SATU TELADAN DALAM KASIH

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Amazingfacts.id: Satu teladan dalam kasih yang dinyakan bahwa Yesus mengasihi anak-anak dan selalu mempengaruhi mereka untuk hal yang baik.

lembut dan patuh

Ia peduli dengan orang miskin dan membutuhkan, sekalipun di masa kanak-kanakNya. Dalam setiap cara yang lembut, sabar, dan patuh, Ia berusaha menyenangkan mereka yang berhubungan dengan Dia; namun meskipun begitu lembut dan patuh, tidak seorang pun bisa menuntun Dia melakukan apa pun yang bertentangan dengan Firman Allah.

Beberapa orang mengagumi kesempurnaan tabiatNya dan seringkali berusaha untuk berada bersama Dia, tetapi orang lain yang menganggap perkataan manusia melebihi Firman Allah berpaling dari Dia dan tidak ingin menjadi temanNya.

Tatkala Yesus memandang persembahan yang dibawa sebagai korban ke bait suci, Roh Kudus mengajarkan Dia bahwa kehidupanNya harus dikorbankan untuk kehidupan dunia ini.  Dari tahun-tahun awal kehidupanNya

kehidupan yang berjuang

Ia dijaga oleh para malaikat surgawi, namun kehidupanNya merupakan satu perjuangan panjang melawan kuasa-kuasa kegelapan. Setan berusaha dalam setiap cara untuk mencobai dan menggoda Dia. Ia membuat orang-orang salah mengerti dengan perkataanNya agar mereka tidak menerima keselamatan dari Dia.

Ia setia dalam menuruti perintah Allah, dan ini menjadikan Dia sangat berbeda dari mereka yang ada di sekitarNya, yang mengabaikan Firman Allah. KehidupanNya yang tanpa noda adalah satu teguran, dan banyak yang menghindari keberadaanNya, tetapi ada beberapa orang yang berusaha dekat denganNya karena mereka merasakan kedamaian di mana Ia berada.

Ia tidak gagal, juga tidak kecil hati. Ia bertahan di atas setiap kesulitan dalam kehidupanNya, seolah ada dalam terang wajah Allah. Ia menanggung penghinaan dengan sabar dan menjadi teladan bagi anak-anak dan orang muda.

menunjukkan rasa hormat

Kristus menunjukkan rasa hormat dan cinta paling besar kepada ibuNya. Meskipun ia sering berbicara denganNya dan meminta Dia melakukan apa yang diinginkan saudara-saudaraNya, Ia tidak pernah memperlihatkan kepadanya sikap kurang taat. Maria merasa sangat khawatir ketika para imam

dan penguasa datang kepadanya mengeluh tentang Yesus, tetapi kedamaian dan keyakinan datang ke dalam hatinya yang gelisah saat Putranya memperlihatkan kepadanya apa yang Kitab Suci katakan tentang perbuatan-perbuatanNya.

Kadang-kadang ia bimbang antara Yesus dan saudara-saudaraNya, yang tidak percaya bahwa Ia diutus Allah; tetapi ia sudah cukup banyak melihat bahwa tabiatNya itu bersifat Ilahi.

IbuKu dan saudara-saudaraKu ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Lukas 8:21.

 

-Suara Hati Nurani Hlm. 229-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *