Teror di Florida

Blog AFI

tragedy-in-florida-large

Pada tanggal 12 Juni, 2016, seorang pria dua puluh sembilan tahun memasuki klub malam Pulse di Orlando, Florida, dan mulai menembak secara membabi buta pada pelanggan yang tidak curiga di dalam. Setelah membawa banyak pelanggan yang disandera dan melibatkan polisi dalam penembakan, pria bersenjata itu akhirnya tewas. Keseluruhannya, 49 korban mati dan 53 korban luka-luka. Inilah yang sering disebut serangan teroris.

Peristiwa ini merupakan penembakan massal mematikan dalam sejarah Amerika dan serangan teroris mematikan di benua Amerika sejak 11 September 2001.

Amazing Facts terkejut dan sedih dengan tindakan brutal kekerasan ini dan kami berbelasungkawa kepada keluarga korban yang berduka. Kekerasan mengerikan dari serangan jahat ini mendukakan hati Tuhan, yang dilakukan oleh iblis, dan merupakan indikator serius kerusakan planet kita.

Mari kita ingat bahwa bapa dari kebencian dan pembunuhan adalah bukan Tuhan. Sebaliknya, dengan memberikan Anak-Nya untuk mati bagi kita, kita melihat kasih sayang dan anugerah yang tak terbatas Allah-melalui Juruselamat yang rela mati supaya kita hidup kekal.

Sebagai akibat dari tragedi ini, bisa sulit dipercaya bahwa ada Bapa di Surga yang berduka dengan kita. Tetapi Tuhan tidak diam. Dia tidak apatis duduk kembali-bukan, Ia bekerja untuk menyelamatkan semua orang yang mau hidup di kerajaan-Nya yang damai. Kita bisa yakin akan ada hari penghakiman dan berakhirnya kekerasan dan kematian. “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka,(Yesaya 25: 8).

Apakah Anda bertanya, “Mengapa Allah membiarkan kejahatan?” Panduan Studi kami, berjudul Apakah Tuhan Menciptakan Setan?, akan membantu Anda lebih memahami akan Tuhan penyayang kita, peristiwa tragis ini, dan bagaimana kita bisa yakin kejahatan seperti ini suatu hari nanti akan berakhir. Silahkan berbagi dengan sebanyak yang Anda bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *