Pohon Hayat Kehidupan

MAKAN DARI POHON HAYAT

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Sorga Tempat yang Sungguh Ada dan Indah
Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Wahyu 22:2

Dari takhta sorga keluar sungai yang berair jernih dan di seberang-menyeberang sungai itu tumbuh pohon-pohon kehidupan. . . . Buahnya elok; tampak seperti emas bercampur perak. Buah pohon kehidupan di Taman Eden mengandung zat ajaib. Dengan memakan buah itu menjadikan orang hidup selama-lamanya. Buahnya merupakan penangkal racun kematian. Dedaunannya menunjang hidup dan kebakaan. . . . Setelah dosa masuk, Penjaga Kebun surgawi itu mencangkokkan pohon kehidupan itu ke Firdaus surgawi.

Umat saleh yang telah ditebus itu, yang telah mengasihi Allah dan memelihara hukum-hukumNya di dunia akan masuk melalui gerbang kota itu dan mendapat hak untuk memakan buah pohon kehidupan itu. Mereka boleh makan sesukanya seperti nenek moyang kita yang pertama sebelum kejatuhannya. Daun-daun pohon baka itu- akan menjadi kesembuhan bagi bangsa-bangsa. Segala kesengsaraan mereka akan hilang. Penyakit, kesusahan dan kematian tidak akan pernah dikecapnya lagi, karena daun-daun pohon kehidupan telah menyembuhkan mereka. Lalu Yesus akan melihat derita Kwa-Nya dan merasa puas, manakala umat yang ditebus itu, yang telah menjadi korban kesusahan, bekerja keras dan ditimpa kemalangan, yang telah menderita di bawah laknat, berhimpun di sekeliling pohon kehidupan untuk memakan buah yang memberi peri yang tidak akan binasa, yang telah dikorbankan nenek moyang kita yang pertama dengan melanggar hukum Allah. Tidak ada bahaya mereka kehilangan hak atas pohon kehidupan, karena dia yang telah mencobai leluhur kita yang pertama untuk berdosa akan dimusnahkan oleh kematian yang kedua.

Pada pohon kehidupan itu bergantungan buah yang teramat elok, yang boleh dimakan sesuka orang saleh. . . Bahasa yang paling tinggi pun tidak sanggup untuk menerangkan kemegahan surga atau kasih Juruselamat yang tidak terhingga dalamnya.

Hidupku Kini, hlm. 357


Mari bagikan artikel ini

2 thoughts on “MAKAN DARI POHON HAYAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *