KESATUAN DALAM KEANEKARAGAMAN

Renungan Harian

alkitab-diilhami-300x180“Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” 2 Petrus 1:21

Ada keanekaragaman pada sebatang pohon, jarang ada dua daun yang tepat sama. Namun keanekaragaman ini menambah kesempurnaan pohon itu secara utuh.
Mungkin kita bertanya, dalam Alkitab kita, mengapa Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes dalam Injil-injil itu, Kisah Para Rasul, dan bermacam-macam penulis dalam surat-surat kiriman, perlu mengulang-ulangi hal yang sama?

Tuhan memberikan firmanNya dengan cara yang Ia inginkan. Ia memberikannya melalui para penulis yang berbeda-beda, masing-masing memiliki kepribadiannya sendiri, walaupun mengulangi sejarah yang sama. Kesaksian-kesaksian mereka dipadukan dalam satu buku, dan sama dengan kesaksian-kesaksian dalam suatu pertemuan social. Kesaksian-kesaksian itu tidak menyatakan perkara-perkara dalam gaya yang sama. Masingn-masing memiliki pengalamannya sendiri, dan keanekaragaman ini memperluas dan memperdalam pengetahuan yang dibawakan untuk memenuhi keperluan pikiran yang berbeda-beda. Pemikiran-pemikiran yang diungkapan tidak mempunyai seperangkat keseragaman, seakan-akan dibuang dalam cetakan besi, membuat monoton pendengaran. Dalam keseragaman seperti itu aka nada kerugian kasih karunia dan keindahan khusus.
Pencipta semua gagasan dapat memberi kesan kepada pikiran yang berbeda-beda dengan pemikiran yang sama, tetapi masing-masing dapat mengungkapkannya dengan cara yang berlainan, namun tidak bertentangan. Kenyataan bahwa perbedaan ini ada tidak boleh membingungkan atau mengacaukan kita. Adalah jarang bahwa dua orang akan memandang dan mengungkapkan kebenaran dengan cara yang benar-benar sama. Masing-masing bertumpu pada hal-hal khusus yang cocok dengan keadaan jasmani dan pendidikannya untuk menghargai kebenaran itu. Sinar matahari yang jatuh di atas bermacam—acam benda memberi benda-benda tersebut bermacam-macam warna.
Melalui Ilham rohNya Tuhan memberikan kebenaran kepada rasul-rasulNya, untuk dinyatakan menurut perkembangan pikiran mereka dengan perantaraan Roh Kudus. Tetapi pikiran tidak menjadi kejang, seakan-akan dipaksa ke dalam suatu cetakan tertentu.
Letter 53, 1900.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *