Amazingfacts.id: Teks ini telah ditafsirkan dengan berbagai cara. Beberapa orang mengartikannya bahwa Yesus mengakhiri hukum moral. Dengan kata lain, Dia mengakhiri Sepuluh Perintah Allah. Namun kita tahu, berdasarkan banyak ayat Kitab Suci lainnya, bahwa hukum itu baik dan harus ditegakkan. Misalnya, Paulus menulis, “Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.” (Roma 7:12).
Pandangan lain adalah bahwa Kristus adalah penggenapan hukum. Dia datang untuk menyelesaikan hukum. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17). Dengan kata lain, Yesus memberikan makna hukum yang lebih kaya dan mendalam.
Namun apa maksud dari ayat tersebut? Bagaimana Kristus menjadi “akhir hukum yang menjadi kebenaran bagi setiap orang yang percaya”? Seperti halnya ayat-ayat sulit lainnya, yang terbaik adalah melihat konteks ayat-ayat di sekitarnya. Rasul Paulus mengajukan permohonan dalam Roma 10 kepada rekan-rekan Yahudinya. Dia ingin mereka diselamatkan (ay.1). Ayat 3 khususnya memberikan pencerahan: “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.”
Masalah yang harus dihadapi oleh banyak orang Yahudi adalah usaha sia-sia mereka untuk menjadikan diri mereka benar dengan menaati hukum. Sebaliknya, melalui iman kepada Kristus kita memperoleh kebenaran, bukan melalui usaha kita sendiri. Tujuan hukum Taurat adalah untuk mengarahkan kita kepada Yesus (Galatia 3:24), bukan sebagai sarana untuk diselamatkan.
Manusia selalu tergoda untuk “menegakkan kebenarannya sendiri” (ingatlah persembahan Kain), dan apa yang lebih menggoda untuk melakukan hal ini daripada mencoba menaati hukum Allah melalui upaya kita sendiri. Ketika kita memandang kepada Kristus yang mati bagi kita, “penggunaan hukum Taurat” seperti ini akan berakhir karena tidak membuahkan hasil.
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Roma 10:4).
– Doug Batchelor –






