Mengucap Syukur

Mengenal Yesus

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:6 (TB)

Ini bukan hanya sekedar mengucap syukur!

Dipercaya bahwa ketika Paulus menuliskan kitab Filipi, ia sedang dipenjara di Roma. Dia sedang berada di bawah kesesakan dan juga penganiayaan. Tetapi jemaat di Filipi dipikirkannya.

Di dalam kesengsaraannya, Paulus mengingatkan kita untuk selalu mengucap syukur. Bukankah ini menakjubkan? Seorang yang sedang sengsara tetapi bisa mengingatkan orang lain untuk mengucap syukur!

Tentu ini bukanlah hal yang manusiawi. Tanpa kekuatan Tuhan, manusia tidak akan sanggup melakukan hal ini. Tetapi Paulus berusaha sebisa mungkin juga untuk memikirkan hal yang positif (Filipi 4:8).

Apa pelajarannya bagi kita?

Maukah kita tetap mengucap syukur kepada Tuhan walaupun kita ada di dalam kesengsaraan? Lebih lagi, maukah kita digunakan Tuhan untuk menguatkan teman kita walaupun kita sedang sengsara?

Semoga kita akan disanggupkan untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam senang maupun susah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *