SUKACITA DAN DAMAI SEJAHTERA

Renungan Harian

Buah Roh Kudus

Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. Roma 16:13

Tuhan telah menentukan bahwa tiap-tiap jiwa yang menurut firmanNya akan memiliki sukacitaNya, damai sejahteraNya, kuasa penjagaanNya yang terus-menerus. Pria dan wanita yang demikian selalu dibawa ke dekatNya, bukan saja pada saat mereka bertelut dihadapanNya untuk berdoa, akan tetapi pada saat mereka memikul tanggung jawab kehidupan. Ia telah menyediakan bagi mereka suatu tempat tinggal denganNya, dimana hidup dibersihkan dari segala kekasaran, segala yang buruk. Dengan hubungan yang tidak terputus ini, mereka diangkat menjadi kawan sekerja bersama-sama dengan-Nya dalam pekerjaan hidup mereka.

Perkataan tidak dapat melukiskan damai sejahtera dan sukacita yang dimiliki orang yang berpegang pada firmanNya, Penderitaan tidak mengganggunya, penghinaanpun tidak mengganggunya. Diri sendiri disalibkan. Dari hari ke hari kewajibannya boieh jadi lebih berat, pencobaan yang dihadapinya semakin kuat, kesulitan-kesulitannya lebih berat lagi; akan tetapi ia tidak tersandung; karena ia mendapat kekuatan yang setimpal dengan keperluannya.

Mereka yang sedang belajar di kaki Yesus pasti akan menyatakan tabiat Kristus melalui perbuatan dan percakapan mereka. . . . Hidup mereka Iebih banyak ditandai kebahagiaan surgawi dari pada kesibukan dan kegairahan hidup. Kasih mereka bagi Kristus adalah tenang, damai seiahtera, namun semuanya tertib. Terang dan kasih seorang yang diam pada Juruselamat dinyatakan dalam tiap perkataan dan perbuatan.

Ada waktunya bilamana berkat Allah telah dianugerahkan untuk menjawab doa, sehingga ketika orang lain masuk kn dalam kamar, tidak berapa lama mereka melangkah menuju pintu, dan berseru, “Tuhan ada di sini!” Bukan sepatah kata yang diucapkan, meiainkan pengaruh hadirat Allah yang kudus dapat dirasakan. Sukacita yang datang dari Yesus Kristus ada di sana; dan dalam hal ini Tuhan telah berada dalam ruangan itu sesaat la berjalan melalui jalan-jalan di yerusalem, atau tampak pada murid-murid ketika mereka di ruangan atas, sambil berkata, “Damai sejahtera bagimu”.

Hidupku Kini, hal.53

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *