Amazingfacts.id: Alkitab sebagai mikroskop adalah sarana bagi kita untuk dapat melihat Allah lebih jelas. Mikroskop pertama tidak diciptakan sebagai alat ilmiah oleh penciptanya, melainkan lebih sebagai barang unik. Orang Romawi menggunakan kaca pada abad pertama untuk membuat objek terlihat lebih besar, dan Salvino D’Armate dari Italia kemudian menciptakan kaca mata pertama pada abad ke-13. Namun, orang pertama yang menciptakan mikroskop komposit (dua lensa yang digabungkan dalam tabung hampa) adalah pembuat kacamata Belanda, Zacharias Jansen, pada tahun 1590-an. Perbesaran hanya sekitar 9 kali, dan gambar yang dihasilkan kabur.
Seorang ilmuwan Belanda, Anton van Leeuwenhoek-lah yang membawa mikroskop ke level yang sama sekali baru. Dia dengan teliti mengasah lebih dari 550 lensa untuk menciptakan alat yang superior dengan daya pembesaran 270x. Van Leeuwenhoek melakukan banyak penemuan biologis dengan mikroskop barunya dan menggambar gambar benda-benda yang belum pernah diamati oleh mata telanjang, termasuk bakteri, ragi, dan sel darah dalam kapiler.
Saat kita berusaha memahami Tuhan dengan lebih jelas, kita harus mengakui bahwa penglihatan kita kabur oleh dosa. Meskipun kita dapat mengamati banyak sifat-Nya di alam semesta, masih banyak hal yang dapat kita temukan melalui pengamatan yang lebih mendalam terhadap Alkitab. Firman Allah, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, membawa Allah lebih dekat dan merupakan wahyu yang spesifik. Pertama melalui para nabi, dan kemudian dengan lebih jelas “pada hari-hari terakhir ini … melalui Anak-Nya”, kita dapat membaca Kitab Suci dan melihat kebenaran tentang kasih Allah bagi umat manusia yang hilang.
Alkitab bagaikan mikroskop, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang Allah. Ketika kita menyelami wahyu khusus ini dengan mendalam, kita belajar lebih banyak tentang dosa, perselisihan besar, dan rencana keselamatan. Kitab Suci memperbesar kebenaran kekal melampaui apa yang dapat dipahami oleh akal manusia dan membawa pesan-pesan dari surga ke tingkat yang baru.
Terapkan: Gunakan kamus Alkitab untuk mencari semua kata dalam Alkitab yang tercantum di bawah “Kitab Suci” (dan “Kitab-Kitab Suci”). Renungkan dengan penuh doa tujuan Firman Allah.
Telusuri Lebih Dalam: Daniel 10:21; Yohanes 10:35; Kisah Para Rasul 18:24.
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi. (Ibrani 1:1).
– Doug Batchelor –






