Perlindungan Orang Muda

RUMAH TANGGA HARUSLAH MENJADI BENTENG PERLINDUNGAN BAGI ORANG MUDA

Renungan Harian
Persahabatan Keluarga
Barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Markus 9:37

Rumah tangga kita haruslah menjadi suatu tempat perlindungan bagi orang muda yang terkena coba. Banyak di antara mereka yang sedang berdiri pada persimpangan jalan. Tiap pengaruh, tiap kesan, sedang menentukan pilihan yang akan membentuk nasib mereka sekarang dan kemudian.

Janganlah menjauhkan dirimu dari mereka, melainkan dekatilah mereka. Bawalah mereka ke dekat perapianmu; undanglah mereka ke mezbah keluargamu. Beribu-ribu tugas yang dapat dilakukan untuk mereka. Setiap pohon dalam kebun setan penuh dengan buah pencobaan  yang beracun, dan sengsarapun diucapkan ke atas setiap orang yang memetik dan memakannya.

Iblis mengajak mereka. Tempatnya menarik dan terang-benderang. Tempat itu menggembirakan hati setiap pengunjungnya. Di sekeliling kita terdapatlah orang-orang muda yang tidak mempunyai rumah dan banyak di antaranya yang rumahnya tidak mempunyai penolong, tidak mempunyai kuasa yang meninggikan martabat, sehingga orang muda itu tenggelam ke dalam kejahatan. Mereka sedang turun menuju kehancuran dalam bayang-bayang pintu rumah kita sendiri.

Orang-orang muda ini memerlukan uluran tangan yang direntangkan kepada mereka dalam simpati. Perkataan yang ramah yang diucapkan dengan sederhana, perhatian yang sedikit yang diberikan dengan sederhana, akan melenyapkan kabut pencobaan yang berkumpul di atas jiwa itu. Ucapan belas kasihan yang sejati yang Iahir dari sorga mempunyai kuasa untuk membuka pintu hati yang memerlukan perkataan yang harum semerbak seperti perkataan Kristus, perkataan sederhana, perkataan yang lembut yang disentuh roh kasih Kristus. Jika kita mau menunjukkan perhatian pada orang-orang muda, undanglah mereka ke dalam rumah kita, dan kelilingilah mereka dengan pengaruh yang menggembirakan, pengaruh yang menolong, akan banyak yang mengalihkan langkah mereka dengan senang hati ke jalan yang menuju sorga.

lngatlah bahwa kebahagiaan tidak akan kau miliki dengan jalan menutup diri hanya untuk diri sendiri, ingatlah bahwa kepuasan diperoleh dengan jalan saling mencurahkan kasih sayang satu dengan yang lain. Gunakanlah setiap kesempatan untuk membagi-bagikan kebahagiaan pada orang-orang di sekitarmu…. Kegembiraan yang sejati hanya terdapat dalam pelayanan yang bersifat tidak mementingkan diri sendiri.

Hidupku Kini, hal. 204

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *