PERSEKUTUAN SURGAWI

Renungan Harian

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 1 Pet. 5:6

Seluruh surga ikut serta dalam persekutuan dengan mereka yang datang kepada Kristus untuk memperoleh kehidupan yang kekal, menyerahkan diri mereka kepada-Nya seperti mereka yang telah menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Tuhan meminta hamba-hamba-Nya berdiri di bawah panji-panji yang berlumuran darah Raja Imanuel, berusaha dalam kuasa-Nya untuk memelihara prinsip-prinsip kebenaran dengan murni dan tidak bejat.

Mereka tidak akan pernah menyimpang dari jalan penyangkalan diri dan kerendahan hati yang harus dijalani oleh setiap orang Kristen. Sementara mereka bekerja bersama dengan Tuhan, Kristus dibentuk di dalam mereka, “pengharapan akan kemuliaan” (Kol. 1:27). Dengan berpakaian kelembutan dan kerendahan hati, mereka mendapat sukacita yang paling tinggi dalam mengerjakan pelayanan-Nya. Ambisi-ambisi dunia digantikan oleh kerinduan untuk melayani Tuhan.

“Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.” “Korban sembelihan kepada Tuhan ialah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk, tidak akan Kau pandang hina, ya Tuhan” (Maz. 138:6; 51 :19). Mereka yang menyatakan roh kelemahlembutan dan kerendahan hati Kristus akan diperhatikan Tuhan dengan lemah lembut. Tidak ada yang lolos dari pengamatan-Nya. Ia menandai penyangkalan diri mereka, usaha mereka untuk meninggikan Kristus di hadapan dunia ini. Meskipun para pekerja yang rendah hati ini dihinakan oleh dunia ini, mereka sangat berharga di pandangan Tuhan.

Bukan hanya orang berhikmat, orang besar, orang yang bermurah hati yang akan memperoleh paspor untuk memasuki istana surgawi — bukan hanya pekerja yang sibuk, yang penuh semangat dan giat. Tidak; orang yang suci hatinya, yang tidak terdapat akal bulus di bibirnya; yang miskin di hadapan Tuhan, yang digerakkan oleh Roh Kristus; pembawa damai, yang ambisi utamanya adalah melakukan kehendak Tuhan — orang-orang ini juga memperoleh hak untuk masuk.

Mereka adalah permata-permata Tuhan, dan akan terdapat di antara orang-orang kepada siapa Yohanes menulis, “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan Tuhan kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi Raja” (Why. 19:6). Mereka telah membasuh jubah mereka, dan memutihkannya dalam darah Anak Domba. “Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Tuhan dan melayani Dia slang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka” (Why. 7:15

 

“That I May Know Him”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *