KESEMPATAN DAN HAK PENURUT

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Yoh. 15:14

Mereka yang hidup dalam persekutuan yang erat dengan Kristus akan ditingkatkan ke posisi kepercayaan. Hamba yang melakukan yang terbaik bagi tuannya akan diterima kepada pergaulan yang umum dengan seorang yang perintah-perintahnya diturutinya dengan senang. Dalam tugas yang kita lakukan dengan setia, kita bisa menjadi satu dengan Kristus, karena mereka yang menuruti perintah-perintah Tuhan bisa berbicara dengan bebas kepada-Nya. Seseorang yang berbicara dengan bebas kepada pemimpin Ilahi-Nya, mempunyai konsep yang lebih tinggi mengenai kebesaran-Nya dan lebih menurut kepada perintah-perintah-Nya.

”Jikalau kamu tinggal di dalam Aku, dan perkataan-Ku tinggal di dalam kamu, maka apa saja pun yang kamu minta, akan diberikan kepadamu”. . . . “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” . . . Tabiat seorang yang datang dari Tuhan dalam iman akan menyaksikan bahwa Juruselamat telah masuk ke dalam hidupnya, mengarahkan segalanya, meliputi segalanya. Orang seperti itu akan terus bertanya, “Apakah ini kehendak-Mu dan jalan-Mu, Oh Juruselamatku?” Ia senantiasa memandang kepada Yesus, yang memulai dan mengakhiri imannya. Ia meminta nasihat Sahabat Ilahinya mengenai semua perbuatannya, karena ia tahu dengan cara inilah kekuatannya. Ia telah membiasakan diri mengangkat hatinya kepada Tuhan dalam segala kebingungannya. . . .

Ia yang menerima Tuhan sebagai rajanya harus membuat sumpah kesetiaan kepada-Nya. Ia harus memakai pakaian seragam Kristen dan mengangkat tinggi panji-panji yang menunjukkan tentara siapa dia. Ia harus membuat pengakuan yang terus terang kesetiaannya kepada Kristus. Tidak mungkin secara diam-diam. Kesan Kristus harus tampak dalam hidup melalui pekerjaan-pekerjaan yang suci.

”Akulah Tuhan, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. . . . Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku” (lm. 20:24-26). . . . “Umat yang Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku” (Yes. 43:21).

Inilah Hidup yang Kekal Hal. 295


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *