Close Menu
    What's Hot
    Sungai Dan Mata Air Menjadi Darah

    Sungai Dan Mata Air Menjadi Darah

    Ketika Laut Menjadi Darah Dan Maknanya

    Ketika Laut Menjadi Darah Dan Maknanya

    Wabah Pertama Dan Perlindungan Tuhan

    Wabah Pertama Dan Perlindungan Tuhan

    BELAJARALKITAB.ID
    AFINDOSTORE.COM
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
    • Tentang Kami
      • Awal Mula
      • Kepercayaan Kami
      • Hubungi Kami
      • Permohonan Doa
      • Tanya Jawab Alkitab
      • Kirim Kesaksian
    • Berita & Artikel
      • Blog AFI
      • Berita AFI
      • Hidup Baru
      • Kesehatan
      • Rumah Tangga
      • Ayat Menakjubkan
    • Belajar Firman
      • Mengenal Yesus
      • Pendalaman Alkitab
      • Seri Pelajaran Nubuatan
      • Seri Belajar Alkitab
      • Renungan Harian
    • Media
      • Media Center
      • Bank AUDIO
      • Bank PUSTAKA
      • Bank VIDEO
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
    Amazing Facts Indonesia
    BELAJARALKITAB.ID
    HOT TOPICS
    • Donasi
    • AFIndoSTORE
    • Belajaralkitab.id
    Amazing Facts Indonesia
    You are at:Home»Berita & Artikel»Blog AFI»Haruskah Kita Merayakan Hari Natal?
    Blog AFI

    Haruskah Kita Merayakan Hari Natal?

    AdminBy Admin26 December 2017003 Mins Read
    Share WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    25 Desember? Apa yang Alkitab katakan? Haruskah saya ikut merayakannya?

         Kebanyakan umat Kristen diseluruh dunia merayakan 25 Desember sebagai hari libur memperingati kelahiran Yesus Kristus. (Tentunya, bahkan banyak non-Kristen juga merayakan festival ini dengan tukar kado dan perkumpulan sosial). Namun tetap tanggal pasti kelahiran Yesus tidaklah diketahui, dan asal mula Natal yang khalayak umum ketahui sekarang, mulai dipertanyakan. Beberapa mulai bertanya-tanya apakah umat Kristen perlu berpartisipasi dalam tradisi-tradisi Natal yang ada di dunia Barat?

    Pertama, adalah jelas bahwa Alkitab tidak pernah memerintahkan untuk kita untuk memelihara Hari Natal sebagai hari kudus sebagaimana Hari Sabat dalam Sepuluh Hukum. Tidak ada ayat Alkitab yang berbunyi, “Ingatlah dan kuduskanlah 25 Desember”. Sementara itu boleh menjadi hari libur nasional, tetapi bukanlah hari kudus secara alkitab.

    Bagaimana dengan asal mula Natal? Bukanlah hal baru perihal unsur-unsur kekafiran di dalamnya. Kontroversi mengenai Natal sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kaum Puritan di Inggris sebetulnya memimpin Parlemen Inggris untuk melarang Natal dalam beberapa waktu sebagai “festival kepausan tanpa pembenaran alkitabiah”. Serta menyebutnya waktu penuh kesia-siaan dan perilaku tak bermoral. Bahkan dalam Kolonial Amerika sekitar tahun 1659 Natal tidak sah secara hukum. Belakangan ini, unsur-unsur sekuler dari masyarakat telah berhadapan dengan kelompok-kelompok agama berkenaan dengan adegan malam kelahiran yesus dan salib-salib pada ranah umum.

    Alkitab pastinya menggaris bawahi kelahiran Kristus (Lukas 2:7). Tidak hanya menerangkan tentang pengumuman mulia akan kelahiran Sang Mesias (ay.13) tetapi juga menyatakan para gembala yang datang menyembah anak yang baru lahir ini (ay.16). Para penyembah sederhana ini juga tidak hanya berdiam diri atas apa yang mereka lihat (ay.17). Lebih lanjut, ada sebuah catatan tentang orang bijaksana dari Timur membawa persembahan kepada Yesus – meskipun ini sepertinya terjadi ketika Yesus sudah balita (Matius 2:11). Jika mereka mengakui kelahiran Kristus melalui penyembahan dan membawa persembahan, mungkin ada sesuatu yang bisa kita pelajari dari contoh mereka.

    Disamping dari unsur-unsur kekafirannya, kebanyakan orang memahami bahwa Natal ialah perayaan kelahiran Yesus. Tapi pada praktiknya, orang menghabiskan lebih banyak waktu di bulan Desember menjelajahi pusat perbelanjaan daripada mempelajari kehidupan Juruselamat. Frosty the Snowman (cerita boneka salju) dan Rudolf the Red-Nosed Reindeer (cerita Natal si rusa kutub berhidung merah milik Sinterklas) bersaing dengan kisah tiga orang bijak dan para gembala untuk merebut perhatian kita. Selama masa kesibukan antara “Black Friday” dan Malam Natal, meterialisme cenderung mengalahkan kesederhanaan.

    Tetapi bagaimana sekiranya umat Kristen menghabiskan lebih banyak waktu bersaksi bagi Kristus pada hari Natal? Atau membeli dan membagikan sumberdaya Kristen yang membawa orang kepada Yesus? Apa yang terjadi jika lebih banyak keluarga mendedikasikan waktu dan uang untuk melayani orang miskin dan mempercepat pekabaran Injil melalui pelayanan misi singkat? Bagaimana gereja kita akan dikuatkan, sekiranya selama waktu libur ini, umat percaya menyelidiki nubuatan-nubuatan mengenai kedatangan Kristus pertama kali begitu pula kedatangan-Nya yang kedua kali? Mungkin perhatian kita terhadap Natal akan berkurang pada hal-hal kekafirannya dan lebih kepada praktik-praktik yang mulia.

    Banyak orang mungkin menolak jika dikatakan mereka “menyembah” hari ini sebagai hari kudus, tetapi apakah itu penyembahan? Penyembahan tidaklah diukur hanya dengan menghadiri konser Natal atau misa tengah malam. Penyembahan ialah bagaimana kita menjalani hidup kita dan menghabiskan semua yang ada pada kita. Sebagaimana Paulus katakan, “Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan” (Roma 14:6). Dan, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31)

    Amazing Facts Amazing Facts Indonesia Blog Afi
    Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKemenangan Kasih Allah
    Next Article Penggenapan Maksud Allah
    Admin

    Related Posts

    Chatbot Kristen, VR, dan Injil: Apakah Gereja Harus Membatasi Penggunaan Teknologi?

    19 August 2025

    14 July 2025

    Israel Menyerang Iran: Bisakah Perdamaian di Timur Tengah Terwujud?

    18 June 2025
    Ikuti Youtube kami
    https://www.youtube.com/watch?v=VGMgJrlf8sQ&list=PLgsDp-Z8ao-dIDrgPs4nfiTcA-MQxK9Pb
    Kategori
    • Ayat Menakjubkan (80)
    • Bank Audio (3)
    • Bank Pustaka (58)
    • Bank Video (95)
    • Belajar Alkitab (168)
    • Belajar Firman (43)
    • Berita & Artikel (36)
    • Berita AFI (83)
    • Blog AFI (268)
    • Fakta dan Peristiwa (54)
    • Featured (12)
    • Hidup Baru (55)
    • Kesehatan (137)
    • Media (11)
    • Mengenal Yesus (70)
    • Pendalaman Alkitab (170)
    • Renungan Harian (3,272)
    • Rumah Tangga (41)
    • Uncategorized (75)
    RSS Amazing Facts Blog
    • Religious “Nones,” Spirituality, and the Church
    • Texas Flood Challenges Faith
    • A Political Murder in the United States
    • Israel Strikes Iran: Is Peace in the Middle East Possible?
    • Tornado Outbreak: Finding Shelter in the Storm
    Top Posts

    10 Ayat Alkitab Yang Menolong Kita Saat Menghadapi Kesulitan Hidup

    16 May 20225,363 Views
    Ayat Alkitab tentang Uang

    10 Ayat Alkitab Tentang Uang Dan Keuangan

    27 December 20182,539 Views

    15 Ayat Alkitab Yang Menguatkan Anda Saat Bergumul Dengan Penyakit

    25 March 20211,514 Views
    Dapatkan Majalah Kami!
    Demo
    Follow Us
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram

    Artikel Populer

    Sungai Dan Mata Air Menjadi Darah

    Sungai Dan Mata Air Menjadi Darah

    29 August 20251 Views
    Ketika Laut Menjadi Darah Dan Maknanya

    Ketika Laut Menjadi Darah Dan Maknanya

    28 August 20252 Views
    Wabah Pertama Dan Perlindungan Tuhan

    Wabah Pertama Dan Perlindungan Tuhan

    27 August 20253 Views

    Our Picks

    Merasa Takut? 10 Ayat-ayat Alkitab Untuk Membantu Menghalau Rasa Takut Anda…

    21 June 201623 Views

    8 Ayat Alkitab Untuk Mengurangi Kegelisahan Anda

    23 March 2016450 Views

    Apakah Beban Anda Berat? 10 Ayat Alkitab Untuk Meringankan Beban Tersebut

    14 April 2016964 Views

    AFI Blog

    Chatbot Kristen, VR, dan Injil: Apakah Gereja Harus Membatasi Penggunaan Teknologi?

    Israel Menyerang Iran: Bisakah Perdamaian di Timur Tengah Terwujud?

    Serangan Tornado: Mencari Perlindungan di Tengah Badai

    Rencana Undang-Undang Kebebasan Beragama yang Baru. Sebuah Kemajuan atau Nubuatan?

    AI, Delusi, dan Nubuatan Alkitab

    © 2025 Powered by Amazing Facts Indonesia.
    • Home
    • AFIndoStore

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Anda rindu Didoakan dan Bertanya?