Ayat Alkitab tentang Uang

10 AYAT ALKITAB TENTANG UANG DAN KEUANGAN

Berita AFI
Mari bagikan artikel ini

Pernahkah terpikirkan apa kata Alkitab tentang uang Anda? Apakah Tuhan benar-benar peduli dengan dompet dan rekening bank kita? Apakah keuangan pribadi kita berarti bagi-Nya? Ya, itu mungkin mengejutkan bagi Anda mengetahui di dalam ayat Alkitab terjemahan versi King James menyebutkan “uang” sebanyak 133 kali dan “kekayaan” 90 kali, dan Alkitab membahas banyak aspek dari subjek ini untuk memberikan kita perspektif serius. Pertimbangkan mengenai panduan berikut ini…

  1. Tidak ada yang bisa melayani dua tuan.

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Kata-kata Yesus sangat lugas ketika Dia mencatat secara langsung mengenai di mana prioritas kita seharusnya dan yang mana tuan yang harus kita layani.

  1. Waspada akan cinta uang.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Timotius 6:10). Kita semua pernah mendengar ayat ini atau salah mengutipnya! Apakah Anda menangkap kata “cinta” di bagian ini? Bukan uang yang mengarahkan pada kejahatan, tapi cinta itu. Membiarkan keserakahan untuk mendapatkan pijakannya sehingga dengan mudah menyebabkan kejatuhan seseorang.

  1. Jauhi ‘uang kotor.’

“Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya” (Amsal 13:11). Tuhan mau kita menghasilkan uang melalui kerja keras dan kejujuran. Keuntungan dengan metode lain pada akhirnya akan menambah kerugian.

cinta uang

  1. Jangan Terburu-buru menjadi kaya.

“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini” (Amsal 23:4). Penting untuk diingat bahwa uang bukanlah segalanya. Menjadi gila kerja dapat merugikan seseorang dalam keluarga, kesehatan, dan bahkan jiwa mereka.

  1. Kejujuran adalah kebijakan terbaik.

“Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya” (Amsal 28:6). Di mata Tuhan, menjalani kehidupan yang lurus jauh lebih penting dari pada menjadi sukses dalam hal duniawi.

  1. Jangan menjadi kikir.

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6:38). Yesus mengajarkan bahwa kemurahan hati sehubungan dengan waktu, harta, uang – apa pun yang telah diberikan Tuhan kepada kita – adalah bagian penting dari kehidupan Kristen dan selalu dihargai.

  1. Jadilah orang yang setia.

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” (Maleakhi 3:10). Alkitab mengajarkan bahwa sepuluh persen dari penghasilan kita adalah milik Allah. Dia menjanjikan berkat yang melimpah bagi mereka yang dengan setia mengembalikan persepuluhan ini.

  1. Bantu orang lain.

“Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:17). Tuhan, yang memberi kemampuan bagi kita untuk mendapatkan kekayaan, mengharapkan kita untuk menggunakannya dengan cara yang bertanggung jawab – termasuk membantu mereka yang membutuhkan.

  1. Jadilah rendah hati.

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Timotius 6:17). Melalui kekayaan datang godaan menjadi arogansi dan terlalu percaya diri, tetapi uang memiliki cara menghilangkan lenyap secara tak terduga. Iman kita harus ditempatkan di dalam Tuhan saja.

  1. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat membeli sorga.

“Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut” (Amsal 11:4). Uang tidak akan berguna bagi siapa pun ketika mereka berdiri di hadapan Hakim semesta alam. Prioritas dan hati kita harus berlabuh pada hal-hal yang suci dan berfokus pada kehidupan yang tinggi.

Tuhan benar-benar peduli bagaimana kita mendapatkan dan membelanjakan uang kita, dan Dia mengamati sikap kita terhadap kekayaan. Tetapi keadaan keuangan kita pada akhirnya hanya sementara. Kekayaan sejati dan kekal hanya ditemukan dalam hubungan yang dekat dan saling percaya dengan Tuhan yang mengasihi Anda dan ingin Anda mewarisi kerajaan-Nya. (Lihat Matius 25:34.)

Bagikan bersama kami di kolom komentar di bawah ini mengenai ayat-ayat Alkitab kesukaan Anda tentang keuangan.


Mari bagikan artikel ini

7 thoughts on “10 AYAT ALKITAB TENTANG UANG DAN KEUANGAN

  1. Sy sangat diberkati setelah membaca nya ,lebih berbahagia jika sy dapat melakukan sesuai dgn firman Tuhan,itu kerinduan sy, bantu sy dlm doa spy sy bisa segera melakukannya

    1. Puji Tuhan. Kiranya Tuhan menolong Yulita untuk bisa melakukannya. Kami akan bantu dalam doa. Tuhan memberkati

  2. Wah..terima kasih untk ayat”Alkitab tentang keuangan sangat memberkati dan membuat saya mengingat bahwa Tuhan sangat peduli mengenai keuangan dan sikap hati kita tentang uang

  3. Saya bisa di katakan miskin, pas pasan, saya sangat bersyukur dan yakin ini semua pemberian Allah yg sangat cukup buat saya. Btw saya 30 thn.

    Saya tumbuh di gereja “besar” yg saya rasa cukup kuat untuk merubah kebiasaan saya dari hal2 keduniawian.
    Tapi pada saat yg sama ketika gereja saya ini ada fokus dengan ” kotbah/ tema bulanan tentang hal mujizat uang, sukses, kesehatan” dalam hati kecil saya ada sentilan2 kecil dan tidak nyaman untuk mendengarnya.
    Ketika ada kesaksian tentang terobosan masalah keuangan, saya merasa sangat canggung untuk menontonnya. Entah saya yg dalam kondisi miskin atau Roh Allah sedang jaga hati saya. Saya ndak tahu. Akhirnya saya putar2 ke yutub ke web ada istilah theologi kemakmuran. Shock saya… Saya sepertinya berada di gereja yg salah nih, tapi disisi lain saya bisa tumbuh rohani saya di sini dan saya merasakan ada damai sukacita dengan ajaran yang diluar hal keuangan kesuksesan kesehatan.
    Saya lebih tertarik dengan ajaran/ tema kotbah yg menekannya cara bagaimana bisa lebih dekat dengan Allah atau ajaran pendewasaan kerohanian dan iman kepada Allah.

    Jadi….
    Apa saya iri ?
    Apa ada yg salah dengan saya ?
    Apa saya berada di jalur yg benar / salah ?
    Solusi gimana ?

    1. Artikel yang sangat bagus. Uang bisa jadi sesuatu yang membangun dan juga menghancurkan. Jika pandangan & cinta kita pada uang mengalahkan Tuhan, maka kita berada dalam bahaya. Begitu banyak orang ingin kaya. Ini cukup ironis. Bukankah Tuhan sudah berkata orang kaya secara duniawi sukar masuk kerajaan Allah? Sebaliknya dimana hati kita, disitu pula harta kita yang sejati berada. Pandangan sesat yang lain adalah orang Kristen dibawa untuk mencintai uang & menjadi hamba uang, bahkan mengajarkan hal tersebut di dalam kotbahnya. Sementara Tuhan mengajarkan agar kita mengumpulkan harta di Sorga, bukan di bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *