Misteri Omega! Rahasia Wahyu untuk Kekuatan Pribadi! (2)

Pendalaman Alkitab

Beberapa nubuat yang paling menakjubkan dalam Perjanjian Lama tentang Yesus berurusan dengan waktu kedatangan pertama Kristus. Nubuat memprediksi kapan Mesias akan lahir, dan kapan Dia akan mati. Dan kita akan membahas beberapa mengenai nubuatan-nubuatan ini. Alkitab berkata dalam Galatia 4: 4, “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya.”

Nubuatan sebenarnya meramalkan kapan Mesias akan muncul, dan kapan Dia akan mati. Mari kita pelajari nubuat tersebut. Daniel 9: 24-27. Kita akan melihat pada nubuatan waktu. Kita akan mempelajari beberapa bukti matematika bahwa Yesus adalah Mesias. Matematika adalah ilmu pasti. Daniel 9: 24 (KJV) mengatakan, “Tujuh puluh minggu telah ditetapkan atas bangsamu.”  Jadi dalam nubuatan ini kita memiliki Tujuh Puluh Minggu bagi bangsa Daniel. Siapa bangsa Daniel? Orang-orang Yahudi/Ibrani.

Berikut adalah matematika sederhana. 70 minggu = 490 hari. Namun dalam nubuatan satu hari mewakili satu tahun. Allah berkata dalam Yehezkiel 4: 6, Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.” Kemudian Dalam Bilangan 14: 34 Tuhan berkata, Satu hari dihitung satu tahun.” Dan kita dapat membaca sesuatu yang mirip dengan yang di Kejadian 29: 27. Jadi dalam nubuatan Alkitab, satu hari nubuatan merupakan satu tahun literal. Dan itu hanya di bagian nubuatan dari Alkitab. Di tempat lain hari hanyalah sebuah periode 24 jam.

Kita melihat sebuah nubuatan di sini, 490 hari = 490 tahun (490 hari nubuatan merupakan 490 tahun). Tapi pertanyaannya, tentu saja, adalah kapan periode  490 tahun ini dimulai? Apa yang akan menjadi tanggal dimulainya? Kita akan mendapatkan jawaban dari Daniel 9: 25, Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali.” Jadi 70 minggu/490 tahun nubuatan ini akan dimulai dari perintah untuk memulihkan dan membangun Yerusalem.

Ketika Daniel menerima penglihatan ini, Yerusalem berada dalam reruntuhan, telah dihancurkan oleh Babel. Dalam ayat ini, malaikat memberitahu Daniel bahwa ketika keputusan  untuk memulihkan dan membangun kota Yerusalem akan menjadi tanggal awal. Kapan tanggal dimulainya 70 minggu nubuatan ini? Perintah untuk membangun kembali Yerusalem adalah pada musim gugur tahun 457 SM (keputusan yang dikeluarkan oleh Arthasastha, raja Media-Persia). Kita dapat membaca keputusan yang sebenarnya dalam Ezra 7: 11-26. Ini adalah salah satu tanggal Alkitab yang paling jelas, 457 SM di musim gugur. Bahkan Encyclopedia menyebutkan tanggal ketika Arthasastha mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Yerusalem.

Ini dari ensiklopedia internet  Wikipedia dikatakan: “Saya, Arthasastha, memutuskan bahwa pemerintah kota Yerusalem akan didirikan kembali (lihat Ezra 7, Daniel 9 dan Nehemia 1 dalam Perjanjian Lama).” Jadi sekarang kita telah memiliki tahun awal perhitungan—tahun 457 SM di musim gugur.

Dari tahun 457 SM tersebut, akan ada periode 490 tahun untuk orang-orang Yahudi. Dan dalam kurun waktu itu Mesias akan datang.  Ayat 25 (KJV) dari perintah ini, kita kembali ke Mesias, “Sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh minggu; dan enam puluh dua minggu lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.”

7 minggu + 62 minggu = 69 minggu. Jadi berapa lama 69 minggu? 69 x 7= 483 hari. Tapi kita belajar nubuatan sehingga akan menjadi 483 tahun  literal.

Rentang waktu selama 483 tahun ini akan membawa kita kepada Mesias. Perhatikan bahwa 69 minggu adalah 1 minggu kurang dari total 70 minggu bagi orang Yahudi, atau 483 tahun adalah 7 tahun kurang dari total 490 tahun untuk orang-orang Yahudi.

Jadi setelah Mesias muncul, akan ada 1 minggu lagi, atau 7 tahun. Sekarang ingatlah hal ini, karena kita akan kembali lagi kesini. Dari surat perintah untuk memugar Yerusalem sampai pengurapan Mesias akan ada 69 minggu nubuatan atau 483 tahun.

Jadi mari kita berhitung matematika. 483 tahun dari 457 SM, membawa kita ke tahun 27 M di musim gugur. Jadi mari kita menghitung ini. Kita mengambil 483 tahun kita, dan dikurangi tahun awal -457, dan kita mendapatkan 26. Saat ini mungkin Anda berpikir, “Saya pikir itu adalah 27?” Mari kita mencari di sisi lain. Jika kita mengurangi 457 dari 457, apa jawaban matematika? 0.  Apakah ada tahun nol? Tidak. Menurut matematika dari -1 ke 0 dan kemudian 1. Namun secara historis, tidak ada tahun nol. Jadi, bukannya tahun nol, tetapi kita menempatkan tahun 1 M. Jadi 26 + 1 adalah matematika sederhana! Apa 26 + 1 = 27.

Pertanyaannya, apa yang terjadi di tahun 27 Masehi? Lukas 3: 1 mengatakan, “Sekarang di tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius.” Tahun berapa? Tahun ke 15 pemerintahan Kaisar Tiberius. SEJARAH MEMBERITAHU KITA BAHWA KAISAR TIBERIUS MULAI MEMERINTAH DI TAHUN 12 M, sehingga tahun ke 15-nya akan jatuh pada tahun berapa? Mari kita membuat hitungan matematika.  12 + 15 = 27 M. Tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius adalah 27 M.

Apa yang terjadi di tahun itu? Lukas 3: 3  mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis membaptis. Dan siapa salah satu yang datang untuk dibaptis? Yesus. Mesias dalam bahasa Ibrani berarti “yang diurapi.” Kristus dalam bahasa Yunani berarti “yang diurapi.” Dan Alkitab mengatakan kepada kita dalam Kisah 10: 38 bahwa Allah mengurapi Yesus dengan Roh Kudus.

Kapan Kristus diurapi dengan Roh Kudus? Pada saat baptisan-Nya. Saat itulah Roh Kudus turun seperti burung merpati dan suara dari Surga berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan.” Lukas 3:21, 22. Tahun berapa baptisan terjadi? 27 M. Dan Yesus setelah pengurapan-Nya Markus 1: 15, Yesus berkata, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat: Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil.” Waktu apa yang tergenapi? Waktu nubuatan  di Daniel 9. Maka Yesus berkata, “Mesias yang seharusnya berada di sini, di sinilah Aku, tepat waktu.” Tepat sesuai dengan nubuat Daniel 9.

Sekali lagi, 490 tahun untuk orang-orang Yahudi. Lalu kita memiliki 483 tahun atau 69 minggu yang membawa kita kepada baptisan Mesias. Perhatikan bahwa kita memiliki satu minggu tambahan atau 7 tahun di sini antara tahun 27 M (ujung 69 minggu/483 tahun) dan akhir periode 70 minggu/490 tahun.

Kita memiliki tanggal awal kita, keputusan tersebut, 457 SM, jika kita menambahkan 483 tahun kita akan tiba pada baptisan Mesias,  27 M.  3 ½ tahun setelah baptisan-Nya, Kristus mati di kayu salib. Itu adalah musim semi 31 AD . Mari kita lihat yang diperkirakan dalam Daniel 9 sehubungan dengan penyaliban Yesus. Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu minggu. Pada pertengahan satu minggu itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan” (ayat 27/KJV). Ayat 27 mengatakan di pertengahan  minggu atau di tengah-tengah tujuh tahun, Yesus mati di kayu salib. Itu adalah 3 ½ tahun setelah baptisan Kristus –pada musim semi tahun 31 M. Jadi Daniel memberitahu kita di sini dalam Daniel 9: 27, bahwa Dia akan membuat perjanjian menjadi berat selama satu minggu atau 7 tahun. Tetapi di pertengahan minggu atau pertengahan 7 tahun itu, Dia akan mengakhiri korban dan persembahan melalui penyaliban-Nya.

Dalam Perjanjian Lama, setiap kali orang-orang berdosa, mereka akan mengorbankan seekor domba agar mereka diampuni. Anak domba akan mati menggantikan orang berdosa (kita akan pelajari dalam artikel-artikel selanjutnya tentang pengorbanan domba dalam Perjanjian Lama). Dan siapa yang mewakili domba? Yesus, Anak Domba Allah, yang mati menggantikan kita.

Jadi, ketika Kristus mati di kayu salib, apakah perlu untuk terus mempersembahkan domba? Tidak! Karena Anak Domba Allah telah mati. Yesus mengakhiri semua pengorbanan ketika Dia mati di kayu salib, seperti nubuatan yang Daniel telah ramalkan.

Ketika Kristus mati di kayu salib, tangan tak terlihat merobek tabir Bait Suci dalam dua bagian dari atas ke bawah (Matius 27: 51). Itu untuk menunjukkan bahwa pengorbanan duniawi telah berakhir, tak lagi memiliki signifikansi apapun karena Yesus, Anak Domba Allah telah memenuhi semua itu. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan kepada kita dalam Daniel 9: 27 (KJV),  “Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu minggu. Pada pertengahan satu minggu itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan.”

Kita tidak perlu mempersembahkan domba untuk dosa-dosa kita lagi, karena Yesus, Anak Domba Allah, menyebabkan semua jenis dan upacara diakhiri oleh kematian-Nya di kayu Salib.

Kita bisa melihat  bahwa nubuatan Alkitab digenapi dalam kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus. Ini adalah salah satu bukti terbesar bagi inspirasi dari Alkitab. Hal ini juga salah satu bukti terbesar Yesus adalah Anak Allah, dan yang dapat kita percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat pribadi. Dia bukan hanya seorang yang baik, tetapi Dia adalah Anak Allah.

Tetapi Kristus mati dengan kematian memalukan di kayu salib untuk kita. Dan tidak ada yang lebih akhir daripada kematian. Kematian adalah dimana setiap biografi berakhir. Itu seluruhnya tentang Yesus. Setelah kematian Kristus, mereka mengambil mayat-Nya dari salib dan memasukkannya ke dalam kuburan. Tapi apakah kematian mengakhiri kisah kehidupan Kristus? Tidak, Dia keluar dari makam itu hidup-hidup!

Dan Perjanjian Lama sebenarnya telah memprediksi bahwa dalam Mazmur 16: 10, Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” Pendiri Kekristenan hidup hari ini! Semua pendiri agama lainnya mati dan dikubur, namun tidak begitu dengan Kristus. Yesus Kristus tidak di berada di dalam kubur lagi! Kubur-Nya adalah satu-satunya yang kosong! Dia hidup!

PERTANYAAN, BERAPA KUASA YANG ANDA DAPATKAN DARI PENDIRI AGAMA YANG ADA DIDALAM KUBURNYA? Tidak ada. TAPI YESUS TIDAK DALAM KUBUR HARI INI!
Apakah Anda tidak senang? Dan karena Dia hidup, Dia bisa memberikan kepada kita kekuatan pribadi. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan di Yohanes 1: 12, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa.”

Karena Dia hidup, Dia dapat memberi kekuatan untuk kita! Dan karena Yesus mati di kayu salib, Dia bisa mengampuni kita dari dosa-dosa kita. Mengapa Kristus dapat mengampuni dosa-dosa kita? Karena Dia adalah satu-satunya yang membayar hukuman atas dosa-dosa kita dalam kematian-Nya di kayu salib. Itu sebabnya Dia bisa memaafkan kita. Tetapi karena Dia hidup saat ini, Dia bisa memberikan kekuatan kepada kita. Bagaimana kita bisa mengalami kuasa-Nya dalam hidup saya? Alkitab mengatakan kepada kita dalam Yohanes 1:29, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Yesus mati untuk dosa-dosa kita, rasa bersalah Anda, Dia membayar hukuman atas dosa-dosa Anda.

Dalam 1 Yohanes 1: 9 kita membaca, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil untuk mengampuni segala dosa kita, dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Jika kita mengakui dosa kepada Yesus, maka Dia adalah Anak Domba yang mati untuk menghapus dosa kita. Dia memaafkanmu! Itulah janji.

Orang bilang, “Saya tidak tahu apakah Dia akan mengampuni dosa-dosa saya. Saya sudah seperti orang yang fasik.” Namun itu semua tidak masalah. Kita bisa datang kepada Yesus dengan semua dosa kita, dan janjinya adalah, kita akan diampuni. Ketika ALKITAB BERKATA JIKA KITA MENGAKU KITA DIAMPUNI, kita dapat memiliki keyakinan bahwa Tuhan mengampuni kita, karena Tuhan tidak berbohong. Kita dapat memberikan rasa bersalah kita kepada Yesus.

Ketika memberi rasa bersalah kepada Yesus, jangan ambil kembali. Dia telah mengambilnya, Dia membayar hukuman untuk itu! Mungkin masing-masing kita membawa beban berat rasa bersalah, atau tetapi jika kita mengakui dosa kita kepada Yesus, kita dibebaskan dari beban itu. Kita dapat diampuni jika mengakui dosa kita kepada Yesus.

Yesus adalah pusat sejarah, pusat nubuatan, pusat ibadah alam semesta. Lihatlah Anak Domba Allah, Yesus, yang menghapus dosa kita dan rasa bersalah kita. Kita dapat diampuni karena kematian-Nya di kayu salib untuk dosa-dosa kita. Jika kita membawa beban berat rasa bersalah, mari kita meletakkan beban itu kepada Yesus, Anak Domba Allah yang berharga. Dia adalah Alfa dan Omega keselamatan kita.

Seorang penulis menulis sebagai berikut: “Kristus diperlakukan seperti yang seharusnya kita terima, agar kita mungkin dapat dimuliakan seperti yang Dia diperlakukan. Dia telah dikutuk karena dosa-dosa kita, yang mana Ia tidak berhak untuk menerimanya. Supaya kita dibenarkan oleh kebenaran-Nya, di mana kita tidak berhak untuk menerima itu. Dia menderita kematian yang seharusnya menjadi bagian kita, supaya kita menerima apa yang seharusnya menjadi milik-Nya. Dengan bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”  Puji Tuhan! Yesus mengambil kematian kita dan memberi kita kehidupan sebagai pertukaran nyawa-Nya.

Pertanyaannya adalah sudahkah kita menerima Yesus? Kita mengatakan bagaimana saya bisa menerima Yesus? Jawabannya sangat sederhana. Hanya ada lima langkah sederhana untuk menerima Yesus.

  • Akui bahwa kita seorang berdosa dan membutuhkan Juru selamat. Jika kita tidak berbuat dosa, kita tidak perlu seorang Juruselamat. Dia datang untuk memanggil orang berdosa untuk bertobat. Jika kita merasa tidak membutuhkan Juruselamat, maka kita perlu untuk mengatakan, “Tuhan, tolong saya menyadari dosa saya dan kebutuhan saya untuk menyelamatkan saya dari dosa-dosa saya.” Kita harus terlebih dahulu mengakui bahwa kita memerlukan seorang Juruselamat.
  • Percayalah bahwa Yesus telah mati untuk dosa-dosa kita. Percayalah bahwa Yesus tetap akan mati jika seandainya hanya satu orang saja yang akan diselamatkan. Itulah betapa Dia mengasihi kita!
  • Datanglah kepada Yesus sebagaimana adanya kita. Jangan menunggu sampai kita merasa baik, merasa cukup benar. Datang dengan semua kesalahanmu dan semua dosamu. Sama seperti pencuri di kayu salib. Dia tidak melakukan penebusan dosa atau perbuatan baik, namun Yesus menerimanya. Dan Yesus akan menerima kita juga.
  • Akui dosa kepada Yesus. Apa janji-Nya jika kita mengaku? Kita akan diampuni. Akuilah dosa-dosa khusus untuk Allah. Mintalah Dia mengampuni kita, dan bahkan orang lain yang bersalah kepada kita.
  • Undang Yesus untuk datang ke dalam hidup kita, hati kita dan menjadi penyelamat pribadi, rekan, dan teman. Kita melakukan lima langkah dalam doa pribadi. Kita dapat berdoa ini dalam kata-kata kita sendiri. Datanglah kepada Tuhan dalam doa pribadi dan gunakan kata-kata kita sendiri, katakan sesuatu seperti ini: “Ya Yesus, aku mengakui bahwa aku seorang berdosa. Aku memerlukan Engkau sebagai Juruselamat saya. Saya percaya, Yesus telah mati bagi dosa-dosa saya. Dan hari ini, saya datang kepada Engkau sebagaimana saya adanya. Saya mengakui dosa-dosaku kepada Engkau, Yesus.” Dan jangan lupa untuk berterima kasih kepada-Nya! Sesederhana itu! Kita tidak harus memiliki kata-kata mewah. Allah akan mendengar jika kita berdoa dengan tulus. Ini bukan proses yang sulit atau rumit untuk menerima Yesus.

 

Wahyu 3: 20 memberitahu kita bagaimana Yesus berkata kepada kita, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok: jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan datang kepadanya, dan akan makan dengan dia, dan dia dengan Aku.” Pintu mewakili kemauan/pilihan kita untuk membukanya dengan iman. Undang Yesus untuk datang ke dalam hidup kita. Ketika kita mengundang Dia ke dalam hidup kita, yang perlu kita lakukan adalah membuka pintu hati kita.

Alfa dan Omega dalam buku Wahyu mengetuk pintu hati kita saat membaca artikel ini. Maukah kita membiarkan Dia masuk? Mari kita baca sekali lagi Yohanes 1: 12, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa .” Apakah kita ingin menerima Dia saat ini? Doa dalam hati jika kita ingin menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita, dan katakan itu kepada-Nya sekarang dalam doa.

Kita mungkin menjadi seorang Kristen yang sudah meninggalkan iman. Atau kita pernah tahu Yesus, tapi telah jatuh dan jauh dari-Nya dan sekarang kita ingin menerima Dia kembali ke dalam hidup kita. Kita bisa melakukan itu sekarang dalam doa.

Mungkin kita merasa tidak berdaya untuk menjalani kehidupan Kristen, katakan itu kepada Yesus. Mungkin hati kita penuh dengan kepahitan, penuh dengan rasa bersalah, atau dosa lainnya. Mungkin kita memiliki kebiasaan buruk yang perlu untuk diserahkan.

Yesus mengundang kita untuk meletakkannya dikaki-Nya, Anak Domba Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *