MISTERI NUBUATAN ALKITAB (1)

  • 0

MISTERI NUBUATAN ALKITAB (1)

Tags : 

Banyak orang di penjuru dunia yang tertarik dengan berbagai hal yang berhubungan dengan misteri. Bagi orang-orang yang suka dengan bahan-bahan bacaan mereka mengoleksi banyak buku-buku misteri. Dari ribuan buku yang pernah ditulis, mungkin Alkitab adalah buku paling misterius, dan saat bersamaan juga menjadi buku yang paling laris dan paling diminati di seluruh penjuru dunia. Hampir di setiap rumah yang penghuninya adalah orang Kristen, maka ada pula Alkitab di dalamnya. Tetapi buku ini adalah juga buku yang paling disalah mengerti oleh yang membacanya, terlebih jika itu adalah bagian yang bersifat nubuatan.

Janganlah pikiran kita yang terbatas berusaha memahami dengan pengertian sendiri setiap sisi kebenaran Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Lalu apakah petunjuk Tuhan dalam memahami Alkitab dan nubuat-nubuat supaya penafsirannya bukanlah oleh pengertian kita sendiri? Ada dua prinsip yang harus kita perhatikan saat membaca FirmanNya yang kudus.

Pertama, biarkan Alkitab menginterpretasikan dirinya sendiri. Rasul Petrus mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.” 2 Petrus 1:20. Pengertian Alkitab bukanlah apa yang manusia katakan meskipun itu adalah pendeta sekalipun. Juga bukan berdasar apa yang gereja ajarkan. Kedua, bandingkan ayat Alkitab yang satu dengan ayat Alkitab yang lain. Yesaya 28:9,10 (KJV), “Baris demi baris, ajaran demi ajaran, di sini sedikit, di sana sedikit.”  Dengan membandingkan ayat demi ayat maka suatu pemahaman yang utuh dan benar akan kita dapatkan sesuai yang Alkitab sendiri ajarkan. Tanpa menggunakan dua prinsip ini dalam mempelajari Alkitab maka akan ada lebih banyak lagi orang-orang Kristen yang semakin salah mengerti apa yang Tuhan rindukan dalam kehidupan umat manusia.

Kembali kepada topik misteri nubuatan Alkitab, sekitar 2500 tahun silam ada satu peristiwa yang sangat berhubungan erat dengan kehidupan seluruh alam semesta sampai di zaman kita sekarang ini. Namun banyak orang Kristen yang tidak mampu memahami yang Tuhan maksudkan melalui peristiwa ini.

Dalam Daniel 2 mencatat seorang bernama Nebukadnezar, seorang raja dari kerajaan Babel yang besar dan kaya dan makmur. Dalam kegelisahan yang meliputi pikirannya raja ini memikirkan berapa lamakah kejayaan kerajaan yang dipimpinnya, dan akan menjadi seperti apakah Babel kalau dia nanti sudah tiada.  Dengan diliputi pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu benaknya ini, tertidurlah penguasa yang perkasa ini. Malam itu bukanlah malam yang biasa dalam kehidupan Nebukadnezar. Dalam tidurnya muncullah suatu mimpi tentang sebuah patung yang menjulang tinggi dan terbuat dari berbagai macam logam dengan panorama warna yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Namun dia lupa dengan mimpi itu ketika membuka matanya. Melemparkan selimutnya yang bersulam indah itu, sang raja melompat dari tempat tidurnya dan berteriak kepada para pengawalnya: “Panggil semua ahli sihir dan ahli ilmu perbintangan untuk datang dengan segera. Aku harus tahu arti mimpi itu!”  Para orang Kasdim dibangunkan dan dibawa ke hadirat raja yang sedang kebingungan. “Kata raja kepada mereka: “Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu.”” Daniel 2: 3. Salah satu nabi palsu itu menjawab raja, “Ceritakanlah kepada hamba-hambamu itu, maka kami akan memberitahukan maknanya.” Ayat 4. Tetapi seperti yang sering terjadi dengan mimpi kebanyakan orang, rincian kejadiannya pun sudah tidak jelas lagi dalam pikiran Nebukadnezar. Para Kasdim mengaku berwawasan ilahi, namun raja mulai meragukan kemampuan mereka. Hal ini akan menjadi suatu tes yang sempurna. “Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing!” Ayat 5.  Para penyihir dan ahli perbintangan itu tidak punya pilihan lain selain mengakui bahwa mereka tidak berdaya untuk menjelaskan mimpi sang raja tanpa mendengar mimpi itu terlebih dahulu. Merasa geram terhadap para penipu tersebut, sang raja memerintahkan agar semua orang bijaksana di Babel dikumpulkan untuk dijatuhi hukuman mati.

Namun Tuhan masih mempunyai satu orang di Babel yang masih sangat muda yang bisa menjelaskan mimpi itu kepada Nebukadnezar. Melalui dia nantinya Tuhan meyatakan kepada Nebukadnezar (dan juga kepada kita) apa mimpi itu dan artinya. Ya, dia adalah Daniel. Menghadaplah Daniel kepada raja, dan dengan penuh pengharapan bertanyalah raja kepada Daniel, “Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?” ayat 26. Dengan berani dan penuh hormat Daniel menjawab,”Rahasia yang ditanyakan tuanku raja, tidak dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.” Ayat 27. Dilanjutkan jawabannya untuk meninggikan Tuhan bahwa “di sorga ada Allah yang menyingkapkan  rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari (terakhir) yang akan datang.” Ayat 28. Jika kita percaya bahwa kita hidup di zaman akhir telah tiba, maka mimpi ini sangat erat hubungannya dengan kita.

Rasa penasaran yang kita alami ini pula yang dialami oleh Nebukadnezar pada waktu itu. Apakah sebenarnya mimpi itu? Mari kita lihat penjelasan Daniel kepada raja: “Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.” Begitu Daniel mengakhiri ceritanya dan mengatakan “itulah mimpi tuanku” (ayat 36), pastilah Nebukadnezar heran. “Seorang anak muda datang dan menjelaskan semuanya”; mungkin itulah yang ada di benaknya.

Apa yang menjadi rahasia dari Daniel sehingga dia bisa dengan detail mengetahui dan menjelaskan mimpi itu kepada Nebukadnezar?  Ketika dia pertama kali mendengar bahwa raja hendak memusnahkan semua orang bijaksana di Babel karena tidak sanggup menjelaskan mimpi itu kepada Nebukadnezar, dia meminta ijin supaya dapat  “menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja. Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.” Ayat 16-18.

Daniel tidak menggunakan kebijaksanaan dan kepandaiannya sendiri. Dia tidak gegabah untuk mencoba menjawab dengan caranya sendiri, melainkan dia mencari teman-temannya yang juga takut akan Tuhan. Bersama-sama mereka Daniel “memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu.” Dan setelah Tuhan memberitahukan semuanya itu, dengan penuh ucapan syukur dia mengatakan  “ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.” Ayat 23.

 Betapa pentingnya dengan siapa kita menghubungkan diri dengan sahabat-sahabat dunia ini karena itu akan menentukan, apakah kita menjadi dekat kepada Tuhan atau menjauh dari padaNya. Dan lebih lagi adalah bagaimana kita selalu terhubung dengan Tuhan untuk setiap pergumulan dan permasalahan yang kita hadapi, serta mengucap syukur kepadaNya untuk setiap campur tanganNya.

Kembali kepada mimpi Nebukadnezar. Telah kita dapati apakah mimpi itu sebenarnya. Lalu bagaimana dengan arti mimpi itu sendiri? Kita akan temukan jawabannya dalam artikel MISTERI NUBUATAN ALKITAB bagian 2.


Leave a Reply

Pencarian

Kategori