Orang Kristen dan Sabat!

Berita AFI Featured

Pada 30 Maret, ribuan orang di seluruh dunia menyaksikan sebuah diskusi informatif dan menarik antara Pendeta Doug Batchelor, Presiden dari Amazing Facts, dan penyiar radio Steve Gregg seiring mereka memaparkan pentingnya Sabat hari ketujuh bagi umat Kristen hari ini. Lebih dari 600 orang bergabung di studio langsung, dan beberapa ribu lainnya berpartisipasi melalui siaran langsung via media sosial dan situs AmazingFacts.org. Banyak teman-teman pelayanan lain yang tergetar hatinya untuk mendengarkan Firman Tuhan dan penekanan pentingnya hari Sabat.


Jika anda melewatkan presentasi nya, klik disini untuk menyaksikan!


Malam itu dimulai dengan Gregg membangun sebuah konsep bahwa sementara Sabat merupakan bagian integral dari perjanjian pertama Allah yang dibuat dengan orang Israel, hari itu tidak lebih dari bagian lain dari perayaan dan hari-hari suci lainnya yang diberikan Allah kepada orang Israel; Menurutnya hari itu hanya akan bertahan selama Israel bertahan. Kemudian dia menunjuk kepada Perjanjian Baru dan Kristus, yang datang sebagai penggenapan hukum. Menurut Gregg, pekerjaan Kristus menghilangkan kebutuhan akan hukum moral karena kita menjawab Dia dan standar-Nya melalui kasih kepada Allah dan manusia. Standar baru ini menghilangkan kebutuhan akan Sabat dalam bentuk apapun bagi umat Kristen dewasa ini.

Pendeta Doug merespon dengan menyajikan bahwa fondasi Sabat sebagaimana didirikan pada Penciptaan dan berjalan sepanjang sejarah dari Keluaran hingga Gunung Sinai. Dia menyoroti pentingnya hukum Sabat sebagai dasar dari Sepuluh Hukum, dimana tidak ada yang dapat menyatukan penyembahan kepada Tuhan dengan peristirahatan bagi manusia. Dia melanjutkan dengan berbagi ayat alkitab di Yesaya 56:6,7 – yang mengidentifikasikan hari Sabat sebagai tanda Allah bagi semua orang, termasuk orang asing yang memilih menjadi bagian dari umat perjanjian Allah.

Pendeta Doug melanjutkan dengan membangun konsep bagaimana Yesus dan murid-murid memelihara Sabat selagi Yesus dibumi. Pastinya, tiga dari empat kitab Injil menyebutkan bagaimana wanita menunggu hingga selesai hari Sabat untuk menyelesaikan proses penguburan Yesus setelah kematian-Nya. Disepanjang kitab Kisah Para Rasul, orang Kristen mula-mula tetap setia berkumpul beribadah pada hari Sabat.

Di kitab Wahyu, umat Tuhan akhir zaman dikenali sebagai pemelihara hukum: “Yang penting disini ialah ketekunan orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus” (Wahyu 14:12). Nabi Perjanjian Lama Yesaya menunjuk ke depan pada pengikut setia Tuhan akan berkumpul setiap Sabat untuk beribadah di sorga (Yesaya 66:22,23). Disepanjang sejarah, hari Sabat telah menjadi bagian penting dari rencana Tuhan pada umat-Nya.

Dalam menangani persoalan mengapa Sabat masih tetap berlaku bagi kita sekarang ini, Pendeta Doug mengarahkan kepada perkataan Yesus dalam Khotbah di atas Bukti: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan menggenapinya” (Matius 5:17,18). Dia menyudahi presentasinya dengan berbagi manfaat dari hari Sabat – istirahat, ibadah, dan berkat.

 

Masing-masing diberi waktu sepuluh menit untuk menjawab keberatan/bantahan, dan Gregg merujuk kembali pada argumen awal bahwa Sepuluh Hukum bukanlah bagian dari Perjanjian Baru yang diberikan Kristus. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemeliharaan Sabat merupakan simbol perbudakan yang mana telah dibuang dibawah Kristus. Pendeta Doug merespon dengan menunjukkan beberapa point inti: bukti kebenaran bahwa Sabat diberikan saat Penciptaan bagi semua manusia (Kejadian 2) dan fakta bahwa itu tidaklah bisa menjadi bayangan atau simbol karena itu diberikan kepada manusia sebelum Adam dan Hawa berdosa. Dia juga menyatakan pentingnya perjanjian bagi orang non-Yahudi yang dicangkokkan ke dalam persediaan Abraham (Roma11).

 

Menit-menit akhir dikhususkan untuk pertanyaan-pertanyaan dari penonton di studio dan online. Ini memberikan klarifikasi untuk beberapa poin; ini juga memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak dibahas di presentasi aslinya.

Kedua nya Pendeta Doug dan Gregg memberikan kesimpulan akhir di penghujung malam itu. Gregg mempertahankan poin nya bahwa Sabat tidaklah dimaksudkan sebagai sebuah hari ibadah literal bagi orang Kristen Perjanjian Baru, melainkan peristirahatan rohani yang dinikmati setiap hari. Pendeta Doug mengarahkan kepada fakta bahwa perintah Sabat dimulai dengan kata “Ingatlah” dan bahwa Tuhan pastilah konsisten di segala zaman. Hukum-Nya adalah fondasi pemerintahan-Nya dan karakter-Nya. Adalah pelanggaran kita akan hukum-Nya yang membuat Yesus datang dan mati untuk menebus kita dari dosa. Pada hari-hari terakhir sejarah bumi, adalah kebenaran Tuhan yang akan menjadi ujian.

 

Pendeta Doug berbagi, “Saya biasanya menghindar dalam kegiatan seperti ini karena seringkali berakhir dengan kesimpulan dua doktrin berbeda yang harus orang-orang hadapi, menciptakan lebih banyak ketegangan daripada kelegaan. Sebelumnya saya sudah mendengar Steve Gregg di radio dan saya yakin dia akan bersikap ramah dan hormat dalam mendiskusikan persoalan ini. Alkitab menyajikan bukti kuat bahwa orang Kristen Perjanjian Baru harus terus mematuhi Sepuluh Hukum.”

Dia menambahkan, “Saya terkesan bahwa orang-orang perlu mendengarkan kedua sisi dari pokok persoalan ini sehingga mereka bisa teguh dalam kepercayaan mereka akan kebenaran Alkitab yang penting ini. Sejak debat itu, beberapa orang menghubungi kami mengatakan bahwa mereka mempelajari persoalan Sabat dan teryakinkan oleh karena kasih kepada Kristus mereka harus memelihara Sepuluh Hukum.”

Semua kami yang di Amazing Facts berdoa semoga kegiatan ini akan membawa orang-orang lebih dekat kepada Yesus, menginspirasi mereka belajar Alkitab lebih lagi, dan mendorong mereka untuk menjadikan hari kudus Tuhan sebagai prioritas dalam kehidupan mereka. Jika anda ingin memiliki materi-materi lanjutan dari presentasi ini, berikut ada pelajaran-pelajaran yang tersedia di Amazing Facts:

Hari-Hari Perayaan dan Sabat

Mengapa Perjanjian Lama Gagal

Apakah Kasih Karunia Tuhan Menghapus Hukum-Nya

Sabat: Topik Yang Sangat Dibenci Setan

Materai Tuhan & Tanda Binatang

 

1 thought on “Orang Kristen dan Sabat!

  1. Slamat pagi, bolehkah video diskusi antara Pendeta Doug Batchelor dan Steve Gregg ditranslatekan ke Bahasa Indonesia? Agar kami yang tidak terlalu mengerti Bahasa Inggris dapat mengikuti dan mempelajarinya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *