Perintah Ambil dan Pilih?

Berita AFI Featured

Hanya enam dari Sepuluh Perintah Allah yang penting- setidaknya, menurut sebuah survey opini publik di Inggris.

Yang masih tahu adalah pembunuhan, pencurian, perzinaan, berbohong, dan keserakahan. Dan 69 persen orang Inggris yang mengikuti survey mengatakan bahwa menghormati ayahmu dan ibumu adalah ide yang baik.

Namun pemujaan berhala, menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, menyembah dewa-dewa lain dan, terutama, menguduskan Hari Sabat, mayoritas dari hampir 70 persen atau lebih mengatakan bahwa melanggar perintah-perintah ini diizinkan. Dan hanya satu dari lima orang di Inggris berpikiran bahwa meluangkan sehari untuk beristirahat merupakan hal yang penting, bahkan jika hari Minggu disebutkan sebagai “Sabat” dalam pertanyaan jajak pendapat.

Perkembangan ini merupakan perubahan yang cukup besar untuk Inggris, dulu nya merupakan bangsa dimana iman kekristenan, termasuk Dekalog, diberikan setidaknya sedikit perhatian oleh mayoritas penduduknya. Tidak ada siswa yang jujur dari sejarah Inggris akan mengatakan seluruh penduduknya, atau bahkan seluruh pimpinannya, setia akan ajaran Alkitab dalam segala keadaan dan waktu, namun setidaknya ada sedikit pengakuan akan pentingnya Sepuluh Perintah Allah dan perannya dalam pembentukan masyarakat mereka.

Bahkan seorang wartawan televisi ikonik dari Amerika, penyiar Ted Koppel dari “Nightline”, mengakui pentingnya kode etik ilahi dalam sebuah pidato upacara pemberian ijazah yang dibawakan nya tiga puluh tahun lalu di Duke University:

“ Apa yang Musa bawa turun dari Gunung Sinai bukanlah Sepuluh Saran Allah; namun merupakan Sepuluh Perintah Allah. Merupakan, bukan dulu nya merupakan. Kecemerlangan dari Sepuluh Perintah Allah adalah mereka mengkodifikasi, dalam segenggam kata-kata, perilaku manusia yang dapat diterima. Bukan hanya untuk masa itu atau pun sekarang, namun untuk selamanya. Bahasa berkembang, kekuasaan berpindah tangan dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain, pesan-pesan disampaikan dalam kecepatan cahaya, manusia menghapus batas-batas satu setelah yang lain; namun kita dan perilaku kita, dan Perintah-perintah yang mengendalikan perilaku, tetaplah sama.”

Jadi mengapa masyarakat zaman ini percaya bahwa Sepuluh Perintah Allah tidaklah penting? Alasannya berbeda-beda satu dengan yang lain, pastinya, namun ratusan tahun pendidikan sekuler dan pengkondisian budaya dalam kehidupan publik Inggris pasti belum membangun penghormatan akan perintah-perintah Allah. Dan sementara Ratu Elizabeth II, yang memegang kekuasaan paling lama di Inggris, dikenal karena devosi nya terhadap Gereja Inggris, putranya, Pangeran Charles tidak terlihat sama terikatnya. Pada tahun 2008, ia melayangkan ide agar dikenal sebagai “Pembela Iman” negara itu, sebuah sikap yang pluralistik, daripada “Pembela Iman” Kekristenan.

Namun apapun yang dipikirkan orang, entah mereka bangsawan atau rakyat biasa, tetap menjadi sebuah fakta bahwa Perintah Tuhan adalah kekal. Kita dapat membaca dalam buku Keluaran: “Dan Tuhan memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah… Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.” (Keluaran 31:18 ; 32:16)

Kedua loh dan tulisan itu adalah pekerjaan Allah! Tidak bisa lebih jelas dari itu; Kesepuluh Perintah Allah, semuanya, dimaksudkan untuk kebaikan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *