HIKMAT MEMBERI KEHIDUPAN

Renungan Harian

Bertumbuh dalam Hikmat dan Pengetahuan

Beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. Penggkhotbah 7:12

Menunjuk pada jalan keselamatan, Alkitab adalah penuntun kita menuju hidup yang lebih tinggi dan lebih baik.

Memalingkan diri dari Firman Allah lalu beralih pada tulisan orang-orang yang tidak diilhami Tuhan, pikiran menjadi kerdil dan rendah. Tulisan itu tidak bersangkut-paut dengan prinsip kebenaran yang dalam, luas dan kekal. . . .

Pekarjaan setiap guru, setiap orang tua, haruslah mengikat pikiran anak-anak dan orang-orang muda atas kebenaran yang mulia dari Firman yang diilhamkan itu. lnilah pendidikan panting untuk hidup sekarang ini, dan hidup yang akan datang. Tetapi jangan salah tanggap bahwa berbuat demikian menghalangi kita mempelajari ilmu pengetahuan atau merendahkan pendidikan. Pengetahuan akan Allah adalah setinggi langit dan seluas alam semesta. Tidak ada suatupun yang begitu mengagungkan dan menguatkan selain dari pada mempelajari pokok penting mengenai hidup kita yang kekal. Biarlah orang-orang muda berusaha memegang teguh kebenaran-kebenaran yang dikaruniakan Allah ini, dan pikiran mereka akan berkembang dan bertambah kuat dalam usaha ini. Hal itu akan membawa setiap murid yang melakukan Firman itu ke dalam pengertian yang lebih Iuas dan menyimpan untuk dirinya suatu kekayaan pengetahuan yang tidak akan binasa.

Hanya di dalam Firman Allah kita mendapat suatu catatan tentang kejadian. . . . Hanya di dalam Firman inilah kita dapat menemukan sejarah tentang manusia yang tidak bercela dengan prasangka atau kesombongan manusia. . . . Di sinilah kita berhubungan dengan para leluhur dan nabi-nabi serta mendengar suara Yang kekal sebagaimana Ia berbicara dengan manusia. Di sinilah kita memandang Raja Sorga, sebagaimana Ia merendahkan diriNya menjadi pengganti dan jaminan kita, untuk mengalahkan sendiri kuasa-kuasa kegelapan dan mendapat kemenangan demi kepentingan kita. Renungan yang suci tentang pokok-pokok ini akan berhasil menghaluskan, menyucikan, dan mengagungkan hati, dan pada saat itu pula mengilhami pikiran dengan tenaga dan kekuatan yang baru.

Hidupku Kini, hal. 109

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *