Keadaan Alkitab

Blog AFI

state-of-the-bible-large

Menurut American Bible Society di tahun 2016 “Keadaan Alkitab” diberitakan bahwa kebanyakan orang Amerika senantiasa memegang dan menjunjung tinggi Alkitab. Setidaknya 80 persen orang menganggap Alkitab sebagai media literatur yang suci yang layak bisa diakui, dan 75 persen orang percaya Alkitab adalah sebenarnya Firman Allah yang diilhamkan. Suatu penemuan yang menarik, sementara hanya sepertiga orang membaca Alkitab setidaknya sekali seminggu, dan 62 persen orang lebih sering membacanya.

Sekilas, keadaan Alkitab di Amerika tampaknya cukup baik, bukan? Anda mungkin akan terkejut dengan statistik ini yang terdengar mengesankan. Tetapi jika Anda membaca koran harian atau sekedar melihat-lihat acara sehari-hari di lingkungan Anda sendiri, Anda sering melihat kesenjangan besar antara apa yang orang katakan tentang Alkitab dan bagaimana mereka berperilaku. Bagaimana bisa sebuah bangsa yang sebagian besar menyatakan beriman pada Alkitab menjadi begitu dikuasai dengan kejahatan, amoralitas, korupsi, dan tidak adanya kesopan-santunan?

Malahan bisa jadi tidak mengejutkan bagi Anda mendengar bahwa sejumlah orang Amerika yang menganggap Alkitab sebagai “buku cerita yang ketinggalan jaman ajaran dan nasihatnya” telah meningkat naik selama enam tahun terakhir dari 12 persen menjadi 22 persen. Tapi apakah itu cukup menjelaskan perbedaan antara tempat yang mulia yang dialami Alkitab di Amerika dan kerusakan moral yang kita lihat di sekitar kita?

Mungkin jawaban terbaik sekarang, kita memandang kepada Yesus, yang mengatakan, ” Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. ” (Matius 15: 8). Titik poin memberitakan Keadaan Alkitab bukanlah persentase yang mengatakan mereka percaya pada Alkitab dengan bibir mereka; itu adalah angka yang rendah dari setiap orang yang benar-benar membaca dan hidup oleh Alkitab mereka. Ini adalah bentuk kesalehan yang formalitas belaka.

Apakah Alkitab benar-benar tidak mengubah kehidupan manusia?

Sama sekali tidak! Dan inilah kuncinya. ” Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. ” (Yakobus 1:22 Beginilah cara Anda mengenal orang-orang yang bersaksi tentang perkara diatas dan bagi mereka yang hidup hal–“Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. ” (Wahyu 14:12).

Cara menjunjung tinggi Alkitab adalah dengan membaca dan hidup oleh Firman. ” Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” (Yakobus 1:21).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *