Amazingfacts.id: Banyak orang terkejut mengetahui fakta sederhana bahwa dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, umat Allah, baik Yahudi maupun non Yahudi dilarang makan darah. Perintah Tuhan dalam Kitab Kejadian sangat jelas. Dalam Perjanjian Baru, kita membaca tentang pedoman yang dibuat oleh Sidang Yerusalem terkait beberapa pertanyaan dari orang-orang percaya baru. Lukas menulis, “kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik.” (Kisah Para Rasul 15:29). Hal ini masih berlaku bagi orang Kristen saat ini.
Mengetahui hal ini, bagaimana seharusnya orang Kristen menangani masalah transfusi darah? Beberapa gereja mengajarkan bahwa transfusi darah sama saja dengan memakan darah. Saya dengan hormat tidak setuju, karena saya percaya peringatan dalam Alkitab adalah untuk tidak memakan darah hewan sebagai makanan. (Tentu saja, Anda juga tidak boleh memakan darah manusia sebagai makanan!) Pembatasan diet ini memiliki prinsip spiritual dan fisik. Secara spiritual, Alkitab mengatakan bahwa kehidupan ada dalam darah. Secara fisik, kita tahu bahwa penyakit dapat ditularkan dari hewan ke hewan melalui darah.
Ketika seseorang menerima transfusi darah, tujuannya adalah untuk mempertahankan kehidupan. Ini bukan untuk kesenangan atau untuk menghilangkan rasa lapar, dan tidak diminum secara oral untuk nutrisi. Ini adalah proses yang sepenuhnya berbeda, golongan darah bahkan harus cocok. Dalam Kisah Para Rasul 17:26, Alkitab mengatakan bahwa Allah telah menjadikan semua bangsa dari satu darah. Jadi, seluruh keluarga manusia terkait dalam arti khusus itu. Memang, kita semua diselamatkan karena transfusi darah dari Yesus.
Saya suka mengingatkan orang bahwa mukjizat pertama Kristus adalah mengubah air menjadi anggur murni, dan Dia memberikannya untuk merayakan pernikahan. Salah satu hal terakhir yang dilakukan Yesus sebelum mati di salib adalah mencicipi anggur asam. Dia memberi kita anggur murni, dan Dia menerima persembahan anggur asam kita. Ini simbolis dari transfusi darah yang menyelamatkan nyawa; itulah yang dilakukan darah Kristus bagi kita.
Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. (Kejadian 9:4).
– Doug Batchelor –






