Senin, Agustus 03, 2020

RENUNGAN HARIAN

MASADA

Masada, yang berarti "benteng" dalam bahasa Ibrani, adalah tempat perlindungan yang berada di puncak gunung di padang pasir Yudea, yang dibangun di atas gunung batu, tempat terisolasi dan bentuknya naik secara tiba-tiba setinggi 2.000 kaki dekat dengan Laut Mati. Benteng itu direnovasi oleh Herodes Agung antara tahun 37 sampai 31 SM. Ketika Yerusalem direbut tentara Romawi pada tahun 70 M., orang Israel yang tersisa, sebuah sekte Yahudi yang dikenal sebagai bani Zelot, memberontak dan merebut benteng itu dari pemerintahan Romawi. Mereka menolak untuk menyerah.

Dengan banyaknya persediaan makanan dan air, kelompok yang terdiri dari sekitar 1.000 pria, wanita, dan anak-anak yang dipimpin oleh Eleazar ben Jair, bertahan dari kepungan pasukan Romawi selama lebih dari dua tahun. Setelah pengepungan yang lama ini, 15.000 tentara Romawi dari Legiun Kesepuluh menjembatani puncak benteng dengan menimbun tanah dalam jumlah yang sangat besar, menerobos tembok lalu menaklukkannya. Mereka menemukan mayat lebih dari 960 pria, wanita, dan anak-anak, korban pakta bunuh diri untuk mencegah orang Romawi menjadikkan mereka sebagai budak. Semua kecuali tujuh orang, bunuh diri, daripada menyerah kepada musuh mereka.

Situs Masada ditemukan kembali pada tahun 1842 dan secara luas digali oleh arkeolog Higael Yadin antara tahun 1963 dan 1965. Saat ini wisatawan dapat mendaki Jalur Ular di sisi timur atau naik kereta gantung ke atas. Karena iklim yang kering, sebagian besar Masada tetap tidak tersentuh oleh manusia selama lebih dari 2.000 tahun. Sebuah museum sekarang didirikan untuk menampilkan semua penemuan dan tur diberikan setiap hari, menceritakan kisah para patriot fanatik yang menolak untuk menyerah.

Tentu saja ada saat-saat di mana kita harus berani melawan musuh. Tetapi ada juga waktu untuk menyerah — bukan kepada iblis, tetapi kepada Kristus. Ketika Paulus membagikan Injil kepada orang-orang Korintus, ia menulis, “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” (1 Korintus 1:18). Bagi dunia tampaknya tidak masuk akal untuk menyembah Tuhan yang menyerahkan nyawa-Nya. Namun, dengan cara yang sama kita dapat menemukan kehidupan ketika kita mati untuk diri sendiri dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Teks Alkitab kita hari ini memanggil kita untuk menjadi seperti Yesus dan disalibkan bersama-Nya. Bukan tubuh fisik kita yang harus memanjat salib dan mati. Kita harus menyerahkan diri. Dengan meletakkan hak-hak kita, keinginan kita untuk menjadi yang pertama dan semua keinginan daging kita agar kita bisa menerima keselamatan. Kita akan mengakui kekalahan dalam pertempuran melawan diri kita sendiri, namun kita akan memenangkan perang bila kita menyerah kepada Yesus.

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Galatia 2:20

-Doug Batchelor-

Berita AFI

4 CARA MUDAH MEMBAGI IMAN ANDA SELAMA LOCKDOWN CORONAVIRUS ATAU PEMBATASAN SOSIAL

Ditulis oleh Amazing Facts Webmaster Baru-baru ini, saya berada di supermarket membeli beberapa barang. Ketika saya sampai di tempat kasir, saya mencoba mengajak dia ngobrol dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana. (Saya merasa lebih mudah untuk berbagi bahan-bahan mengenai iman kita jika telah memecahkan kebekuan dalam suatu pertemuan.) Saya bertanya apakah “Apa ada hal-hal aneh yang […]

Pendalaman Alkitab

PERBEDAAN PERJANJIAN YANG LAMA DAN PERJANJIAN YANG BARU (2)

Perjanjian Yang Lama Dan Perjanjian Yang Baru Dinyatakan Dalam Kehidupan Abraham Melalui kebenaran Alkitab, kita akan melihat bahwa perbedaan di antara perjanjian Allah yang lama dan perjanjian Allah yang baru, telah dinyatakan dalam kehidupan leluhur kita Abraham. Hal ini kita tekankan di sini, oleh sebab banyak orang Kristen telah membuat pembedaan di antara buku Perjanjian […]

PERBEDAAN PERJANJIAN YANG LAMA DAN PERJANJIAN YANG BARU (1)

Apakah Yang Telah Dijanjikan Oleh Allah Kepada Umat Manusia? Tulisan-tulisan Alkitab, sebagaimana yang telah kita ketahui, dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama dikenal sebagai PERJANJIAN LAMA, dan bagian yang kedua dikenal sebagai PERJANJIAN BARU. Apakah buku-buku Alkitab ini yang dimaksud dengan perjanjian-perjanjian Allah itu? Perjanjian-perjanjian Allah itu dicantumkan dalam buku-buku tersebut, tetapi buku-buku itu […]

Follow Us

Amazing Disciples

RSS Amazing Facts Blog

  • Why Is Bible Engagement Falling to New Lows? 28 Juli 2020
    Despite reports about Americans turning to faith in the pandemic, engagement with the Bible has declined. Why? And what does this mean for the church—and for believers?
  • In Reclaiming Mosque, Turkey Troubles the Waters 21 Juli 2020
    Declaring the ancient Hagia Sophia a Muslim worship center again, Turkey has upset European allies and left Pope Francis “very pained.” What does it mean for global religious tensions?
  • Will the Latest Religious Liberty Rulings Boomerang? 14 Juli 2020
    Many orthodox believers found much to cheer in recent Supreme Court rulings. But will these “victories” be short-lived? What does the future hold?
  • Protest Nation: Independence from America 7 Juli 2020
    Even as the country celebrated another Independence Day, American patriotism is at an unprecedented low. What does this mean for the nation’s future? And what is God calling us to do?
  • Has COVID-19 Killed the Church? 29 Juni 2020
    Even as congregations reopen, many Americans say they’re unwilling to sit in a pew just yet. Now an academic predicts a “religion recession” as the pandemic continues, but what does the Bible predict?