PERMULAAN HIKMAT

Renungan Harian

Marc-Ewell-African-hands-reading-BibleTakut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. Amsal 9:70.

Ada perbedaan besar antara kemampuan untuk menjadi sempurna yang telah diberikan Tuhan kepada manusia, dan tingkat kesempurnaan yang sesungguhnya mereka capai.

Firman Tuhan memberikan arti pendidikan yang sangat kuat, serta sumber pengetahuan yang paling berharga, yang dapat dicapai oleh manusia. Pengertian disesuaikan dengan dimensi pokok yang harus

dipelajari. Jika dipelajari dengan sepele, hanya sebagai hal-hal yang biasa saja, tidak pernah menuntut usaha yang sungguh-sungguh untuk mengerti kebenaran agung dan kekal, maka pengertian akan menjadi kerdil dan lemah. Oleh sebab itu nilai Alkitab, sebagai satu alat pemeliharaan intelektual. . . menuntun langsung kepada perenungan kebenaran yang paling tinggi, paling agung, dan paling gemilang yang disajikan kepada pikiran manusia. Menuntun pikiran kita kepada Pencipta segala sesuatu. Kita melihat tabiat Yang Lanjut Usia dinyatakan, dan mendengarkan suara-Nya sementara la bersekutu dengan para bapa dan para nabi. Kita melihat rahasia pemeliharaan-Nya diterangkan, masalah-masalah besar yang memenuhi semua pikiran manusia, tetapi tanpa bantuan penyataan (wahyu), kepandaian manusia sia-sia mencari penyelesaiannya. Kitab Suci membukakan kepada pengertian kita sistem teologi yang sederhana namun agung, menyajikan kebenaran yang seorang anak pun dapat menangkapnya, tetapi juga merupakan penyelidikan yang begitu luas yang menyusahkan kuasa pikiran yang paling kuat sekalipun.

Semakin cermat firman Tuhan diselidiki, dan semakin baik pengertian, maka semakin jelaslah bagi pelajar bahwa di sana ada hikmat, pengetahuan dan kuasa yang tak terbatas. . . . Jikalau para pemuda belajar dari Guru surgawi, sebagaimana yang dilakukan oleh Daniel, mereka akan tahu bahwav takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat. . . . Mereka yang mengabdikan diri kepada Tuhan, dan yang memiliki perlindungan karunia-Nya dan pengaruh dorongan Roh-Nya, akan menunjukkan kuasa intelek yang lebih tajam daripada yang sekadar duniawi. Mereka akan sanggup mencapai latihan paling tinggi dan paling agung dari seluruh kemampuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *