Mempersiapkan hidup kekal

MALAIKAT MEMPERSIAPKAN AKU UNTUK HIDUP KEKAL

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Malaikat Penuntun dalam Hidupku
Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau dijalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Keluaran 23:20.

Seluruh sorga sibuk bekerja mempersiapkan suatu umat yang akan berdiri pada hari persiapan Tuhan. Hubungan di antara sorga dengan bumi tampak dekat sekali. . . .

Makhluk-makhluk sorga menunggu dengan keikhlasan yang hampir tidak sabar untuk memperkenalkan Dia kepada manusia, agar mereka dapat menjadi pekerja-pekerja bersama dengan malaikat sorga dalam mempersembahkan Yesus—Penebus dunia, penuh dengan rahmat dan kebenaran. . . .

Air mata pertama karena penyesalan atas dosa menciptakan kesukaan di antara malaikat di Istana sorga. Juru kabar sorga siap untuk terbang membantu jiwa yang mencari Yesus. . . .

Agung dan mulialah perkara-perkara yang disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia. Malaikat memandang ke depan dengan harapan tulus kepada kemenangan terakhir umat Allah, bila serafim dan kerubium dan “sepuluh ribu kali sepuluh ribu dan beribu-ribu” akan mengumandangkan lagu kemenangan dan merayakan kemenangan hasil pengantaraan demi pemulihan manusia.”

Yesus menghitung harga keselamatan setiap putera dan putri Adam. Ia menyediakan sarana yang melimpah, sehingga kalau mereka menaati syarat-syaratnya, maka tidak ada orang yang perlu binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal. . . . Setiap makhluk sorga bekerja sebagai petugasNya untuk menarik manusia kepada Allah?

Malaikat yang mulia mendapatkan kesukaannya dalam . . . menyampaikan kasih dan penjagaan yang tidak mengenal lelah kepada jiwa-jiwa yang jatuh dan tidak kudus. Makhluk-makhluk sorga membujuk hati manusia; mereka membawa terang dari istana sorga ke dunia yang gelap ini; melalui pelayanan yang ramah dan sabar mereka berbisik kepada roh manusia, untuk membawa orang yang tersesat ke dalam persekutuan dengan Kristus yang malah lebih dekat dari yang diketahuinya sendiri.

Hidupku Kini, hlm. 309


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *