Misteri Babel: Wanita Pelacur di Buku Wahyu! (2)

Featured Pendalaman Alkitab

Dalam artikel nubuatan “Misteri Babel!  Wanita Pelacur di Buku Wahyu! (1)kita telah mempelajari 4 petunjuk untuk mengetahui siapakah gereja yang palsu atau murtad yang dalam Wahyu 17 dilambangkan oleh oleh wanita pelacur. Sekarang kita akan pelajari 3 petunjuk lainnya (total ada 7 petunjuk) untuk mengetahui gereja apakah yang dilambangkan oleh wanita pelacur sebagai gereja yang murtad.

Mari kita sekarang mendapatkan petunjuk lain dari Wahyu 17:4, “Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi …”

Wanita, atau gereja, berpakaian warna apa? Ungu dan Kirmizi.

Perhatikan gambar di bawah ini. Inilah ungu.

 

Dan inilah Kirmizi…

Dan ada ungu dan merah (kirmizi) dalam foto yang sama (di bawah). Warna-warna ini selalu menjadi warna resmi dari Gereja Roma.

Jadi petunjuk kita yang kelima,

  1. Ini harus menjadi gereja yang dengan warna resminya adalah Ungu dan Kirmizi.

 

Mari kita mendapatkan petunjuk keenam juga dari ayat keempat, “Dan perempuan itu … dihiasi dengan emas, permata dan mutiara…”

  1. Wanita ini dihiasi dengan permata-permata.

Apa artinya? Ini berarti bahwa ini akan menjadi sebuah gereja yang sangat kaya. Kekayaan Gereja Roma di luar perhitungan! Roma memiliki lebih banyak emas, perak, batu permata, karya artistik, real-estate, dan kekayaan global daripada bangsa lain di bumi. Namun itu adalah negara terkecil di bumi!

Tapi apa lagi yang dikatakan ayat tersebut ketika mengatakan wanita itu mengenakan emas, batu mulia, dan mutiara?

Berikut pernyataan menakjubkan dari A. Nampon dalam bukunya Ajaran Katolik Seperti Yang Didefinisikan Oleh Dewan Trent, “Tradisi, bukan Kitab Suci, adalah batu karang di mana gereja Yesus Kristus (Gereja Roma) dibangun (menggunakan nama Yesus untuk memberi kesan seolah-olah mereka adalah gereja warisan dari Tuhan Yesus).”

Gereja Roma mengakui bahwa mereka mengikuti tradisi bukannya Alkitab. Itulah alasan lain mengapa Allah menggambarkan wanita ini memiliki semua perhiasan. Karena dia tidak setia pada Suaminya-Yesus, dan Firman-Nya-Alkitab, ia dihiasi dengan perhiasan.

Berikut adalah foto yang menarik dari patung di Roma. Karya seni ini berjudul “Kemenangan Iman atas Bidat” ditemukan di gereja Yesuit di Vatikan. Berikut ini adalah patung seorang wanita, simbol Gereja Roma, menginjak-injak dua pria yang melambangkan pemimpin atau orang-orang Protestan.

Tidak diragukan lagi patung ini melambangkan keinginan Roma untuk mengalahkan Protestan. Tapi apa yang benar-benar menarik adalah patung malaikat kecil yang merobek halaman dari sebuah buku. Dapatkah Anda menebak buku apa itu? Sangat mungkin itu adalah Alkitab.

Berikut adalah close-up dari foto yang sama.

Perhatikan pernyataan dari Paus Benediktus XVI, “Gereja Katolik Roma lebih bijaksana daripada Alkitab (Firman Tuhan) dan mampu membantah itu.”  Itu pernyataan yang cukup berani. Apakah itu benar? Apakah manusia bisa lebih bijak daripada Allah? Tentu saja tidak.

Roma menegaskan bahwa ada dua sumber kebenaran–Alkitab dan tradisi. Dari dua sumber, mereka meyakinkan kita bahwa tradisi lebih unggul. Oleh karena itu jika tradisi bertentangan dengan Kitab Suci, mereka benar-benar akan menyisihkan Alkitab dan mengikuti tradisi.

Jadi sekali lagi petunjuk kita yang keenam bahwa wanita atau gereja itu dihiasi dengan emas, permata dan mutiara melambangkan sebuah gereja yang sangat kaya dan lebih memilih tradisi daripada kebanaran Firman Tuhan.

 

Kita tiba pada petunjuk kita yang terakhir (ketujuh). Ayat 4, “Di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.”

  1. Wanita ini memiliki Piala Wine Babel.

Mari kita melihat sebuah foto yang sebenarnya dari secangkir anggur itu.

Di sana adalah gelas anggur yang sebenarnya, secangkir anggur Babel-cawan anggur literal Babel.

Berikut ini sesuatu yang bahkan lebih menakjubkan, sebuah foto beberapa koin Vatikan.

Vatikan memiliki uang itu sendiri karena itu sebuah negara merdeka. Dan di bagian belakang koin ini kita memiliki prasasti seorang wanita memegang cangkir. Apa yang kita lihat dalam Wahyu 17? Seorang wanita memegang cangkir. Gereja Roma tahu simbolisme dari Wahyu 17 dan menggunakan itu di koin mereka. Jika Anda perhatikan dengan teliti, apa yang ada dalam cangkir? Matahari. Itu sangat menarik.

Berikut koin lain.

Anda dapat melihat ada Cawan anggur Babel dengan matahari di dalamnya menunjukkan pentingnya matahari dalam penyembahan Roma.

By the way, hari apa yang Roma berikan kepada dunia Kristen untuk beribadah? Minggu/Sun-day = Hari Matahari. Sangat menarik!

Kata Alkitab dalam Wahyu 17:4, “Di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.”

Wanita ini memiliki cangkir anggur penuh dengan kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan ini melambangkan penuh ajaran palsu yang membingungkan. Kebenaran dan kesalahan dicampur bersama—Penyembahan berhala dan Kekristenan.

Anda mungkin bertanya-tanya: Apakah ajaran-ajaran penyembahan berhala masuk ke gereja Kristen selama abad-abad permulaan? Ya.

Berikut ini adalah pernyataan dari John H. Newman, seorang Kardinal Katolik yang mengatakan: “Kristen menjadi agama yang mapan di Kekaisaran Romawi dan mengambil tempat Paganisme (penyembahan berhala) … Kristen seperti yang ada di Zaman Kegelapan mungkin disebut Kekafiran yang dibaptis.”  Kenapa disebut sebagai kekafiran yang dibaptis? Karena itu begitu Kafir.

Berikut adalah salah satu contoh. Ini adalah gambar dari Dagon, dewa ikan Filistin yang setengah manusia dan setengah ikan.

Anda dapat membaca tentang kisah Dagon dalam Hakim-hakim 16:23, 1 Sam. 5:2-7, 1 Taw. 10:10. Perhatikan apa yang dia kenakan. Dia mengenakan jubah ikan dan di kepalanya dia memakai topi yang berbentuk sebuah mulut ikan yang terbuka. Apakah itu menjalar ke dalam geeja Roma? Iya.

Lihatlah topi ini!

 

Itulah topi yang berbentuk mulut ikan terbuka seperti yang dipakai imam dewa Dagon. By the way, topi ini bukan merujuk kepada murid-murid Yesus yang adalah nelayan. Sebaliknya, Anda dapat menemukan semua jalan yang mengarah kepada paganisme atau penyembahan berhala.

Sesungguhnya cawan anggur dari emas melambangkan mabuk dengan doktrin palsu.  Sebuah campuran memabukkan kebenaran dan kesalahan. Dan Alkitab mengatakan semua bangsa telah minum anggurnya. Itulah mengapa ada begitu banyak gereja Kristen yang memiliki ajaran yang berbeda dengan yang Alkitab tuliskan. Karena orang-orang yang mabuk dengan anggur Babel (ajaran-ajaran palsu).

Anda mungkin bertanya-tanya: Apakah contoh-contoh ajaran palsu dalam cangkir itu? Nah, mari kita melihat beberapa di antaranya dalam artikel nubuatan selanjutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *