ORANG-ORANG JAHAT SALING MEMBUNUH

Renungan Harian

begalDan Aku akan memanggil pedang datang atasnya pada segala gunungKu, demikianlah firman Tuhan Hua, pedang masing-masing orang akan melawan saudaranya. Yekhezkiel 38:21, terjemahan lama.

Orang-orang jahat penuh dengan penyeselan, bukan oleh sebab kelalaian mereka yang berdosa terhadap Allah, dan terhadap sesama manusia mereka, tetapi oleh sebab Allah sudah menang. Mereka menangisi akibatnya yang sedemikian rupa tetapi mereka tidak bertobat dari kejahatan mereka. Mereka tidak akan berhenti mencoba semua sarana untuk mencari kemenangan sekiranya ada kemungkinan. …

Para pemimpin agama dan umatnya melihat bahwa mereka tidak mempertahankan hubungan baik dengan Allah. Mereka melihat bahwa mereka telah memberontak melawan sang Pencipta keadilan dan hukum kebenaran. Mengesampingkan hukum-hukum  ilahi memberi kesempatan kepada beribu-ribu orang menimbulkan kejahatan, perselisihan, kebencian, kecurangan, hingga bumi menjadi satu medan perang yang besar, yang tenggelam dalam korupsi. Inilah pemandangan yang kini muncul di depan mereka yang menolak kebenaran dan memilih untuk memegang yang salah. Tidak ada bahasa yang dapat menyatakan perasaan orang-orang yang tidak menurut dan setia karena atas hal itu mereka telah kehilangan hidup yang kekal untuk selama-lamanya. Orang-orang yang talenta-talenta dan keahlian mereka dipuja-puja oleh dunia kini melihat perkara-perkara ini di dalam terangnya yang benar. Mereka menyadari apa yang mereka telah korbankan karena pendurhakaan, dan mereka jatuh di kaki orang yang mempunyai kesetiaan yang mereka remehkan dan tidak hiraukan, dan mengaku bahwa Allah mengasihi mereka.

Umat itu melihat bahwa mereka telah ditipu. Mereka saling menuduh karena mereka  telah diseret kepada kebinasaan; tetapi semua bersatu menumpahkan tuduhan mereka yang pahit kepada para pemimpin agama mereka. Para pendeta yang tidak setia hanya menubuatkan hal-hal yang enak; mereka telah memimpin para pendengar mereka yang meniadakan hukum Allah dan menganiaya orang-orang yang menguduskan hukum itu. Sekarang, dalam keputusasaan mereka; para guru ini mengaku di hadapan dunia, pekerjaan penipuan mereka. Orang banyak itu dipenuhi denga perasaan geram. “Kami telah hilang!” teriak mereka, “dan kalianlah biang keladi kebinasaan”, lalu mereka beralih kepada gembala-gembala palsu. Orang-orang yang  tadinya sangat mengagumi mereka akan mengucapkan kutuk yang sangat mengerikan terhadap mereka. Tangan orang-orang yang tadinya memahkotai mereka dengan penghormatan akan digunakan untuk membinasakan mereka. Pedang-pedang yang dulu digunakan membunuh umat Allah kini bekerja membinasakan musuh-musuh mereka. Di mana-mana terjadi pertempuran dan pertumpahan darah.

 

Maranata Hal. 294 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *