Amazingfacts.id: Istilah “spesiesisme” pertama kali digunakan oleh aktivis hak-hak hewan Richard Ryder. Ia berusaha menekankan sikap keliru manusia terhadap hewan untuk membenarkan penyiksaan hewan. Idenya adalah bahwa terkadang orang yang bekerja, misalnya, di rumah jagal memperlakukan hewan seperti benda.
Orang-orang yang percaya bahwa spesiesisme adalah masalah berpendapat bahwa mentalitas serupa terlihat dalam rasisme. Secara historis, beberapa kelompok masyarakat telah membenarkan perlakuan buruk mereka terhadap kelompok lain dengan melabeli mereka sebagai sub-manusia. Sementara Alkitab menjelaskan bagaimana seharusnya hubungan kita dengan hewan dan manusia, beberapa orang telah melewatkan apa yang dikatakan Alkitab tentang Roh Kudus sebagai pribadi.
Dalam Alkitab, Roh Kudus sering digambarkan tidak hanya melakukan banyak hal yang sama seperti yang dilakukan manusia, tetapi juga bertindak dengan cara yang jauh melampaui kemampuan manusia. Ketika orang memperlakukan Roh Kudus seperti listrik tanpa akal atau kekuatan kosmik yang impersonal, mereka salah melabeli-Nya.
Yesus mempercayakan hikmat Roh Kudus untuk bertindak sebagai semacam administrator gereja: “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’” (Kisah Para Rasul 13:2). Setidaknya, tindakan-tindakan ini seharusnya menunjukkan bahwa Roh Kudus memiliki kualitas individual yang sama seperti manusia.
Namun, Alkitab menjelaskan lebih lanjut bagaimana hikmat Roh Kudus jauh melampaui hikmat makhluk ciptaan mana pun: “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.’” (Lukas 1:35). Keterlibatan Roh Kudus dalam kelahiran Yesus menunjukkan pemahaman-Nya yang sempurna tentang arti menjadi manusia.
Terapkan: Ambil inisiatif untuk berbicara dengan seseorang yang biasanya tidak Anda ajak bicara.
Pelajari Lebih Dalam: Yohanes 16:14; Lukas 12:12; Roma 8:26.
Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. (Yohanes 15:1).
– Doug Batchelor –