Pernahkah kamu merasa kesepian di tengah keramaian? Perjalanan saya naik kereta sering kali seperti itu. Rasanya ini contoh paling jelas bahwa kesepian hanyalah sebuah perasaan, bukan kenyataan. Ada kalanya gerbong kereta begitu padat sehingga saya harus berdiri sepanjang perjalanan ke kantor. Namun, saya tetap merasa kesepian.
Saya sudah berbulan-bulan naik kereta untuk pergi ke kantor, jadi sesekali saya memang melihat seseorang yang tampak familiar. Namun pada kenyataannya, saya menghabiskan lebih dari satu jam setiap hari bersama sekelompok orang asing di dalam gerbong kereta—dan saya merasa kesepian.
Meskipun sulit dijelaskan, ada kesedihan di dalamnya. Saya sering melihat sekeliling dan bertanya-tanya: apakah sesama penumpang kereta ini juga merasa sesepi yang saya rasakan di tengah kerumunan ini?
Mungkin Anda tidak merasa kesepian di kereta yang sama, tetapi Anda merasa kesepian saat pulang ke rumah yang kosong, atau ketika harus menghadapi salah satu tantangan hidup sendirian. Perasaan hampa atau kosong di dalam diri itu membuat Anda merasa terisolasi dan terputus dari orang lain. Sikap pasif dapat merampas motivasi Anda dan membuat Anda terjebak dalam keputusasaan.
Namun, Alkitab memberitahu kita dalam Matius 28:20 bahwa Tuhan “…akan menyertai kamu senantiasa, sampai akhir zaman.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa kita tidak pernah sendirian. Ada berkat besar ketika kita mengingat bahwa Yesus Kristus mengasihi dan peduli kepada kita. Kita merasa dicintai, diterima, dan diampuni. Dan ketika kita merasakan hal ini, menjadi lebih mudah bagi kita untuk mengubah situasi kita.
Bagi saya, ini berarti mengubah suasana perjalanan saya dengan senyuman dan sapaan kepada sesama penumpang, atau menunjukkan kebaikan dengan menawarkan tempat duduk saya kepada orang lain. Bagi Anda, ini mungkin berarti menghubungi seorang pendeta untuk berdoa, menelepon teman yang sudah lama tidak Anda temui, menulis jurnal tentang hal-hal yang Anda syukuri, atau mencari kegiatan menyenangkan yang melibatkan orang lain.
Jika Anda sedang mengalami kesepian hari ini, Anda dapat merenungkan empat ayat Alkitab berikut sebagai pengingat bahwa Tuhan mendengar tangisan Anda dan selalu menyertai Anda:
Ulangan 14:2 “Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan , Allahmu, dan engkau dipilih Tuhan untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.”
Yosua 1:5″Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
Mazmur 139:1, 2 “Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.”
Mazmur 139:4, 5 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.






