Amazingfacts.id: Selama 5.800 tahun pertama sejarah manusia, jika seorang pria ingin menyalakan api, dia harus menggosokkan dua batang kayu atau membuat percikan api dengan batu api dan baja. Namun pada tahun 1826, John Walker, seorang apoteker di Inggris, sedang berusaha mengembangkan bahan peledak baru di laboratoriumnya. Saat dia mengaduk campuran kimia baru ini, setetes zat tersebut mengering di ujung tongkat pengaduk. Saat membersihkan gumpalan kering dari tongkat, John menggosoknya di lantai dan gumpalan itu menyala.
John membuat beberapa korek api untuk menghibur teman-temannya, tetapi entah bagaimana ia melewatkan nilai praktisnya. Seorang pria bernama Samuel Jones melihat demonstrasi ini dan menyadari nilai komersialnya, lalu terjun ke bisnis korek api yang sedang booming. Jones menamai korek apinya “Lucifers.”
Korek api awal memiliki beberapa masalah. Api yang dihasilkan tidak stabil, dan reaksi awalnya cukup dahsyat. Selain itu, bau yang dihasilkan oleh korek api yang terbakar tidak menyenangkan. Lucifers dilaporkan dapat menyala secara eksplosif, kadang-kadang melontarkan percikan api sejauh beberapa meter. Masalah lain dengan korek api awal adalah penggunaan fosfor putih, yang menempel pada kulit. Zat ini beracun dan, oleh karena itu, dilarang digunakan di banyak negara.
Lucifer juga merujuk pada makhluk malaikat yang indah dan berkuasa yang jatuh dari surga. Kitab Yehezkiel 28 menggambarkan kerub yang cemerlang ini: “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.” (ay. 14, 15). Tentang kehancuran makhluk ini dikatakan, “Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu.” (ay. 18).
Suatu hari Lucifer, malaikat yang beracun dan jatuh, “akan lenyap selamanya” (ay. 19). Ia tidak akan lagi menyebarkan dosa “pada jarak yang cukup jauh.” Api-Nya akan padam selamanya.
Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (Yesaya 14:12).
– Doug Batchelor –






