MEMENUHI KEWAJIBAN HIDUP

Renungan Harian

Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Rm. 14:7

Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan berikut, “Apakah hidup saya untuk Tuhan dan untuk teman saya sesama manusia?” Tak seorang pun yang hidup untuk dirinya sendiri. Tak ada hidup yang dihidupkan di atas dasar netral. Konsepsi kita mengenai hidup mungkin dipengaruhi oleh musuh segala kebenaran sehingga kita tidak menyadari pentingnya, tetapi. . . kita tidak bisa melemparkan tanggung jawab kita dan hidup tanpa menunjuk kepada masa depan, yaitu hidup yang kekal, dan masih terus melakukan kewajiban kita kepada Tuhan dan kepada sesama manusia.

Masing-masing adalah bagian dari jaringan kemanusiaan, dan masing-masing mempunyai pengaruh yang berjangkauan jauh. Kita tidak bisa memenuhi kewajiban yang dibebankan kepada kita atas kekuatan kita sendiri. Kita memerlukan bantuan Ilahi untuk memenuhi tanggung jawab kita, agar pengaruh kita bisa. . . dikumpulkan bersama Kristus.

Semua talenta, waktu, kesanggupan dan pengaruh kita dikaruniakan oleh Tuhan, dan harus dikembalikan kepada Dia dalam pelayanan yang rela. Tujuan utama hidup yang telah diberikan Tuhan bukanlah untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan sementara, tetapi untuk mendapatkan kehidupan yang kekal dalam kerajaan surga. Tuhan telah membeli semua yang ada pada kita oleh darah Kristus yang mahal, dan adalah perampokan yang paling jahat menahan apa yang menjadi milik-Nya.

Hidup kita bukan milik kita, tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi milik kita. Pertanyaan penting bagi kita ialah, Apakah hidup kita terjalin dengan hidup Yesus? . . . Kita akan datang kepada penghakiman oleh karena suasana yang mengelilingi jiwa, karena itu adalah sangat penting dan mempengaruhi jiwa ke arah yang balk atau jahat. . . .

Jikalau Anda dihubungkan dengan Tuhan, takut kepada-Nya, mengasihi-Nya, menuruti-Nya dan memberikan teladan yang baik kepada dunia ini mengenai hidup orang Kristen yang seharusnya, maka Anda akan memenuhi kewajiban Anda kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Anda menunjukkan dalam hidup Anda apa artinya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dan mengasihi tetangga seperti diri sendiri. Dihubungkan dengan Tuhan hikmat dan kasih, Anda akan menunjukkan kepada dunia ini fakta bahwa Anda tidak hidup bagi dunia ini, bagi yang sementara, tetapi bagi yang kekal.

 

“That I May Know Him”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *