Amazingfacts.id: Kamp Sumter adalah kamp tawanan perang Konfederasi yang awalnya dirancang untuk menampung 10.000 orang; namun, akhirnya digunakan untuk lebih dari 30.000 orang. Sungai yang mengalir di tengah kamp adalah satu-satunya sumber air, dan digunakan untuk segala hal: mandi, mencuci pakaian, minum. Selain itu, toilet hanya berjarak tiga kaki. Diare melanda. Pada Agustus 1864, hujan lebat menghanyutkan sebagian besar limbah kamp.
Petir menyambar, dan mata air air murni memancar. Para tawanan menyebutnya “Providence Spring.” Apakah sulit dipercaya bahwa Tuhan menggunakan badai di Kamp Sumter untuk menyediakan air dan menyelamatkan nyawa banyak tawanan? Dalam membandingkan kisah badai di Danau Galilea, terlihat jelas bahwa sebenarnya ada dua badai pada malam itu, dan Tuhan menggunakan salah satunya untuk menyelamatkan para murid.
Orang-orang begitu terkesan dengan mukjizat roti dan ikan sehingga mereka siap menjadikan Yesus raja dengan paksa (Yohanes 6:15). Yohanes mengatakan bahwa ketika Ia menyadari niat mereka, Yesus pergi sendirian untuk berdoa. Ia menambahkan bahwa Yesus segera “menyuruh murid-murid-Nya naik ke perahu … sementara Ia menyuruh orang banyak pulang … mereka tidak mengerti tentang roti, karena hati mereka tetap degil (keras)” (Markus 6:45, 52). Murid-murid naik ke perahu dengan enggan karena mereka tidak mengerti penolakan Yesus untuk menerima kerajaan duniawi.
Badai di hati mereka tertutupi oleh badai di laut. Kemarahan mereka mereda ketika mereka melihat Yesus berjalan di atas air, ketika angin berhenti ketika Dia naik ke perahu, dan ketika perahu itu tiba di seberang dengan segera. Dengan kedua badai kini mereda, mereka menyembah-Nya dengan semangat baru, berkata, “Sesungguhnya Engkau adalah Anak Allah” (Matius 14:33).
Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami,Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi. Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa!. (Mazmur 65:6,8).
– Doug Batchelor –






