Kuda Troya Jebakan Setan (1)

Pendalaman Alkitab

Menurut legenda Yunani, ketika orang-orang Yunani tidak dapat merebut kota Troya bahkan setelah memberlakukan pengepungan selama sepuluh tahun, mereka akhirnya harus mengatur siasat yang pintar. Tentara Yunani berpura-pura berlayar dan meninggalkan pantai, patung kuda kayu berongga yang besar sebagai hadiah mencolok atas kemenangan kota Troya. Namun, hadiah itu sesungguhnya diisi dengan beberapa prajurit bersenjata pilihan!

Seorang mata-mata Yunani yang tinggal di dalam kota Troya, membujuk orang-orang Troya untuk membawa kuda itu ke dalam tembok kota, dengan mengatakan bahwa dalam melakukannya akan secara misterius membuat Troya tak terkalahkan. Dia mendesak mereka untuk menerima hadiah itu sebagai piala kemenangan. Ada beberapa orang Troya yang enggan untuk membawa kuda itu ke dalam dengan berpikir itu mungkin semacam jebakan. Tapi akhirnya mereka memutuskan untuk membawa kuda besar itu ke dalam kota.

Malam itu mata-mata Yunani ini membuka pintu pada kuda tersebut dan mengeluarkan tentara-tentara yang bersembunyi di bahwa kuda raksasa itu. Setelah membunuh para penjaga, mereka kemudian membuka gerbang bagi para tentara Yunani yang sudah menunggu, dan kota Troya ditaklukan dan dibakar. Betapa cara yang cerdas untuk menaklukan sebuah kota besar! Sejak saat itu, kuda Troya dikenal pada setiap cara siasat dimana musuh terselubung didalamnya.

Pertanyaan, apakah setan memiliki beberapa kuda Troya” yang ia gunakan untuk membawa musuh (kesenangan dunia) ke dalam kehidupan kita? Ya! Kita akan mempelajari tentang “Kuda Troya Jebakan Setan.”

Perhatikan apa yang Alkitab katakan dalam 1 Yohanes 2:15, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Dunia adalah musuh kita. Iblis saat ini berusaha untuk membawa dunia ke dalam kehidupan kita melalui Kuda Troyanya. Pertanyaan, apakah Anda mengasihi dunia ataukah Anda mengasihi Yesus? Anda tidak bisa mencintai kedua-duanya. Kristus mengatakan dalam Yohanes 14:15, “Jikalau kamu mengasihi Aku, turutilah segala perintah-Ku.”

Ini membawa kita kepada pertanyaan: Mengapa kita mengasihi Yesus? Alkitab sebenarnya memberitahu kita alasannya dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Di mana kita melihat pernyataan terbesar dari kasih Kristus kepada kita? Di kayu Salib. Ketika kita melihat Yesus mengalami kematian yang paling kejam di kayu salib karena dosa-dosa kita, pengorbanan-Nya, kasih-Nya bagi kita memunculkan cinta di hati kita kepada-Nya dan kita rindu memberikan hidup kepada-Nya. Kasih membangkitkan Kasih.

Lukas 9:23 mengatakan: “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
Apakah Anda ingin mengikut Yesus Kristus? Jika demikian, Yesus mengatakan Anda harus mengambil Salib dan menyangkal diri sendiri. Salib bukanlah sekedar suatu symbol, itu adalah beban penyangkalan diri. Untuk melakukan apa yang kita tidak mau tetapi Firman Tuhan memintanya, atau melakukan apa yang kita inginkan namun sesungguhnyadilarang firman Tuhan.

Mari kita perhatikan pertanyaan berikut ini: Apakah Yesus menyangkal diri-Nya? Ya! Ia menyerahkan segalanya termasuk nyawa-Nya sendiri bagi kita. Dan jika kita mengikuti-Nya, kita juga harus menyangkal diri. Akan ada harga untuk mengikuti Yesus Kristus.

Ayat lainnya Lukas 14:33 mengatakan, “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku..”
Apa artinya? Kita harus rela memberikan apa saja dan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Apa pun yang menghalangi kita untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Yesus haruslah kita lepaskankan. Apakah itu pekerjaan kita, teman kita, keluarga kita, ataupun harta  kita. Apa saja yang menghalangi kita dengan Kristus, kita harus rela serahkan.

Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan ini tatkala Anda mendengarkan bisikan Roh Kudus: Apakah ada sesuatu dalam hidup Anda, yang Anda tidak bersedia untuk berikan kepada Yesus? Kebanyakan orang mencari sebuah agama dengan sedikit atau tidak ada pembatasan atau peraturan sama sekali. Apakah ada agama seperti itu? Dunia ini dipenuhi dengan itu, itu adalah agama palsu.

Sebuah ilustrasi: Satu pasangan yang berdiri saling berhadapan. Mereka memberikan semua kebebasan mereka, dan apa yang mereka lakukan sepanjang sisa waktu hidup mereka? Tersenyum! Bagaimana mereka bisa melakukan itu? Mengapa? Cinta? Jangan lupakan ini: Tidak ada yang lebih malang daripada dua orang yang hidup bersama yang tidak lagi saling mencintai. Itu adalah penderitaan!

Demikian juga, tidak ada yang lebih malang daripada seorang Kristen yang mencoba untuk mengikuti semua tuntutan Alkitab namun di saat bersamaan tidak mengasihi Kristus.  Semua yang bisa mereka lihat hanyalah “harus” dan “tidak boleh.”  Sehingga akan banyak yang berkata sambil mengeluh: Saya tidak bisa makan daging haram, merokok, minum kafein, harus pergi ke gereja, saya harus membayar persepuluhan, dll.  Apa masalahnya? Pembatasan? Tidak, masalahnya adalah mereka tidak benar-benar mengasihi Kristus sehingga tidak menjadi orang Kristen dengan segenap hati. Ketika kita mengasihi Kristus, pertanyaannya adalah bukan apa yang kita inginkan, tapi apa yang terbaik yang akan menyenangkan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Kristus sendiri mengatakan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, turutilah segala perintah-Ku.” Jika Anda tidak mengasihi Kristus dengan segenap hati Anda, tidak perlu mencoba mentaati seluruh Perintah Allah. Hanya akan membuat diri Anda dan semua orang di sekitar Anda sengsara. Tetapi ketika Anda mengasihi Yesus, tuntutan Alkitab adalah mudah! Faktanya adalah ketika Anda mengasihi Kristus, Anda akan bertindak melampaui sekedar hanya catatan hukum. Anda juga akan menjaga sifat rohani dari hukum karena kasih kepada Yesus Kristus.

Mari kita buka Alkitab kita bersama dalam 1 Yohanes 3:22. Ketika kita benar-benar mengasihi Yesus, kita melakukan lebih dari sekedar menjaga catatan hukum. Alkitab mengatakan: “Apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Orang Kristen sejati mempelajari Alkitab untuk mencari tahu apa yang paling menyenangkan bagi Tuhan Yesus Kristus.

Anda lihat masalah dalam Kekristen adalah bahwa banyak orang Kristen yang mencoba untuk mengasihi Yesus dan dunia pada saat yang sama. Apakah itu bisa terjadi? Tidak sama sekali. Perhatikan apa yang Alkitab katakan dalam 1 Yohanes 2:15-17 bahwa Anda tidak dapat mengasihi dunia dan Tuhan secara bersamaan. Dikatakan dalam 1 Yohanes 2:15-17, Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

Ketika kita berbicara tentang dunia, kita sedang berbicara tentang dosa-dosa dunia yang dilakukan untuk bersenang-senang dan kenikmatan yang sesungguhnya kita sebagai orang Kristen tahu bahwa itu tidak boleh kita lakukan.

Ayat lainnya Yakobus 4:4, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”
Tentu saja ayat ini berbicara tentang “perzinahan” rohani, atau sebuah pencampuran kekotoran dunia dengan kemurnian kebenaran firman Tuhan. Berapa banyak dari Anda ingin mengalahkan dunia dan menjadi sahabat Allah?

Mari kita lanjutkan dan bagi sebagian dari Anda, hal ini mungkin akan menjadi topik yang menyakitkan. Saudara, Iblis memiliki kuda Troya dimana ia berusaha untuk membawa dunia ke dalam kehidupan kita supaya ia dapat menaklukkan dan menghancurkan kita. Setan memiliki tiga kuda Troya dimana ia berusaha untuk membawa musuh kita (kesenangan dunia) ke dalam kehidupan kita. Apa sajakah itu?

(Baca 1 Yohanes 2:16 dan kita akan pelajari kembali dalam artikel nubuatan selanjutnya).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *