Kunci Untuk Bertahan di Akhir Zaman (3)

Pendalaman Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Pertanyaan: Apakah apa yang kita makan mempengaruhi kesehatan kita? Tentu saja. Dan saat ini banyak orang mulai menyadarinya. Hal ini telah membuat banyak orang kembali ke diet awal yang Tuhan berikan kepada umat manusia pada awalnya.

 Diet macam apakah itu? Mari kita kembali dan mempertimbangkan diet yang asli. Kita akan baca dari Kejadian 1:29, “Berfirmanlah Allah: ‘Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.’”

Makanan asli yang Allah berikan kepada manusia adalah berupa buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Setelah dosa, Allah menambahkan sayuran. Dan inilah sebenarnya jenis makan yang dimakan Daniel (Anda dapat membacanya dari Daniel pasal 1). Sampai saat ini, ahli gizi terkemuka di dunia mengatakan bahwa ini masih merupakan jenis makanan yang terbaik.

 Dengan jenis makanan seperti itu, sebelum air bah, orang hidup hampir 1000 tahun! Tapi setelah air bah, kita dapati umur manusia terus menurun. Mengapa? Salah satu alasannya adalah karena perubahan pola makan!

Ketika Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera, tidak ada sayuran yang tumbuh, maka Allah memberikan Nuh dan keluarganya (untuk pertama kalinya) izin untuk memakan makanan daging (hewan). Dan umur panjang pun turun dengan cepat.

Tapi mereka tidak diperbolehkan untuk makan semua daging hewan secara sembarangan sesuai yang mereka inginkan. Mari kita melihat bahwa dalam Kej 7:1, 2,  “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: ‘Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya.’”

Berdasar ayat di atas, berapa banyak binatang halal yang Nuh bawa ke dalam bahtera? 7 pasang (14 ekor). Dan berapa banyak haram? 1 pasang (2 ekor). Mengapa mereka membawa tujuh pasang hewan yang halal? Mereka memiliki sesuatu untuk dimakan setelah air bah, dan sesuatu untuk persembahan korban.

Misalkan Nuh atau salah satu anggota keluarganya diizinkan atau memutuskan bahwa mereka ingin makan salah satu dari hewan-hewan yang haram. Berapa banyak hewan yang dagingnya haram dari setiap jenis (spesies) yang dibawa masuk ke dalam bahtera? Dua. Jika mereka makan satu, kita tidak akan memiliki spesies itu hari ini.

Banyak orang yang berkata, “Oh, makanan haram dan halal (hewan) itu hanya untuk orang-orang Yahudi.”  Berapa banyak orang Yahudi tinggal di zaman Nuh? Tidak ada.  Orang-orang Yahudi baru ada 500 tahun setelah Air bah.

Jadi, apa saja binatang haram dan halal? Ketika Allah membawa umat-Nya keluar dari perbudakan, Dia mengatakan kepada mereka untuk mengikuti hukum kesehatan-Nya sehingga mereka tidak akan sakit. Kemudian Dia mengatakan kepada mereka apa yang halal, dan apa hewan yang haram.

Mari kita membacanya dari Ulangan 14:3-8.  Ini adalah salah satu daftar dari hewan halal dan haram. Anda dapat membaca daftar serupa dalam Imamat 11. Tapi mari kita baca Ulangan 14 dimulai dengan ayat 3-5, “Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing; rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan.”

Semua hewan-hewan ini cukup bersih, dan makan makanan yang bersih. Tapi bagaimana kita tahu apakah hewan-hewan tersebut halal atau haram? Mari kita perhatikan ayat 6, “Setiap binatang berkaki empat yang berkuku belah  —  yaitu yang kukunya bersela panjang menjadi dua  —  dan yang memamah biak di antara binatang-binatang berkaki empat, itu boleh kamu makan.” Jadi harus berkuku belah dan juga harus memamah biak.

Sebuah contoh yang baik dari daging yang halal adalah sapi. Daging sapi dinyatakan halal dalam Alkitab. Tapi akhir-akhir ini daging sapi mulai tidak aman juga untuk dikonsumsi. Pastinya sebagian besar dari Anda pernah mendengar tentang penyakit sapi gila.

Belum lagi di banyak tempat kita dengar bagaimana dibuat rekayasa supaya sapi terlihat gemuk dan berat, entah melalui makanan yang dicampur bahan kimia atau dengan cara yang lebih kasar. Pernah mendengar sapi glonggongan (sapi yang dimasuki air ke dalam tubuhya sebelum di sembelih supaya lebih berat)?

Saat ini semakin banyak orang akan kembali ke jenis makanan yang mula-mula karena betapa berbahayanya daging sekalipun itu adalah daging halal.

Lalu daging apakah yang Allah beritahu untuk tidak kita makan? Mari kita membaca di Ulangan 14:7, “Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu.”

Perhatikan yang pertama yang terdaftar sebagai salah satu hewan yang dagingnya haram adalah unta. Kita harus berhenti makan daging unta. Ini haram! Ada yang pernah makan daging unta? Mungkin daging ini tidak lazim di Indonesia.

Perhatikan juga ayat tersebut menyebutkan mengenai kelinci. Apakah Anda suka daging kelinci?  Maka mulai sekarang sebaiknya Anda berhenti memakannya dagingnya karena Alkitab mengatakan bahwa itu haram.

Di daerah pegunungan seperti Bandungan (Kabupaten Semarang), Kopeng (Salatiga), Tawangmangu; banyak ditawarkan daging kelinci ataupun sate kelinci. Tetapi sekali lagi bahwa daging kelinci tidak boleh dimakan menurut Alkitab, meski pun itu mungkin hanya sesekali saja.

Mari kita baca ayat berikutnya dalam Ulangan 14:8, “Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.”

Nah lho, mungkin dari ayat-ayat sebelumnya tidak masalah. Namun bisa jadi di ayat ke 8 adalah ayat yang menyesalkan karena babi adalah haram untuk dimakan dagingnya. Mungkin ada yang berpikir, ”Wah saya harus kehilangan daging kesukaan saya.”

Kata orang daging babi sangat enak, dan bahkan bisa jadi semua bagian dari babi akan bisa dimakan.

Pernahkah Anda mendengar tentang cacing larva trichina? Itu adalah semacam cacing pita. Banyak dari daging babi mengandung larva trichina kecil di dalamnya. Dr. McNaught menemukan bahwa satu dari setiap empat spesimen babi terdapat larva trichina yang masih hidup didalamnya. Ketika Anda makan, larva itu masuk ke dalam tubuh Anda, dan Anda bisa mendapatkan penyakit trichinosis.

Daging babi memiliki kandungan lemak yang tertinggi dari semua daging. Daging babi juga merupakan daging dengan kandungan kolesterol yang sangat tinggi.

Seorang dokter di Arizona menemukan cacing trichina di otak seorang wanita. “Ini bukan tumor, dokter menemukan cacing di otak wanita.”

Apakah kita bisa menjadi sepuluh kali lebih bijaksana seperti Daniel, jika saya memiliki cacing trichina memakan otak kita? Pastinya tidak.

Saat ini beberapa orang mengatakan, “Saya pikir sekarang adalah zaman Perjanjian Baru, dan babi adalah halal?” Apakah benar demikian?

Yang terlihat babi-babi sekarang tidak lebih bersih dibanding babi 2000 tahun yang lalu. Tampaknya babi jauh lebih sehat hari ini dari 2000 tahun yang lalu!

Tapi bukankah ajaran Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia? Kita akan memberikan beberapa bukti di Perjanjian Baru bahwa babi adalah najis.  Dalam Yohanes 6:11-13 Anda dapat membaca sebuah Yesus kisah memberi makan lima ribu orang. Setelah mujizat terjadi, 12 keranjang sisa yang dikumpulkan. Tidak ada yang terbuang.

Kemudian dalam Markus 5:11-13 kita dapat membaca kisah tentang setan memasuki 2000 babi dan mendorong mereka ke dalam air hingga mati lemas.

Apakah Yesus pernah membuang-buang makanan yang baik? Tapi dalam cerita Markus pasal 5 tadi 2000 babi dibuang! Yesus tidak akan membiarkan 2.000 babi dibuang sia-sia jika ia menganggap babi-babi tersebut adalah makanan yang baik untuk makan.

Mari kita melihat satu lagi ayat yang menunjukkan bahwa babi adalah tetap haram saat ini. ayat ini menggambarkan apa yang terjadi ketika Yesus datang kembali. Mari kita baca Yesaya 66:15-17, “Sebab sesungguhnya, TUHAN akan datang dengan api, dan kereta-kereta-Nya akan seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dengan kepanasan dan hardik-Nya dengan nyala api. Sebab TUHAN akan menghukum segala yang hidup dengan api dan dengan pedang-Nya, dan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN akan banyak jumlahnya. Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.”

Ayat-ayat tadi mengatakan mereka yang masih sengaja memakan daging babi akan dilenyapkan bersama dengan semua orang berdosa lain ketika Kristus datang kembali.

Mari kita baca 1 Korintus 3:17 lagi, “Jika ada orang yang  membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia.”

Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai binatang yang haram dan halal yang bisa dimakan di kitab Imamat pasal 11.

Orang-orang berkata, “Tapi Anda bisa makan terlalu banyak pisang, dan itu akan menjadi tidak sehat juga.” Mungkin begitu. Itulah mengapa kita seharusnya bertarak. Bertarak berarti menjauhkan dari apa yang buruk bagi kesehatan kita dan menggunakan dengan bijak sesuai porsinya apa yang baik bagi kesehatan kita.

1 Korintus 10:31, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”

Daniel 1:8, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja.”

Kita telah melihat dalam 3 artikel nubuatan kita yang terakhir beberapa kunci untuk menghindari penyakit akhir zaman. Dan apa yang telah kita pelajari dari Alkitab telah diverifikasi oleh profesional kesehatan terkemuka di dunia (meskipun tidak seharusnya kita percaya Alkitab setelah mendapatkan bukti ilmiah, karena kita harus percaya yang Tuhan katakan dalam Alkitab entah ada bukti atau penelitian ilmiah atau tidak).

Saudara, salah satu prinsip dasar untuk memiliki kehidupan kerohanian yang benar adalah bahwa penting untuk menghargai tubuh yang adalah pinjaman dari Allah, yang berarti tidak merokok, menyalahgunakan alkohol, atau memanjakan diri dengan yang manis-manis, apalagi memakan daging dari hewan yang haram. Penting untuk berpegang pada diet vegetarian yaitu buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan melakukan banyak gerak badan. Karena dalam tubuh yang sehat terdapat juga jiwa yang sehat. Jasmani yang sehat akan membantu kita untuk memiliki kehidupan rohani yang lebih baik.

Saudara,  Anda bisa mendapat keuntungan bilamana mengikuti rencana kesehatan Allah. Satu hal yang mungkin perlu Anda pertimbangkan adalah, jika Anda ingin menjadi seorang vegetarian lakukanlah secara bertahap.

Buatlah makanan vegetarian setidaknya satu kali dalam seminggu, dan kemudian tingkatkan dari waktu ke waktu.

Jika Anda ingin menjadi seorang vegetarian dapatkan protein dari kedelai dan kacang-kacangan–yang memiliki protein lebih unggul dari daging. Kalsium dari sayuran seperti daun kelor, dll.

Beberapa orang mengatakan, “Saya sudah mencoba untuk menjadi vegetarian, tapi hasilnya saya jadi tidak dapat bekerja. Rasanya lemes dan tidak punya energi.“ Itu terjadi karena mereka tidak memakan makanan yang seimbang.

Anda harus menggantikan daging dengan makanan seperti kacang, sayuran, dan jenis kacang-kacangan lain.

Berikut ini sebuah artikel dari USA Today yang mengatakan tentang sekelompok orang yang memakan makanan berdasar diet di Taman Eden, “Cenderung menjadi teratas dalam kesehatan yang baik dan umur panjang; penelitian menunjukkan bahwa mereka cenderung untuk hidup 10 tahun lebih lama daripada rata-rata orang Amerika. Dengan catatan keberhasilan yang kuat dalam hal kesehatan dan pendidikan, mereka menemukan bahwa mereka mendapatkan pendengar diantara para skeptis yang membagikan prioritas-prioritas mereka.”USA Today, Religion, 18 Maret 2011.

Tuhan tidak pernah meminta kita untuk melepaskan sesuatu yang terbaik untuk kita jaga! Bukan untuk kebaikan kita jika terus makan makanan yang dapat menyebabkan penyakit! Siapa yang ingin menjadi sakit sepanjang waktu? Tuhan tahu apa yang terbaik untuk tubuh yang dibuat-Nya.

Ada tiga jenis makanan dalam Alkitab.

  1. Ideal (kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran).
  2. Diijinkan (kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran, serta daging yang halal—bukan daging haram).
  3. Dilarang (daging dari hewan yang haram).

Anda harus memilih jenis makanan yang akan Anda makan. Anda dapat makan jenis makanan yang ideal ataupun yang diizinkan (tetapi pertimnbangkanlah selalu bahwa sekarang ini banyak daging dari hewan yang halal sekalipun sudah tidak lagi memenuhi standar kesehatan).

Kami rindu mengajak Anda untuk mencoba mengkonsumsi jenis makanan yang ideal. Pikirkan semua MANFAAT yang akan Anda tuai karena mengikuti prinsip-prinsip kesehatan yang baik dari Tuhan! Anda akan merasa lebih baik, Anda akan memiliki energi yang lebih baik, Anda akan jarang sakit, Anda akan hidup lebih lama, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik dari Alkitab dan nubuatannya! Anda akan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan surga.

Anda lihat, Yesus ingin agar kita tidak hanya nanti diselamatkan ke Surga, tetapi Dia juga menginginkan kita untuk memiliki kesehatan dan kehidupan yang baik di bumi.

Sebuah tantangan bagi Anda saat ini! Bersihkan lemari es Anda dari semua yang daging haram, entah itu adalah unta, babi, kelinci atau apa pun yang kita sudah pelajari yang tidak sehat bagi kita. Dan mari kita hidup bahagia, memiliki kehidupan jasmani dan rohani yang sehat.

Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Datanglah dengan penuh kerinduan untuk meminta bantuan Tuhan supaya dapat membuat perubahan dalam hidup Anda untuk dapat memiliki kesehatan yang lebih baik.

 


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *