MENGAPA HANYA YESUS YANG BISA MENJADI ANAK DOMBA ALLAH?

Featured Mengenal Yesus
Mari bagikan artikel ini

Apakah perbedaan antara Kristus mati bagi kita dan seseorang manusia mati bagi kita? Di sepanjang sejarah, banyak orang menyerahkan nyawanya bagi orang lain dalam tindakan kasih yang penuh pengorbanan diri Mengapa harus Yesus? Apakah seorang malaikat yang tanpa dosa tidak bisa mati bagi kita?

Yesus tidak pernah berdosa. Jikalau ia pernah berdosa, Ia tidak bisa menjadi pengganti kita  Alkitab mengatakan berulang kali bahwa binatang korban dalam upacara di bait suci haruslah “tanpa cacat” (Imamat 4:3, 23, 28)  Semua manusia, kecuali Yesus, pernah berdosa  Yesus sendiri, melalui kebajikan- Nya, yang mampu menjadi pengganti kita dan menanggung hukuman bagi dosa-dosa kita.

Yesus adalah Allah. Lihat Yohanes 1:1  Dialah yang menjadikan kita; Dia juga yang membuat hukum, cermin tertulis tentang karakter-Nya (Yohanes 1:2, 3)  Tuhan adalah Pemberi kehidupan dan Pemberi hukum dan satu-satunya yang mampu mengaruniakan karunia kehidupan kekal kepada seorang berdosa  (Yohanes 1:2, 3)  “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia” (Yohanes 1:4)  Seorang malaikat tidak bisa menjadi pengganti kita, karena seperti kita, malaikat-malaikat adalah makhluk ciptaan; mereka tidak memiliki kehidupan di dalam dan dari diri mereka sendiri.

Yesus menjadi manusia. Yesus menjadi pengganti kita dengan menjadi seorang manusia  Ia meninggalkan kemuliaan surgawi “dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Filipi 2:7)  “Bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (2 Korintus 8:9)  Hanya Yesus yang sepenuhnya memahami keadaan manusia.  Dengan cara ini, Ia sendiri yang dapat melayani sebagai Imam Besar kita.

Kristus, sebagai satu anggota Ke-Allahan, dan anggota keluarga umat manusia, bukan saja adalah eksekutor hukum melainkan juga pemberi hukum; Ia memiliki kemampuan dan hak untuk menjamin kehidupan kekal bagi kita  Ia melakukannya, bukan dengan mengubah hukum-Nya, melainkan dengan menggenapinya (Matius 5:17)  “Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia” (Mazmur 107:31).


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *