LEBIH TERANG DAN SEMAKIN TERANG

Renungan Harian

Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Amsal 4:18

Kesalahan besar gereja-gereja sepanjang jaman ialah setelah mencapai pengetahuan kebenaran Alkitab pada titik tertentu, mereka lalu berhenti di situ. Di sanalah mereka berjangkar. Mereka tidak “Maju terus,” seolah-olah berkata, “Kita telah memiliki terang yang cukup. Kita tidak memerlukan yang lain lagi.” . . . .
Tuhan mengasihi umat-Nya, dan akan menuntun mereka maju langkah demi langkah di bawah panji-panji kebenaran, pekabaran malaikat yang ketiga. . . . Pada akhir zaman ini kita memiliki hikmat dan pengalaman masa lalu. Umat-umat Tuhan, orang-orang kudus dan yang mati syahid telah membuat oengakuan iman mereka, dan pengetahuan mengenai pengalaman dan semangat mereka yang menyala-nyala bagi Tuhan disebarkan kepada dunia ini dalam sabda yang hidup . . . Kepercayaan warisan ini telah dikumpulkan oleh para saksi yang setia agar cahaya terang yang bersinar atas mereka dalam pengetahuan akan Tuhan boleh menerangi mereka yang hidup pada zaman akhir ini; dan sementara mereka menghargai terang ini, mereka akan maju menuju terang yang lebih besar. . . .
Sumber segala terang masih mengundang kita untuk datang dan menyerap sinarnya. Terang tidak ditempatkan di mana para pengikut Kristus tidak bisa mengambil manfaatnya. Terang itu tidak dimatikan dari dunia ini sehingga tidak ada lagi cahaya yang bersinar semakin terang dan semakin melimpah ke atas semua orang yang telah meningkatkan terang yang diberikan Tuhan kepada mereka.
Umat Tuhan pada akhir zaman ini tidak akan memilih kegelapan lebih dari terang. Mereka mencari terang, mengharapkan terang. Terang akan terus bersinar semakin terang dan semakin terang, dan semakin menyatakan dengan jelas kebenaran sebagaimana yang ada pada Yesus, agar hati dan tabiat manusia bisa diperbaiki, dan kegelapan moral—yang diusahakan oleh Setan terjadi pada umat Tuhan—bisa dihalau. . . . Sementara kita mendekati penutupan sejarah, akan diperlukan kearifan yang lebih dalam dan lebih jelas, pengetahuan akan firman Tuhan yang semakin teguh, pengalaman hidup, dan kesucian hati dan hidup yang harus kita muliki untuk melayani Dia.

Inilah Hidup yang Kekal Hal. 346

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *