STANDAR (UKURAN) TABIAT YANG BENAR

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Untuk hukum dan kesaksian; jika mereka berbicara tidak sesuai dengan perkataan itu, itu karena tidak ada terang dalam mereka. (Yes. 8:20, KJV)

Ada kasih karunia Ilahi bagi semua yang mau menerimanya, namun ada sesuatu yang harus kita lakukan. . . . Ada pekerjaan yang harus kita lakukan untuk menyesuaikan diri kita kepada masyarakat malaikat. Kita harus seperti Yesus, bebas dari kecemaran dosa. Ia menuntut kita menjadi seperti Dia; Ia adalah teladan sempurna pada masa kanak-kanak, masa muda dan masa dewasa. Kita harus mempelajari Teladan itu lebih cermat.

Yesus adalah Raja surga, namun Ia turun ke dunia merendahkan diri mengambil anak-anak ke pelukan-Nya dan memberkati mereka. Ia yang dikagumi malaikat mendengarkan dengan kasih yang paling lembut kata-kata pujian mereka yang merepet dan tidak sempurna. Kita harus seperti Dia dalam kemuliaan yang agung, sementara hati kita dilembutkan dan ditundukkan oleh kasih Ilahi yang tinggal dalam hati Kristus. . . .

Kita mempunyai tugas untuk membentuk tabiat menurut pola Ilahi. Semua kebiasaan buruk harus dihentikan. Yang tidak murni di dalam hati harus dijadikan murni, orang yang mementingkan diri sendiri harus menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri itu, orang sombong harus membuangkan kesombongannya, orang yang merasa cukup sendiri harus menghentikan rasa percaya dirinya yang beriebihan dan harus menyadari bahwa sebenarnya ia tidak berarti apa-apa tanpa Kristus.

Kita perlu berjangkar pada Kristus, berakar dan tertanam dalam iman. Setan bekerja melalui agen-agennya. Ia memilih mereka yang tidak meminum air kehidupan, yang jiwanya haus akan sesuatu yang baru dan aneh, dan yang siap sedia meminum dari sembarang mata air yang muncul. Suara-suara akan terdengar, berkata, “Lihat, Kristus ada di sini,” atau “Lihat, Kristus ada di sana,” tetapi kita tidak boleh mempercayainya. Kita mempunyai bukti yang tidak bisa salah mengenai suara Gembala Yang Benar, dan Ia memanggil kita untuk mengikut Dia. Ia berkata, “Aku telah menuruti perintah-perintah Bapa-Ku.” Ia menuntun domba-domba-Nya pada jalan penurutan dengan rendah hati kepada hukum Tuhan, Ia tidak pernah mendorong mereka untuk melanggar hukum itu. . . . Tak seorang pun perlu tertipu. Hukum Tuhan suci seperti takhta-Nya suci, dan oleh hukum itu setiap manusia yang datang ke dunia ini akan dihakimkan. Tidak ada ukuran atau standar lain untuk menguji tabiat.

Inilah Hidup yang Kekal Hal. 299


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *