renungan

UDARA YANG KITA HIRUP

Renungan Harian

Unsur-unsur Kesehatan yang Baik

Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Kisah 37:25

Udara adalah berkat sorga dengan cuma-cuma yang diperkirakan mengalirkan tenaga listrik ke seluruh jaringan tubuh.

Paru-paru terus-menerus mengeluarkan udara kotor, oleh sebab itu perlu terus dicukupi dengan udara bersih. Kira lebih bergantung kepada udara yang kita hirup dari pada kepada makanan yang kita makan. Pria dan wanita, orang muda dan orang tua yang ingin sehat, dan yang mau menikmati hidup yang giat, harus mengingat bahwa mereka tidak dapat memperoleh hal itu tanpa peredaran darah yang baik. Apapun pekerjaan mereka, dan kehendak hati mereka, mereka harus menetapkan hati untuk mengadakan  gerak badan sebanyak-banyaknya di udara terbuka. Mereka harus merasakan suatu kewajiban agama untuk mengatasi keadaan  kesehatan yang telah menahan mereka tetap di dalam rumah sehingga kehilangan waktu untuk mengadakan gerak badan di udara terbuka

Udara, anugerah sorga yang sangat berharga itu, yang semua orang boleh mendapatnya, akan memberkatimu dengan pengaruh yang menguatkan jika engkau tidak menahannya masuk ke dalam tubuh. Sambutlah, pupuklah kesukaan terhadapnya, dan ia akan manjadi penenang saraf yang ajaib. . . . Pengaruh udara barsih  dan segar menjadikan darah mengalir dengan sehat melalui jaringan tubuh. Hai itu menyegarkan tubuh dan menjadikannya kuat dan sehat, sementara pada saat yang sama pengaruhnya terasa betul terhadap pikiran, mendatangkan ketenangan dan ketenteraman. Pengaruh itu membangkitkan nafsu makan dan menjadikan pencernaan lebih baik, dan memberikan tidur tenang dan pulas.

Udara bersih, yang menguatkan dari sorga itu adalah pemberian Allah dengan cuina-cuma kepada pria dan wanita, dan tidak mungkin mereka bergembira, sehat walafiat dan berbahagia kecuali mereka menghargai pemberian yang Iimpah ini, dan mernanfaatkannya sesuai dengan maksudnya

Udara bersih, yang cuma-cuma diberi dari sorga adaian salah satu berkat yang terlimpah yang dapat kita nikmati.

Hidupku Kini, hal. 139

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *