Amazingfacts.id: Apakah cahaya adalah gelombang? Eksperimen ilmiah tampaknya telah mengonfirmasinya. Apakah cahaya adalah partikel? Eksperimen ilmiah tampaknya juga menyiratkan hal itu. Apa yang sedang terjadi? Jika Anda melakukan eksperimen untuk menentukan aspek gelombang cahaya, ia akan berperilaku seperti gelombang; jika Anda melakukan eksperimen untuk memahami sifat partikelnya, ia akan berperilaku seperti partikel. Dualitas partikel-gelombang ini terus membingungkan dunia fisika.
Pada akhirnya baik cahaya sebagai partikel maupun cahaya sebagai gelombang tidak ada artinya jika kita tidak memahami pelajaran spiritual yang diajarkan oleh cahaya. Alkitab menyatakan, “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.” (1 Yohanes 1:5). Ini tidak berarti bahwa cahaya itu sendiri adalah dewa yang harus disembah; melainkan, cahaya berfungsi sebagai pelajaran tentang Allah. Yesus berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12); “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yohanes 9:5).
“Langit menceritakan kemuliaan Allah” (Mazmur 19:2). Matahari dan bulan adalah saksi atas kemuliaan yang belum pernah dilihat oleh manusia. Inkarnasi Yesus, Alkitab, para nabi semua telah datang untuk mengungkapkan kemuliaan Allah dengan cara yang tidak akan menghabisi kita.
Di dunia ini, kita membutuhkan saksi-saksi semacam itu untuk bersaksi tentang Allah, tetapi di langit dan bumi yang baru, tidak akan ada lagi kebutuhan akan tabir. Di Yerusalem Baru, segala sesuatu yang memisahkan kita dari Allah akan dihapuskan dari alam semesta. Kita mungkin akan mengalami janji Paulus: “sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka.” (1 Korintus 13:12).
Berbeda dengan ilmu pengetahuan, yang menggambarkan masa depan suram sebuah alam semesta yang entah terbakar habis atau hancur menjadi sebesar kepalan tangan, Firman Allah menjanjikan sebuah alam semesta di mana Tuhan akan berada di tengah-tengah kita, sebuah alam semesta di mana kita tidak perlu lagi menghadapi kegelapan, ketakutan, dan kematian.
Tuhan, aku bersyukur atas janji-janji indah yang menanti kita dalam Yesus.
Untuk Studi Lebih Lanjut: Mazmur 44:3; Lukas 2:9; Habakuk 3:4.
Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. (Wahyu 21:23).
– Doug Batchelor –






