa ada setan yang menyutradarai peristiwa tersebut. Dia masih menolak gagasan tentang Tuhan, tetapi akhirnya dia harus mengakui, jika ada setan maka harus ada Tuhan. Namun tetap dia menaruh pemikiran itu dengan tersembunyi.

Pada Mei 2017, ayah Bill meninggal setelah dua tahun sakit. Hal itu sangat mengguncangkan dia. “Saya mengasihi dan menghormati ayah saya meskipun kami berselisih mengenai gereja beberapa tahun lalu.” Stress akibat kejadian ini sangatlah hebat. Dia merasa hidupnya tanpa tujuan. Dia memiliki pekerjaan yang baik sebagai administrator database tetapi dia berpikir, “seratus tahun dari sekarang, semua ini tidaklah berguna.” Jadi dia mencoba mengundurkan diri lalu berhenti dari pekerjaan nya.

Selama waktu ini, istri Bill mulai menghadiri gereja hari Sabat. Dia meyakinkan suami nya untuk mau menghadiri satu kali gereja. Bill mengakui, “selama saya di gereja saya berpikir bahwa ini semua hanyalah sekumpulan fantasi dan omong kosong.” Istri nya tahu bahwa dia percaya kepada teori evolusi, hingga dia menemukan sebuah buku kecil di rak literatur gereja mengenai penciptaan dan evolusi. Dia meminta Bill untuk membaca nya. Dan Bill berjanji untuk membaca nya.

Satu hari, tidak lama setelahnya, Bill berjuang melawan keputusasaan dan mengambil buku kecil yang diberikan istri nya dan mulai membaca. “Saya mulai tertarik,” imbuh nya. “Saya tidak pernah mendengar sebuah argumentasi cerdas menentang evolusi. Saya hanya sering diberitahu untuk memiliki iman. Tapi saya tidak bisa mengambil lompatan iman yang sama sekali menentang logika.” Dia terus membaca. Kemudian dia menyadari sebuah alamat situs dibagian belakang: www.amazingfacts.org. Bill memutuskan untuk memeriksa nya.

Lalu segera dia mengikuti seri Amazing Facts Bible Study Guides. “Saya sangat kagum, namun berhati-hati.” Dia menghubungi ibu nya untuk menanyakan sebuah alkitab lebih yang bisa dikirimkan kepadanya. “Istri saya seorang pemellihara Sabat dan ibu saya seorang pemelihara Minggu,” imbuh nya. “Saya ingin membandingkan Alkitab untuk melihat adakah perbedaan nya.”

Ketika dia mendengarkan khotbah online, Pendeta Doug mengajak pendengar untuk membuka sebuah halaman tertentu di alkitab. Bill memeriksa alkitab ibu nya dan terkagum menemukan bahwa itu adalah halaman yang sama yang dikatakan Pendeta Doug. Kemudian Bill menghadiri seminar nubuatan di sebuah gereja pemelihara Sabat dan kembali membandingkan alkitab yang dia peroleh dengan alkitab ibu nya. “Sekali lagi, nomor halaman nya sama.” Bill merasakan bahwa Tuhan berbicara ke dalam hati nya.

Titik balik sesungguhnya datang kepada Bill saat dia mendengar Pendeta Batchelor berkhotbah mengenai neraka. “Itu adalah pelajaran yang membukakan mata yang pernah saya dengar,” imbuh nya. “Saya tidak pernah dapat membayangkan Tuhan akan menghukum seseorang selama-lama nya karena dosa di waktu hidup nya yang singkat.”

Bill menyelesaikan seri Amazing Facts Bible Study Guides dan dibaptiskan di sebuah gereja pemelihara Sabat di Arizona dimana dia melayani sebagai seorang diakon. “Saya tidak pernah sebahagia ini dalam hidup saya.” Dari seorang agnostik yang tak bahagia menjadi seorang percaya yang bersemangat, Tuhan memimpin Bill secara ajaib dari fantasi dan omong kosong kedalam kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *