Amazingfacts.id: Saulus mengetahui bahwa ia buta. Ketika Yesus menyatakan diriNya kepada penganiaya gereja yang sangat bersemangat (yang diidentifikasikan oleh Kristus sebagai diriNya sendiri).
tuhan menuntun saulus
Tuhan menyuruh musuh orang Kristen itu untuk berdiri dan pergi ke Damsyik untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut. Ketika Saulus berdiri, ia tidak dapat melihat dan harus dituntun dengan tangan ke dalam kota.
Selama tiga hari, orang Farisi yang tidak dapat melihat ini tidak makan dan minum karena ia dengan penuh doa merenungkan perjumpaannya dengan Yesus. Tetapi Tuhan tidak melupakan Saulus dan, dalam sebuah penglihatan, meminta seorang murid bernama Ananias untuk mengunjungi Saulus.
Pengikut Yesus ini ragu-ragu dan berkata, “Jawab Ananias: Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.” (Kisah Para Rasul 9:13).
perintah kepada ananias
Tetapi Tuhan berkata kepada Ananias, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan namaKu kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena namaKu.” (ay. 15, 16).
Ananias dengan setia menaati Allah, pergi ke jalan di mana Saulus tinggal dan menumpangkan tangannya ke atas Saulus sambil berkata: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” (ay. 17).
Pada saat itu juga, “seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.” (ay. 18).
kebutuhan akan roh kudus
Saulus secara fisik mengalami kebutaan ketika Yesus menyatakan diriNya di jalan menuju Damsyik. Mungkin Tuhan ingin agar ia merasakan ketidakberdayaannya dan kebutuhannya akan Roh Kudus. Mungkin Tuhan ingin Saulus berpikir secara mendalam tentang tindakannya, bagaimana dia tanpa belas kasihan menganiaya gereja Tuhan.
Setelah tiga hari dalam kegelapan, sebuah kebangkitan terjadi. Bukan hanya ia menerima penglihatannya, tetapi ia juga dipenuhi dengan Roh Kudus.
Begitulah seringnya pertobatan terjadi. Kita harus menyadari betapa gelapnya hidup kita tanpa Kristus. Dan ketika kita berseru minta tolong, Tuhan mengutus Roh Kudus. yang menuntun kita untuk membuat komitmen kepada Yesus dan tubuhNya yang terdiri dari orang-orang percaya melalui baptisan.
Renungkan: Kapan terakhir kali Anda menyaksikan baptisan seseorang? Apa yang menonjol bagi Anda ketika Anda menyaksikan upacara tersebut? Allah ingin kita menunjukkan komitmen penuh kita kepada-Nya melalui baptisan.
Lalu aku bertanya: Apakah yang harus kuperbuat, ya TUHAN? Firman Tuhan kepadaku: Bangunlah, pergilah ke Damsyik, dan di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang harus kauperbuat. Kisah Para Rasul 22:10.