Halloween dan Orang-orang Kristen

  • 0

Halloween dan Orang-orang Kristen

Tags : 

orang kristen

Setiap tahun pada tanggal 31 oktober , saya dan saudara laki-laki saya mengenakan pakaian untuk Halloween dan pergi untuk menjebak orang-orang disekitar saya. Kami tidak pernah berpikir hubungannya dengan setan atau penyembahan kepada orang mati dengan perayaan tahunan ini. Saya berpikir bahwa orang tua saya ingin agar kami memiliki sedikit kesenangan. Kemungkinan kerusakan terbesar dalam hidup kami berasal dari semua makanan cepat saji (junk food) dan permen yang kami kumpulkan dari tetangga-tetangga.

Tetapi seiring berjalannya waktu dan setelah saya menikah dan memulai kehidupan keluarga saya sendiri, saya mulai bertanya tentang pertumbuhan “kejahatan” yang saya liat dalam acara ini. Beberapa tahun yang lalu saya berhenti di suatu toko yang menjual peralatan untuk Halloween , saya mengantri untuk mengambil sebuah topi berbentuk segitiga kerucut. (saya berencana untuk menggunakannya di sebuah gereja dimana saya diminta untuk membaca “The Midnight Ride of Paul Revere.”)

Ketika saya berjalan di dalam toko Halloween itu, sangat menakutkan! Tidak ada disekitar saya yang suci, manis, penuh dengan kebajikan, dan patut dipuji (baca Filipi 4:8).

Kemudian saya mulai membaca tentang asal usul Halloween. Ini sangat membuat saya berpikir dan bertanya, apa yang orang Kristen lakukan? Haruskah kita menutup pintu kita pada saat Halloween dan mematikan lampu teras dan tidak menghiraukan yang terjadi dengan tetangga kita? Apakah yang sesuai untuk menyediakan cara lain di gereja (seperti festival panen atau malam sosial)? Mungkin kita harus membuka pintu kita untuk anak-anak dan berikan mereka sesuatu yang sehat (dari pada permen) bersamaan dengan bahan cetakan Kristen. Bagaimana seorang Kristen bisa berada di dunia dan bukan dari dunia pada tanggal 31 Oktober?

Ada lima petunjuk yang dapat menolong Anda untuk melewati liburan tahunan:

1. Ikuti Alkitab. Ajarkan anak-anakmu dengan terus terang dan jelas bahwa alkitab tidak menyetujui beribadah atau menghormati orang yang mati. Asal mula Halloween berasal dari kepercayaan kekafiran Samhain, dalam memiliki sebuah perayaan untuk orang mati atau upaya yang dilakukan gereja Kristen untuk menghormati orang-orang kudus yang telah mati atau berdoa untuk orang mati yang belum cukup untuk membuatnya ke surga. Alkitab jelas menyatakan tentang orang yang sudah mati (baca Yesaya 8:19, 20) tidak ada orang Kristen yang dapat merayakan Halloween.

2. Bagikan iman mu dimana saja jika memungkinkan. Yesus mendorong murid-muridnya untuk “berada di dunia” tetapi tidak “berasal dari dunia” ini tidak selalu mudah. Banyak orang Kristen merasa terdorong untuk membagikan iman mereka kepada tetangga-tetangga pada saat Halloween. Dari pada membiarkan pada saat anak-anak berkunjung ke rumah mereka, mereka membuka pintu mereka untuk berbagi sesuatu yang tepat untuk membimbing mereka kearah Yesus dan Alkitab. Gantinya permen, satu keluarga memberi labu-labu miniatur juga sebuah selebaran yang bermanfaat.

3. Membuat batasan yang jelas. Memutuskan, berdasarkan dari ayat alkitab, apa yang kamu pilih untuk lakukan pada saat Halloween. Belajar dan berdoa dengan sungguh-sungguh dan ikuti apa yang Roh Kudus katakan. Beberapa aktivitas di Halloween adalah hal yang aneh dimana orang Kristen tidak terlibat didalamnya: menonton film horror, memakan banyak junk food, bermain lelucon yang menyakiti orang, menceritakan cerita yang menakutkan, atau mengunjungi atraksi-atraksi berhantu.

4. Menyediakan alternative yang sesuai. Ketika anak-anak kita masih kecil, gereja kita berusaha untuk membimbing orang menjauhi dari aktivitas tradisi Halloween kepada sesuatu yang lebih baik. Anak-anak datang untuk bersosial di gereja dan belajar tentang binatang-binatang dan mendengar cerita interaktif tentang Nuh dan Bahteranya. Bahkan orang tua dari yang bukan pemelihara hari sabat berterimakasih atas pilihan untuk anak-anak yang mau keluar dan mengumpulkan permen atau berpakaian dengan kostum yang mengerikan atau menghadiri acara-acara di sekolah umum.

5. Menahan diri dari roh suka menghakimi. Mungkin teman Kristen anda berusaha untuk bagaimana menangani Halloween. Mungkin mereka belum jelas atau yakin dengan apa yang anda lakukan khususnya dengan anak-anak. Menjangkau mereka dengan marah atau roh yang suka mengkritik tidak akan menolong mereka. Daripada menuduh orang tua, mengapa tidak mengundang beberapa keluarga ke dalam rumahmu, belajar alkitab berdasarkan usia, penyegaran, dan bermain pembangunan keluarga. Buat itu pada waktu kebaktian dan perkumpulan dan tekankan sebagai orang Kristen satu-satunya hal yang kita sucikan adalah nama dari Bapa kita di surga yang Yesus ajarkan kepada siapa kita harus berdoa. “dikuduskanlah nama Mu” (Matius 6:9)

Halloween secara jelas bukanlah hari yang orang Kristen harus rayakan. Yah beberapa orang Kristen yang baik hati percaya itu dapat menjadi kesempatan untuk mengajar orang tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika manusia meninggal. Bagaimanapun anda harus menangani liburan yang meragukan ini di rumah anda, mengapa tidak memastikan bahwa setidaknya anda mengambil waktu untuk membagikan imanmu, menyembah Tuhan yang hidup bersama dengan keluargamu, atau ikut berpartisipasi di dalam komunitas perkumpulan dengan gerejamu. Mungkin dengan pertolongan Tuhan, untuk mengubah sesuatu yang berarti untuk iblis ke dalam sesuatu yang mengarahkan orang lain kepada kebenaran tentang hidup, mati, dan Bapa yang di surga!


Leave a Reply

Pencarian

Kategori