PERTUMBUHAN KASIH KARUNIA MULAI DI RUMAH TANGGA

Renungan Harian

Bertumbuh dalam Kasih Karunia

Kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Mazmur 84:12

Banyak orang tidak bertumbuh dalam kasih karunia sebab mereka gagal untuk memupuk agama dalam keluarga.

Anggota-anggota keluarga haruslah menunjukkan bahwa mereka senantiasa memiliki kuasa yang diterima dari Kristus. Mereka harus berusaha memperbaiki setiap sifat dan kebiasaan, dengan demikian mereka menunjukkan bahwa mereka selalu mengingat apa artinya menjadi seorang Kristen.

Mereka yang menjadi Kristen dalam rumah tangga akan menjadi Kristen dalam gereja dan di tengah-tengah dunia.

Kasih karunia hanya dapat berkembang subur dalam hati yang selalu sedia menerima benih-benih kebenaran yang indah. Duri-duri dosa akan bertumbuh dalam setiap tanah, mereka tidak memerlukan perawatan; akan tetapi kasih karunia haruslah dipelihara baik-baik. Belukar duri dan bunga mawar hutan senantiasa bertumbuh, dan pekerjaan penyucian haruslah maju terus.

Hal yang akan menjadikan tabiat itu menarik dalam rumah tangga adalah hal yang akan menjadikannya menarik di tempat tinggal di sorga. Jika engkau akan . . . menjadi terang dunia ini, maka terang itu haruslah memancar dalam rumah tanggamu. Di siniiah engkau harus meneladani kasih karunia Kristen, menjadi ramah-tamah, sabar, baik hati, dan juga teguh. . . . Engkau haruslah senantiasa berusaha mencari perkembangan pikiran dan jiwa yang tertinggi. . . . Sebagai seorang anak Allah yang rendah hati, belajarlah di sekolah Kristus; berusahalah selalu menggunakan kesanggupan-kesanggupan yang ada padamu, agar engkau dapat melakukan pekerjaan yang lebih sempurna lagi, di rumah, baik oleh pengajaran maupun oleh teladan. . . . Biarlah sinar kasih karunia sorga menerangi tabiatmu, agar ada sinar matahari di dalam rumah tanggamu.

Ukuran kekristenanmu diukur oleh tabiat kehidupanmu di rumah tangga. Kasih karunia Kristus menyanggupkan si pemiliknya menjadikan rumah tangga itu suatu tempat yang berbahagia, penuh kedamaian dan ketenangan.

Hidupku Kini, hal. 104

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *