Amazingfacts.id: Bagi banyak orang, ini hanyalah hari libur biasa yang menyenangkan. Namun bagi orang-orang seperti Carol Resh (61), yang putranya, Kapten Angkatan Darat Mark Resh, tewas di Irak, Hari Peringatan memiliki makna yang jauh lebih dalam. Menanggapi anggapan bahwa hari itu hanyalah hari libur biasa, ia berkata, “Bukan karena mereka melakukannya dengan niat jahat. [Perang] itu hanya belum memengaruhi mereka.”
Selama Perang Dunia II, lebih dari 12 persen penduduk AS bertugas di angkatan bersenjata. Saat ini, angka tersebut turun menjadi kurang dari setengah persen. Sebagian besar warga Amerika bahkan tidak mengenal secara pribadi seorang tentara, pelaut, atau awak pesawat. Brian Duffy, komandan tertinggi Veterans of Foreign Wars, mengatakan, “Sungguh menyedihkan bahwa, sebagai masyarakat, kita tidak benar-benar memahami dan menghargai makna sejati Hari Peringatan.”
Hal itu juga berlaku terkait penciptaan. Dalam enam hari Tuhan menciptakan langit dan bumi, namun sebagian besar dunia telah melupakan Kejadian 1, atau bahkan lebih buruk lagi, mengejek gagasan bahwa Tuhan menciptakan dunia kita. Beberapa orang berkata, “Siapa yang peduli bagaimana Tuhan menciptakan bumi?” Namun, keyakinan kita tentang awal mula menjadi landasan bagi banyak aspek kehidupan kita.
Misalnya, ketika kita memahami bahwa penciptaan Tuhan membedakan-Nya dari semua “dewa” lainnya, kita menyadari bahwa Tuhanlah yang seharusnya menjadi fokus utama penyembahan kita. “Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.” (Mazmur 96:5).
Allah sebagai Pencipta adalah dasar dari penyembahan kita karena kita adalah ciptaan-Nya. Hal ini terlihat dalam seruan terakhir kepada seluruh penghuni dunia untuk “sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (Wahyu 14:7).
Demikian pula, Sabat diberikan sebagai pengingat mingguan akan Penciptaan, hari peringatan. Kita diperintahkan untuk “ Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat… Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi.” (Keluaran 20:8, 11). Ketika Anda memahami makna sejati Sabat, penciptaan Allah menjadi jauh lebih bermakna.
Terapkan: Minggu ini, sambutlah Sabat dengan membaca ayat-ayat tentang Allah sebagai Pencipta Anda.
Pelajari Lebih Dalam: Kejadian 2:2, 3; 1 Tawarikh 16:24–27; Yesaya 40:18–26.
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Mazmur 95:6.
– Doug Batchelor –

