renungan

KEINDAHAN ALAM

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Jalan Manuju Kabahagiaan yang Terbuka Lebar

Besar perbuatan-perbuatan Tuhan. Layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya . . . Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikanNya peringatan. Mazmur 111: 2-4.

Allah, yang telah menjadikan taman Eden begitu indah sebagai tempat nenek moyang kita yang pertama. juga telah memberi pohon-pohon yang besar, bunga-bunga yang permai, dan sagala perkara yang elok di alam demi kebahagiaan kita.

Ke mana saja kita menoleh tampaklan peninggalan-peninggalan keindahan yang semula. Ke mana saja kita pergi kita mendengar suara Allah dan melihat hasil pekerjaan tanganNya. . . .

Beribu-ribu suara alam berbicara memuji Dia. Kita memandang kemuilianNya di bumi, di udara dan di langit, dengan aneka warna yang menakjubkan, yang indah permai atau yang berpadu dan serasi penuh kelembutan. Bukit-bukit yang abadi menceritakan kemuliaan-Nya kepada kita. Pohon-pohon yang daunnya hijau bergoyang di terang sinar matahari, mengarahkan pandangan kita ke atas, kepada

Khalik yang menjadikannya. Kembang kembang yang menghias dunia ini dengan keindahan mereka membisikkan kepada kita tentang Eden dan memenuhi diri kita dengan kerinduan atas kaindahannya yang tidak Iayu itu. Dedaunan hijau yang hidup yang menutupi permukaan bumi yang berwarna coklat mencentakan kepada kita tentang penjagaan Allah bagi makhluk ciptaanNya yang paling hina sekalipun.

Gua-gua laut, dan dalamnya bumi, menyatakan kekayaannya. la yang meletakkan permata-permata di laut dan batu-batu nilam dan krisalit di antara batu-batu, adalah seorang pencinta keindahan. Matahari yang muncul di langit adalah wakil Dia, yang merupakan terang, dan yang memberi hidup kepada yang dijadikanNya. Segala yang terang dan indah menghiasi bumi dan yang menerangi langit menceritakan tentang Allah.

Sementara kita menikmati pemberian ini, akankah kita lupa pada Si Pemberi itu? Biarlah semuanya itu menuntun kita untuk merenung-renungkan kebaikan dan kasihNya. Biarlah segala sesuatu yang indah di dalam rumah kita yang di dunia mengengatkan kita akan air yang jerinih seperti hablur, ladang-ladang yang hijau, ponon-pohon yang tergoyang dan mata air hidup, kota yang terang benderang, dan rombongan penyanyi yang berjubah putih yang di sorga yang tidak seorang pelukis pun dapat melukiskannya, dan lidah seorang manusia fanapun tak dapat menggambarkannya.

Hidupku Kini, hal. 177


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *