Amazingfacts.id: Sebuah badai salju dapat menurunkan 40 juta ton salju dan membawa energi setara dengan 120 bom atom! Pada 11 Maret 1888, hujan ringan mulai turun di Kota New York. Seiring intensitas hujan meningkat, suhu mulai turun drastis. Secara bertahap, hujan deras berubah menjadi salju lebat, dan tak lama setelah tengah malam, badai bersejarah yang dikenal sebagai “Great White Hurricane” mulai melanda dengan sungguh-sungguh.
Selama satu setengah hari, badai salju melanda dengan kecepatan angin lebih dari 45 mil per jam. Rumah-rumah tertimbun di bawah gunung-gunung salju yang melayang setinggi 50 kaki. Tertimbun di bawah tumpukan salju yang tak kenal ampun, Kota New York masuk ke mode bertahan hidup. Dalam upaya putus asa untuk menjaga kereta penumpang tetap berjalan, tim disusun untuk patroli rel dengan sapu dan ember air garam. Namun, bahkan saat mereka bekerja, air garam membeku di ember mereka. Ketika badai akhirnya mereda, ia meninggalkan jejak kehancuran yang membutuhkan bulan-bulan untuk pulih.
Dalam Kitab Ayub, Allah mengajukan banyak pertanyaan yang dirancang untuk membuat hamba-Nya yang setia mempertimbangkan kekuasaan-Nya. Ketika cobaan datang berturut-turut, mudah bagi kita untuk kehilangan pandangan akan kuasa Allah dan kemampuannya untuk menopang kita saat kita mencoba bertahan hidup tanpa-Nya. Namun, mari kita ingat bahwa Allah yang memiliki salju dan es di bawah kendali-Nya memiliki banyak cara lain untuk meringankan beban kita!
Apakah engkau telah masuk sampai ke perbendaharaan salju, atau melihat perbendaharaan hujan batu. (Ayub 38:22).
– Doug Batchelor –






