Apakah Penurutan itu Legalisme?

  • 0

Apakah Penurutan itu Legalisme?

afsg14-coverPelajaran 14

Banyak orang mungkin merasa mereka bisa lolos dalam melanggar peraturan lalu-lintas atau berbuat curang dalam laporan pajak mereka, tapi Tuhan dan hukum-Nya tidak begitu. Tuhan melihat segala sesuatu yang kita lakukan, mendengar segala yang kita katakan, dan Dia betul-betul peduli tentang bagaimana kita bersikap. Walau Tuhan menawarkan pengampunan atas semua dosa kita, tetap ada akibat-akibat yang membawa maut karena melanggar Hukum Tuhan. Anehnya, beberapa orang Kristen mengatakan bahwa usaha apa pun untuk mematuhi Hukum Tuhan berarti legalisme. Tapi Yesus berkata, “jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Jadi, apakah penurutan pada Hukum adalah legalisme? Sisihkan waktu Anda untuk membaca Pelajaran ini dengan teliti… mungkin Anda akan binasa bila tidak tahu Fakta Menakjubkan ini!

1. Apakah Tuhan betul-betul melihat dan mencatat segala perbuatan saya?

“TUHAN….Dia yang telah melihat aku”. (Kejadian 26:13).

“TUHAN, Engkau menyelidiki mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh…….. segala jalanku. Kau maklumi. Sebab, sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya TUHAN.” (Mazmur 139:1-4). “bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.” (Lukas 12:7). “Mata TUHAN ada di segala tempat” (Amsal 15:3). TUHAN melihat hati.”(1 Samuel 16:7).

Jawab: Ya, Tuhan mengenal masing-masing kita (semua manusia di bumi) lebih baik daripada kita mengenal diri kita sendiri. Dia peduli secara pribadi pada semua manusia dan memperhatikan segala yang kita lakukan. Tak ada kata, pikiran atau pun perbuatan kita yang tersembunyi dari-Nya.

afsg14-1Tuhan mengenal dan peduli pada Anda secara pribadi.

2. Dapatkah saya masuk ke dalam Kerajaan-Nya tanpa mematuhi Firman-Nya seperti yang tertulis di Alkitab?

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di surga.” (Matius 7:21). Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:17). “la menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.”(Ibrani 5:9).

Jawab: Tidak. Alkitab sangat jelas dalam hal ini. Keselamatan dalam Kerajaan Tuhan

hanya diberikan bagi mereka, yang mematuhi perintah Tuhan. Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup kekal bagi mereka yang hanya sekadar membuat pengakuan iman atau menjadi anggota jemaat atau dibaptis dengan cara diselamkan, tapi bagi mereka yang melakukan kehendak-Nya, yang dinyatakan dalam Alkitab. Tentu saja, kepatuhan ini hanya mungkin melalui Yesus (Kisah 4:12).

afsg14-2

 

Selidiki Alkitab agar tahu kehendak Tuhan. Itu adalah satu-satunya jalan yang aman.

 

 

 

3. Kenapa Tuhan menuntut kepatuhan? Kenapa itu penting?

“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Matius 7:14). “semua orang yang membenci aku, mencintai maut.” (Amsal 8:36). “TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya la membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.” (UIangan 6:24).

Jawab: Karena hanya ada satu jalan sempit yang menuntun kepada kesucian, meneladani Tuhan, dan akhirnya menuntun kepada KerajaanNya. Semua jalan lain tidak menuju ke tempat itu. Alkitab adalah peta dan buku pedoman yang sangat penuh petunjuk, amaran, dan informasi tentang bagaimana mencapai kerajaan itu dengan selamat. Mengabaikan bagian manapun dari Alkitab menyeret kita menjauh dari Tuhan dan KerajaanNya. Alam semesta ciptaan Tuhan adalah alam semesta yang teratur. Hukum-hukum alam, moral, dan rohani terkait di dalamnya. Melanggar hukum yang manapun selalu memiliki hasil yang pasti. Seandainya Alkitab tidak diturunkan, manusia lambat laun akan mendapati juga (melalui cara coba-coba) bahwa prinsip-prinsip Alkitab betul-betul ada dan nyata. Prinsip-prinsip Alkitab itu tertulis dalam sistem syaraf, kelenjar, dan jiwa kita. Bila diabaikan, hukum-hukum Tuhan menghasilkan kegelisahan, penyakit, dan ketidakbahagiaan dalam berbagai jenis. Jadi kata kata dalam Alkitab bukan sekadar nasehat yang bisa kita terima atau abaikan tanpa menuai konsekuensinya. Alkitab mengajarkan apa saja konsekuensi itu dan menjelaskan bagaimana menghindarinya. Seorang manusia tidak bisa hidup sesuai keinginannya sendiri dan tetap menjadi seperti Tuhan sama seperti seorang pemborong tidak bisa mengabaikan rancangan denah (blue-print) rumah tanpa menemui masalah. Inilah sebabnya Tuhan meminta semua orang untuk mematuhi blue-print yang ada di Alkitab. Tak ada jalan lain untuk menjadi seperti Dia dan dianggap layak masuk ke kerajaan-Nya. Dan tak ada jalan lain untuk mencapai kebahagiaan sejati.

afsg14-3Hanya satu jalan menuju kepada hidup kekal. Alkitab adalah peta yang menunjukkan jalan itu.

4. Kenapa Tuhan membiarkan pelanggaran Hukum terus berlangsung? Kenapa tidak memusnahkan dosa dan orang berdosa sekarang saja?

“Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan meyakinkan orang-orang fasik akan semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan akan semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” (Yudas 14, 15). hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua lidah akan mengakui Allah.” (Roma 14:11 KJV).

Jawab: Tuhan membiarkan ketidakpatuhan pada hukum dan dosa terus ada sampai semua orang di seluruh dunia diyakinkan akan keadilan, kasih dan rahmat Tuhan. Semua orang akhirnya akan menyadari bahwa Tuhan, dengan menuntut penurutan, sebetulnya tidak sedang mencoba memaksakan kehendak-Nya atas kita, tapi mencoba mencegah kita melukai dan menghancurkan diri kita sendiri. Masalah dosa tidak akan selesai sebelum orang yang paling skeptis dan pendosa yang paling keras-kepala diyakinkan akan kasih Tuhan dan mengaku bahwa Dia adil. Barangkali dibutuhkan bencana alam raksasa atau lebih buruk lagi untuk meyakinkan beberapa orang, tapi hasil akhir dari hidup terus berdosa akhirnya akan meyakinkan semua orang bahwa Tuhan itu adil dan benar. Barulah pada saat itu dosa dan ketidakpatuhan bisa diakhiri secara tuntas oleh Tuhan.

afsg14-4Dosa bisa dimusnahkan secara tuntas oleh Tuhan hanya setelah semua orang mengerti dan mengaku bahwa Dia itu adil, Pengasih, dan Pengampun.

5. Apakah Tuhan akan betul-betul memusnahkan orang berdosa?

“Tuhan tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi lemparkan mereka ke dalam api di atas permukaan bumi, dan menyerahkan mereka ke dalam rantai kegelapan di atas permukaan bumi yang kosong tanpa manusia, untuk menyimpan merekasampai hari penghakiman.” (2 Petrus 2:4 KJV). “semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.” (Mazmur 145:20). “bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” (2 Tesalonika l:7, 8).

Jawab: Jelas. Mereka yang tidak mau bertobat, termasuk Iblis dan malaikatmalaikat yang berdosa, akan dibinasakan. Karena ini benar, maka sekaranglah saatnya untuk meninggalkan semua kebingungan tentang apa yang benar dan apa yang salah. Manusia sebaiknya berhenti membiarkan pendapat mereka sendiri yang bodoh dan pandangan mereka sendiri yang sombong untuk menyeret mereka dari Kebenaran, dan mulai mengalihkan perhatian mereka pada Buku Tuhan yang benar. Dan mereka sebaiknya melakukan hal itu sekarang-tinggal sedikit waktu yang tersisa!.

afsg14-5Orang-orang yang dengan kesadaran penuh telah memilih untuk tidak mengikuti Juruselamat akhirnya akan dilenyapkan.

6. Aku ingin mematuhi semua hukum Tuhan. Bagaimana aku bisa yakin aku sudah tahu semuanya dan tidak satu pun yang tidak aku ketahui?

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;”

(Matius 7:7). “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang meneliti firman kebenaran.” ( 2 Timotius 2:15 KJV). “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (Yohanes 7:17) ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu;” (Yohanes 12:35). “baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku;”(Mazmur 18:45).

Jawab: Tuhan tidak menyisakan celah bagi kita untuk merasa ragu. Dia berjanji akan melindungi kita dari ajaran-ajaran yang salah dan membimbing kita dengan aman sampai mengetahui seluruh kebenaran bila kita: (1) berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk mendapat tuntunan mematuhi kebenaran, langsung begitu kita tahu butir kebenaran yang baru diperoleh dari meneliti Buku Tuhan.

afsg14-6Tuhan berjanji bahwa jika kita meneliti Kitab-Nya untuk mencari kebenaran dan dengan tulus mematuhinya, kita tidak akan disesatkan oleh ajaran-ajaran agama.

7. Apakah Tuhan menganggap aku berdosa karena tidak menuruti kebenaran Alkitab yang belum kuketahui?

“Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat,

maka tetaplah dosamu.” (Yohanes 9:41). “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yokobus 4:17). “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu [PL & PB], maka baginya tidak terbit fajar.” (Yesaya 8:20). “Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” (Yohanes 11:10). “… carilah, maka kamu akan mendapat.” (Matius 7:7).

Jawab : Kalau aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk mempelajari sebutir

kebenaran Alkitab tertentu, Tuhan tidak menaganggap aku bertanggungjawab. Tapi Alkitab mengajarkan bahwa aku bertang-gung jawab pada Tuhan bagi semua terang (pengetahuan mengenai kebenaran) yang kumiliki dan yang seharusnya bisa kumiliki! Banyak orang yang menolak atau tidak mau menyisihkan waktu untuk belajar, mencari, dan mendengar Kabar Kebenaran akan dimusnahkan oleh Tuhan karena “lebih menyukai kegelapan.” Bersikap seperti burung unta (sengaja membenamkan kepala ke dalam pasir) dalam hal yang sangat penting ini sangatlah berbahaya. Adalah kewajiban semua orang untuk mencari Kebenaran Murni selengkap mungkin dengan rajin dan tekun.

afsg14-7Bersikap seperti burung unta dalam hal mencari kebenaran (tidak peduli untuk mencari kebenaran selengkap mungkin, menganggap agama yang dianut sudah benar) pasti akan menyeret manusia kepada tragedi dan kehancuran.

8. Tapi Tuhan tidak akan menuntut kepatuhan dalam segala hal kecil-kecil yang remeh, bukan?

“orang-orang yang telah berjalan dari Mesir … tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan … oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya, kecuali Kaleb … dan Yosua … sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.” (Bilangan 32:11, 12). “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman.” (Matius 4:4). “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes1 5:14).

Jawab: Sebaliknya, Tuhan sangat peduli pada kesempurnaan. Umat Tuhan di Perjanjian Lama menderita ganjaran akibat mereka tidak sempurna mematuhi perintah Tuhan. Orang-orang yang meninggalkan Mesir menuju Kanaan berjumlah 603.550 jiwa. Dari mereka itu, hanya dua orang (Kaleb dan Yosua) yang seratus persen mematuhi Tuhan, dan hanya mereka berdua yang masuk ke Kanaan. Sisanya, 603.548 orang, mati di padang gurun. Tuhan mengatakan bahwa kita harus hidup sesuai dengan “setiap, firman” di Alkitab. Tak ada yang boleh dilupakan, dan tak ada yang boleh dianggap remeh. Semuanya penting.

afsg14-8Cuma 2 dari ribuan orang Israel yang keluar dari Mesir yang mematuhi Tuhan seratus persen, dan diizinkan Tuhan memasuki tanah Kanaan.

9. Waktu aku menemukan kebenaran yang baru bagiku, aku akan menunggu sampai semua rintangan lenyap sebelum menerima kebenaran itu. Ini cara yang terbaik, bukan?

“Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu.” (Yohanes 12:35). “Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintahMu.” (Mazmur 119:60). dahulu Kerajaan Allahsdan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). mereka mendengar, mereka taat kepadaku.” (Mazmur 18:45).

Jawab: Tidak. Begitu Anda tahu sebutir kebenaran Alkitab, yang terbaik untuk dilakukan adalah segera mematuhinya. Malah, berlambat-lambat adalah jerat Iblis yang paling berbahaya. Kelihatannya memang tidak apa-apa menunggu, tapi Alkitab mengajarkan bahwa kalau kita tidak segera bertindak sewaktu menerima terang, terang itu akan segera berubah jadi kegelapan. Rintangan-rintangan untuk mematuhi terang itu tidak akan tersingkir kalau kita cuma diam menunggu, malah sebaliknya, biasanya bertambah besar, Manusia berkata pada Tuhan: “Bukakan jalan, maka aku akan maju.” Tapi jalan Tuhan justru sebaliknya. Dia berkata, “Kamu dulu yang maju, dan Aku akan membukakan jalan.”

afsg14-9Kalau aku tidak langsung mematuhi terang begitu terang itu tersingkap bagiku, lama-lama terang itu akan berubah jadi kegelapan.

10. Tapi bukankah penurutan 100% pada seluruh Kebenaran merupakan kemustahilan bagi manusia?

“Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Matius 19:26). tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37). dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.” (2 Korintus 2:l4). dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5). “Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.” (Yesaya 1:19).

Jawab: Tak ada manusia yang bisa mematuhi seluruh Hukum Tuhan dengari kekuatan sendiri, tapi melalui Roh Kudus pasti bisa dan itu harus dilakukan. Setan, dalam usahanya untuk membuat Hukum Tuhan terlihat tidak masuk akal, membuat dongeng bahwa penurutan 100% pada Hukum Tuhan adalah mustahil.

afsg14-10Setan merekayasa kebohongan bahwa penurutan sem-purna pada 10 Hukum adalah mustahil.

11. Apa yang akan terjadi pada orang yang dengan sengaja dan sadar terus melanggar perintah Tuhan?

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” (Ibrani 10:26, 27). “Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” (Yohanes 12:35).

Jawab: Alkitab tidak menyisakan celah sedikit pun untuk merasa ragu. Jawabannya sangat menyedihkan dan mengejutkan, tapi benar. Kalau seseorang dengan sadar menolak terang dan terus melanggar 10 Hukum, terang itu akhimya akan padam, dan dia akan ditinggalkan dalam kegelapan total. Seseorang yang menolak kebenaran akan mendapat “kesesatan” sehingga percaya bahwa dusta adalah kebenaran (2 Tesalonika 2:11). Kalau hal itu terjadi, dia sudah binasa sejak saat itu.

afsg14-11Kalau aku mengabaikan amaranamaran (rambu-rambu) dari Tuhan yang penuh kasih, aku akan binasa. Dongeng-dongeng dari Setan akan menyeret aku kepada keancuran.

12. Saya pikir kasih lebih penting daripada penurutan. Bukankah begitu?

“Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku …. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku.” (Yohanes 14:23, 24). inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintahperintah-Nya itu tidak berat.” (1 Yohanes 5:3).

Jawab: Tidak. Tidak sama sekali. Malah, Alkitab mengajarkan bahwa kasih yang sejati kepada Tuhan tidak mungkin ada tanpa penurutan. Demikian juga, orang tidak mungkin menurut perintah Tuhan tanpa mengasihi-Nya. Tak ada anak kecil yang akan mematuhi orangtuanya 100% kalau dia tidak mengasihi mereka, demikian juga dia tidak mungkin mengasihi orangtuanya jika dia tidak menurut. Kasih yang sejati dan penurutan bagaikan kembar siam. Kalau dipisahkan, keduanya mati.

afsg14-12Tak ada anak kecil yang akan mematuhi orangtuanya 100% kalau dia tidak mengasihi mereka.

13. Tapi saya pikir kemerdekaan dalam Yesus membebaskan saya dari tuntutan mematuhi hukum Taurat. Bukan begitu?

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, … dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” (Yohanes 8:31, 32 ,34).

“Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:17, 18). “Aku hendak berpegang pada Hukum Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya. Aku hendak hidup dalam kemerdekaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.”(Mazmur 119:44, 45 KJV).

Jawab: Tidak. Kemerdekaan sejati hanya didapat melalui penurutan hukum. Artinya dimerdekakan dan dosa (Roma 6:18), atau dari ketidakpatuhan, yang berarti pelanggaran hukum Tuhan (1 Yohanes 3:4). Hanya warga negara yang mematuhi hukum yang memiliki kemerdekaan. Para pelanggar hukum ditangkap polisi dan kehilangan kebebasan mereka.

Kemerdekaan tanpa kepatuhan adalah seperti kemerdekaan palsu yang kita rasakan kalau kita naik balon udara tanpa arah atau ngebut naik mobil tanpa kendali. Pasti menyeret pada kekacauan dan anarki. Kemerdekaan sejati berarti terbebas dari ketidakpatuhan. Ketidakpatuhan selalu merugikan seseorang dan menyeretnya kepada perbudakan oleh Iblis.

afsg14-13Hanya warga negara yang mematuhi hukum yang memiliki kemerdekaan. Begitu juga, kemerdekaan dalam Tuhan yang sejati berarti terlepas dari ketidakpatuhan.

14. Waktu aku yakin Tuhan meminta penurutanku atas suatu hal tertentu, haruskah aku menuruti-Nya walau aku tidak tahu kenapa Dia memintanya?

“Dengarkanlah suara TUHAN … maka keadaanmu akan baik dan nyawamu akan terpelihara.” (Yeremia 38:20). kepada hatinya sendiri adalah orang bebal.” (Amsal 28:26). “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” (Mazmur 118:8). “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9). “Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?” (Roma 11:33, 34). “Aku mau… membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal.” (Yesaya 42:16). “Engkau memberi-tahukan kepadaku jalan kehidupan.” (Mazmur 16:11).

Jawab: Ya! Kita harus menghormati Tuhan dan mempercayai bahwa Dia pasti tahu alasannya untuk menuntut beberapa hal dari kita yang mungkin tidak kita mengerti. Anak anak yang baik mematuhi orangtua mereka bahkan walau alasan untuk perintah-perintah orangtua itu tidak jelas.

afsg14-14Anak-anak yang mengasihi orangtua mereka selalu mematuhi peraturan-peraturan orangtua mereka waktu mereka tidak selalu mengerti permintaan orangtua itu. Begitu juga seharusnya anak-anak Tuhan.

15. Siapa yang sebenamya ada di balik setiap ketidakpatuhan, dan apa alasannya?

“Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah.” (1 Yohanes 3:8,10). “Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia.” (Wahyu 12:9).

Jawab: Iblislah yang bertanggungjawab. Dia tahu bahwa semua ketidakpatuhan adalah dosa dan bahwa dosa membawa ketidakbahagiaan, tragedi, keterpisahan dari Tuhan, dan akhirnya kebinasaan. Dengan kebencian dia mencoba sekuat tenaga untuk menyeret semua orang kepada ketidakpatuhan. Termasuk Anda. Anda harus menerima fakta ini dan membuat pilihan. Melanggar 10 Hukum dan binasa, atau menerima Sang Penebus Dosa dan mematuhi 10 Hukum dan diselamatkan. Keputusan Anda untuk menurut adalah keputusan Anda tentang Juruselamat. Dia tak bisa dipisahkan dari kebenaran, karena Dia berkata, “Akulah… kebenaran.” (Yohanes 14:6). “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” (Yosua 24:15).

afsg14-15Iblis ingin Anda memberontak terhadap Tuhan karena dia membenci Anda dan ingin Anda binasa.

16. Apa janji yang mulia mengenai mujizat besar yang diberikan Alkitab kepada anak-anak Tuhan?

“la, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.” (Filipi 1:6).

Jawab: Puji Tuhan! Dia berjanji bahwa sama seperti Dia membuat mujizat yang membawa kita kepada kelahiran baru, Dia juga akan terus melakukan mujizat dalam hidup kita (berupa kepatuhan) sampai kita selamat di Kerajaan-Nya.

afsg14-16Sesudah mujizat-Nya berupa kelahiran baru (pertobatan) kita, Tuhan terus bekerja membuat mujizat untuk memberikan pertumbuhan rohani pada kita.

17. Bersukacitalah setelah mengetahui bahwa Tuhan bukan hanya memberi kelahiran baru bagi mereka yang menerima dan mematuhi Dia, tapi Dia juga terus bekerja membuat mujizat dalam hidup mereka sampai mereka selamat di Kerajaan-Nya. Apakah Anda ingin untuk mulai mematuhi dan mengikuti Tuhan sepenuhnya sesegera mungkin?

Jawab :

 

PERTANYAAN LAIN

1. Apakah akan ada orang-orang yang binasa walau mereka menganggap diri mereka akan selamat? (Matius 7:21).

Ya. Matius 7:21-23 mencatat dengan jelas bahwa banyak orang yang mengaku sebagai nabi, mengusir setan-setan, dan melakukan banyak mujizat dalam nama Yesus akan binasa tapi menganggap diri mereka selamat. Mereka binasa karena mereka tidak “melakukan kehendak Bapa-Ku.” (Ayat 21). Mereka yang menolak menuruti Tuhan akan akhirnya mempercayai dusta (2 Tesalonika 2:11, 12) dan karena itulah mereka pikir mereka selamat padahal sebetulnya binasa.

2 . Karena hanya ada satu jalan yang benar, apa yang akan terjadi pada orang-orang berhati tulus yang betul-betul berpikir mereka benar padahal sebetulnya salah? (Yohanes 10:27).

Mereka akan dipanggil kepada Kebenaran, dan domba-domba itu akan mendengar dan mengikut Dia (Yohanes 10:16,27).

3 . Bukankah ketulusan dan bersemangat dalam ibadah sudah cukup? (Yohanes 4:23).

Tidak. Tapi Anda harus memiliki kebenaran yang sesungguhnya juga. Paulus berhati tulus (betul-betul yakin dirinya benar) dan sangat bersemangat waktu dia membantai umat-umat Tuhan sebelum dia bertobat, tapi ternyata perbuatannya dalam membunuh orang lain itu adalah salah. (Kisah Para Rasul 22:3, 4; 26:9-11).

4 . Bukankah tidak mungkin secara ilmiah bahwa Tuhan bisa melihat semua orang sekaligus? (Roma 1:22).

Begitu juga anggapan banyak orang tentang Air Bah (dulu tidak pernah ada hujan – Kejadian 2:5, 6), tapi ternyata Air Bah itu terjadi. Mencari-cari alasan-alasan ilmiah supaya mereka tidak usah menurut Tuhan adalah kegiatan favorit orang-orang yang dicatat dalam Roma 1:22, yang mengaku “mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.”

5 . Apa yang akan terjadi pada orang-orang yang belum menerima terang? (Yohanes 1:9).

Alkitab mengatakan bahwa semua orang sudah menerima terang sampai tingkat tertentu. ‘Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.” (Yohanes 1:9). Masingmasing orang akan dihakimi menurut sejauh mana dia mematuhi terang yang sudah diperolehnya semasa hidup. Bahkan bangsa-bangsa non-Yahudi juga memiliki sedikit kebenaran dan mematuhi Hukum Tuhan, menurut Roma 2:14, 15.

6. Saya sudah minta Tuhan agar memberi saya tanda apakah, Dia ingin saya menurut Dia atau tidak. Ini aman, kan? (Matius 12:39).

Tidak. “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.” (Matius 12:39). Semua ajaran agama harus dicek kebenarannya berdasarkan Alkitab saja, dan jika sesuai, harus diterima dan dipatuhi (Yesaya 8:20; 2 Timotius 2:15). Orang-orang yang tidak mau menerima ajaran Alkitab yang sederhana tidak akan bisa diyakinkan oleh mujizat “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Lukas 16:31).

7 . Ibrani 10:26,27 sepertmya menyiratkan bahwa jika seseorang dengan sengaja melakukan satu dosa saja sesudah dia tahu kebenaran, dia akan binasa. Benarkah ini? Ibrani 10:26.

Tidak. Siapa saja boleh mengaku dosa kepada Tuhan dan diampuni. Di sini Alkitab tidak membicarakan tentang satu tindakan dosa, tapi dosa yang dilakukan berulang-ulang dan menolak untuk diserahkan kepada Juruselamat sesudah orang itu tahu kebenaran. Tindakan itu “mendukakan Roh Kudus” (Efesus 4:30) dan mengeraskan hati seseorang sampai perasaannya sudah tumpul” (Efesus 4:19) dan binasa. Alkitab berkata, “Cegahlah hamba-Mu melakukan dosa yang mengeraskan hati; janganlah hal-hal semacam itu menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran yang besar itu.” (Mazmur l9:13 KJV).

8 . Apakah seseorang harus jadi orang terpelajar untuk bisa mengerti Alkitab? (Yesaya 29:12).

Tidak. Bahkan orang paling bodoh sekalipun bisa memahaminya jika menyerahkan diri kepada tuntunan Tuhan (Roh Kudus). (Amsal 19:8; 119:130; Matius 11:25; 1 Korintus 1:27).

 

Pertanyaan kuis

1. Orang-orang akan selamat bila: (1)

_____   Mengusir setan dalam nama Yesus.

_____   Mengaku mengasihi Yesus. .

_____  Menerima dan mematuhi Tuhan.

2. Apa tiga hal yang terdaftar dibawah ini yang akan memastikan aku menerima kebenaran seluruhnya? (3)

_____  Menanyai psikiater saya.

_____  Berdoa agar memperoleh terang.

_____  Melakukan apa yang disuruh pemimpin agama saya.

_____  Memberi uang banyak-banyak ke gereja.

_____  Menyiksa diri saya sendiri.

_____  Mencapai pendidikan tinggi.

_____  Meminta petunjuk dari Tuhan berupa tanda-tanda ajaib.

_____  Mempelajari Alkitab.

_____  Mematuhi kebenaran yang sudah saya ketahui.

 

3. Tuhan memandang saya bertanggungjawab: (1)

_____  Untuk melakukan apa yang disarankan pemimpin agama saya.

_____  Mengikuti teladan orangtua saya.

_____  Atas terang yang saya miliki dan seharusnya bisa saya miliki.

 

4. Waktu saya mendapat kebenaran yang baru saya ketahui, saya harus: (1)

_____  Mengabaikannya.

_____  Menunggu sampai saya merasa harus menerimanya.

_____  Menerimanya dan langsung mematuhinya.

 

5. Penurutan sepenuhnya kepada perintah Tuhan adalah: (1)

_____  Tidak mungkin dalam situasi apa pun.

_____  Legalisme dan berasal dari setan.

_____  Mungkin hanya melalui Juruselamat

 

6. Ketidakpatuhan pada 10 Hukum yang dilakukan dengan sengaja: (1)

_____  Selalu menyeret pada kegelapan dan kebinasaan.

_____  Diperbolehkan bagi pekerja gereja yang bersemangat.

_____  Dipandang sebelah mata oleh Tuhan (tidak diperhitungkan Tuhan) kalau saya memang keras kepala.

 

7. Kasih yang sejati kepada Tuhan: (1)

_____  Lebih baik ketimbang penurutan.

_____  Menjadikan penurutan pada 10 Hukum itu tidak penting.

_____  Membuatku mematuhi-Nya dengan penuh sukacita.

 

8. Kemerdekaan dalam Tuhan yang sejati berarti: (1)

_____  Bebas melakukan apa saja yang akusuka.

_____  Bebas memberontak terhadap Tuhan.

_____  Bebas dari dosa (ketidakpatuhan pada 10 Hukum) dan perbudakan oleh Setan.

 

9. Bila suatu butir kebenaran menjadi jelas tapi saya tahu alasan kenapa Tuhan meminta saya mematuhinya saya harus : (1).

_____  Menunggu sampai alasannya menjasi jelas.

_____  Menolak kebenaran itu

_____  Menerimanya dan mematuhi firman Tuhan

 

10. Siapa sebenarnya yang bertanggungjawab atas segala ketidakpatuhan? (1)

_____  Pemerintah.

_____  Orangtua saya, yang telah salah membesarkan saya.

 

11. Kenapa kepatuhan itu penting? (1)

_____  Karena Tuhan lebih besar dari saya, dan saya takut sama dia.

_____  Mencegah Tuhan marah sama saya.

_____  Karena saya mengasihi Tuhan dan ingin mematuhi peraturanperaturan-Nya untuk hidup benar.

 

12. Kenapa Tuhan tidak membinasakan semua orang berdosa sekarang ini? (1)

_____  Dia takut.

_____  Dia senang melihat kejahatan berkembang

_____  Ia menunggu sampai semua orang betul-betul yakin akan kasih dan keadilan-Nya.


Leave a Reply

Pencarian

Kategori